Paradoks Yusril: Bela HTI, Jadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin

 

 

“Saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu.”

Kalimat di atas ditulis oleh Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra dalam sebuah keterangan pada Senin (5/11/2018). “Beliau” yang dimaksud Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu adalah pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin.

Cerita bermula dari sebuah pertemuan antara Yusril dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Thohir, beberapa waktu lalu.

“Minggu yang lalu saya bertemu Pak Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta. Pak Erick adalah ketua timsesnya Pak Jokowi. Pak Erick menyampaikan salam Pak Jokowi kepada saya dan saya pun menyampaikan salam saya kepada Pak Jokowi melalui Pak Erick. Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyer-nya Pak Jokowi-Pak Kiai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres,” ungkap Yusril.

Sudah cukup lama, aku Yusril, mendiskusikan kemungkinan menjadi lawyer Jokowi-Ma’ruf untuk 2019. Saat bertemu dengan Erick itulah dia “menganggukkan kepala” tanda setuju.

Keputusan mengejutkan Yusril membuat ramai dunia politik. Tak terkecuali di dunia maya. Di linimasa tanda pagar #JokowiBersamaPengacaraHTI. Politikus Demokrat Ferdinand Hutahean berujar, “Dari tadi sore, banyak media yang minta komentar saya tentang Yusril yang gabung dengan menjadi pengacara Jokowi Maaruf. Jawaban saya cm 1, SAYA KAGET DAN HAMPIR TIDAK PERCAYA YUSRIL BS DUKUNG JOKOWI,” kata dia.

Tak salah memang. Ingatan warganet menggulir di tahun lalu. Yusril tepatnya pada (23/5/2017) siap membela HTI dari upaya pembubaran oleh pemerintah.

“Pada dasarnya saya akan membela siapapun dan kelompok manapun yang ditindas oleh penguasa dengan cara sewenang-wenang di luar hukum. Demokrasi, hukum dan keadilan harus ditegakkan,” kata Yusril ketika itu.

Seperti diketahui, belakangan ini kita dihebohkan dengan bendera tauhid yang selanjutnya dituding sebagai bendera HTI. Pemerintah masih “gatel” untuk membumihanguskan berlabel Islam–dengan alasan HTI.

Dulu apa yang diperjuangkan oleh Yusril barangkali adalah sebuah kesungguhan untuk membela HTI. Pun sekarang kita tidak meragukan kesungguhan Yusril yang menerima begitu saja pinangan “lawannya”. Sebuah aroma yang manis tapi pahit untuk akal sehat.

Tampaknya menarik mengutip sebuah ucapan di linimasa oleh eks wartawan, “HTI kan kalian kecam dan caci maki; anti NKRI, mau bikin negara khilafah. Sekarang bijimana setelah #JokowiBersamaPengacaraHTI?”

@paramuda