Pemerintah Jor-joran Impor Pangan, Rizal Ramli: Sumber Dana Politik yang Besar

Ngelmu.co, JAKARTA – Aksi impor pangan kerap mengundang polemik. Yang teranyar adalah keputusan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menambah impor beras hingga 500 ribu ton yang diprotes Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Kementerian Pertanian (Kementan).

Mantan Menko Perekonomian di era Gus Dur sekaligus mantan Menko Kemaritiman di era Jokowi, Rizal Ramli, ikut angkat bicara soal maraknya impor pangan.

Rizal Ramli mengatakan, ada pihak-pihak yang mencari rente dari impor pangan. Impor juga sengaja dibuka lebar karena bisa menjadi sumber dana yang besar untuk kepentingan politik.”Yang terjadi, di belakang inisiatif impor ada yang selalu ingin cari uang gampang. Impor pangan sumber politik besar,” kata Rizal dikutip dari Kumparan.com pada Minggu (20/5/2018).

Rizal menuturkan, salah satu orang yang pernah menjadi Menteri Perdagangan mengakui ada pihak yang menawarkan bagian keuntungan dari jatah impor pangan.

Ada pula orang yang langsung jor-joran membuka keran impor pangan begitu diangkat menjadi Menteri Perdagangan. “Salah seorang Mendag cerita, dia seminggu ditawarin dapat kuota daging, gula, garam, bawang putih. Ada Mendag yang jor-joran seminggu diangkat dia impor,” ia menuturkan.

Menurut Rizal Ramli, kebijakan pemerintah yang jor-joran membuka impor pangan tidak pro rakyat. Dengan sumber daya yang ada, harusnya Indonesia tak perlu bergantung pada pangan impor. Malahan Indonesia bisa jadi eksportir pangan.

Karena itu, Rizal Ramli meminta pemerintah memperkuat kedaulatan pangan dengan memberdayakan petani di dalam negeri.”Pemerintah jangan bikin hidup kita lebih susah. Tak masuk akal Indonesia satu-satunya negara yang dapat matahari, dan air yang banyak, kita harusnya jadi mangkok makan Asia, eksportir produk pangan,” pungkasnya.