Partai Allah dan Partai Setan Ada dalam Al Quran, Tapi Mengapa Amien Rais Dilaporkan?

 

Mantan Ketua MPR Amien Rais terus mendapat kecaman akibat ucapannya soal “Partai Allah dan Partai Setan”. Bapak Reformasi itu bahkan dilaporkan ke kepolisian. Sungguh aneh, karena dua istilah tersebut secara jelas Allah swt sebutkan dalam Al Quran.

Terminologi “hizbullah” terdapat dalam Surah Al Maidah: 56.

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

Menurut tafsir Kementrian Agama RI, ayat 56 ini adalah sebuah jaminan dari Allah kepada kaum Muslimin yang telah menjadikan Allah, Rasul-Nya, serta orang mukmin menjadi pemimpin dan penolongnya. Allah menjamin dan menjanjikan kemenangan bagi mereka. Mereka biasa disebut dengan (Hizbullah), yaitu penganut agama Allah yang setia. Pertolongan Allah akan turun kepada mereka sehingga mereka akan mendapatkan kemenangan yang paling gemilang.

Lalu di Al Mujadilah: 22, yang artinya:

Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Meraka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Lalu dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

Sedangkan “hizbusysyaithon” terdapat dalam Surah Al Mujadilah:19 yang artinya:

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

Apa yang dialami Amien Rais mengingatkan kita pada sebuah hadits. Dari Anas bin Malik ra, Nabi saw bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.

Ath Thibiy berkata bahwa maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia sampai tak kuat ketika ingin berpegang teguh dengan agamanya. Hal itu karena banyaknya maksiat di sekelilingnya, pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah.

Amien Rais menyitir firman Allah soal “Partai Allah dan Partai Setan”, tapi kemudian dia dilaporkan ke kepolisian. Begitulah hidup di Akhir Zaman, menggemgam nilai agama bagaikan memegang bara api.

Erwyn Kurniawan