Pengertian Filsafat : Sejarah, Macam Dan Hubungan Filsafat Dengan Manusia

Pengertian Filsafat

Filsafat adalah ilmu tentang seluruh fenomena kehidupan manusia dan berpikir kritis, dan dijabarkan dalam konsep dasar. Filsafat tidak dipahami lebih baik dengan melakukan eksperimen, dan eksperimen, tetapi untuk mengungkapkan masalah yang tepat, mencari solusi untuk itu, dengan alasan, dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses dimasukkan ke dalam proses dialektika. Untuk ilmu filsafat, pemikiran logis mutlak diperlukan, dan bahasa logika.

Logika adalah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Itu membuat filsafat menjadi ilmu di tangan nuansa khusus ditandai sisi kanan filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa ingin tahu, dan bunga. Filsafat juga bisa berarti perjalanan ke hal terdalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis mempertanyakan segala sesuatu.

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Pengertian Filsafat menurut para ahli begitu bermacam, kecenderungan ketidaksamaan ini dilatarbelakangi histori panjang dalam menempuh hidup seseorang filsuf yang pada akhirnya memengaruhi pandangan serta pola fikir yang pasti bakal berimbas pada hasil akhir terlebih pada bebrapa pengertian.

Untuk lebih detilnya, saya coba mendefinisikan pengertian filsafat menurut beberapa pakar yang tidak sama, tetapi walau demikian, ketidaksamaan ini tetaplah tak mempunyai pondasi yang kuat, hingga pada jaman sesudahnya, sering kali hal semacam ini diruntuhkan dengan teori-teori baru yang dapat disebutkan lebih mapan.

  • Plato (427SM – 347SM) seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).
  • Aristoteles (384 SM – 322SM) mengatakan : Filsafat adalah ilmua pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).
  • Marcus Tullius Cicero (106 SM – 43SM) politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang mahaagung dan usaha-usaha untuk mencapainya.
  • Al-Farabi (meninggal 950M), filsuf Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan : Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.
  • Immanuel Kant (1724 -1804), yang sering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan : Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu: “apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika);”apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika); “sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi).
  • Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
  • Drs H. Hasbullah Bakry merumuskan: ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

Sejarah Filsafat

Filsafat, terutama filsafat Barat muncul di Yunani sejak sekitar abad ke-7 SM. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir, dan akan membahas keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka, dan tidak disatukan oleh agama jawaban untuk pertanyaan ini. Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani, dan tidak di area beradab lain pada waktu itu sebagai Babel, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti orang lain di daerah sehingga tidak ada kasta pendeta intelektual yang lebih bebas.

Orang-orang Yunani adalah yang pertama yang akan diberi gelar filsuf adalah Thales dari Miletus, sekarang di pesisir barat Turki. Tapi Filsuf Yunani yang Socrates, Plato, dan Aristoteles. Socrates adalah Plato sedangkan guru Aristoteles adalah murid Plato. Beberapa berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “hanya Plato Komentar”. Hal ini menunjukkan pengaruh besar Plato tentang sejarah filsafat. Buku oleh Plato utamanya disebut “etika, republik, maaf, Phaedo dan Crito”.

Macam-Macam Filsafat

  • Filsafat Barat

Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa dan koloni mereka. Filosofi ini telah berkembang dari tradisi filsafat Yunani kuno.

Karakter utama dari filsafat Barat, seperti Plato, Thomas Aquinas, Rene Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche dan Jean-Paul Sartre.

  • Filsafat Timur

Filsafat Timur adalah tradisi filsafat yang terutama tumbuh di Asia, terutama di India, Cina dan daerah lain yang pernah dipengaruhi oleh budaya. Sebuah tanda dari filsafat Timur adalah hubungan dekat dengan filsafat agama. Meskipun ini adalah kurang dari bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ‘an sich’ masih lebih menonjol daripada agama.

Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain Siddharta Gautama Buddha / Buddha, Bodhidharma, Lao Tse, Konfusius, Zhuang Zi dan Mao Zedong.

  • Filsafat Timur Tengah

Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarah adalah filsuf yang bisa mengatakan juga pewaris tradisi filsafat Barat. Untuk filsuf pertama di Timur Tengah yang orang Arab atau Muslim, dan juga beberapa orang Yahudi, yang menaklukkan daerah sekitar Mediterania dan perjumpaan dengan tradisi filsafat Yunani dari budaya mereka.

Kemudian mereka menafsirkan dan mengomentari karya-karya Yunani. Ketika Eropa tiba di Abad Pertengahan setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi dan melupakan karya-karya filsuf Yunani klasik Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama, dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa.

Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah adalah Ibnu Sina, Ibnu Tufail, Kahlil Gibran, dan Averroes.

  • Filsafat Islam

Filsafat Islam adalah filsafat yang seluruh Muslim Scholar. Ada beberapa perbedaan utama antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meskipun para filsuf Muslim asli untuk mengeksplorasi karya-karya filsafat Yunani klasik, terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.

Kedua, Islam adalah agama tauhid. Kemudian, ketika filsafat adalah ‘menemukan Tuhan’, dalam filsafat Islam justru Tuhan sudah ditemukan, dalam arti bahwa hal itu tidak berarti usang, dan belum dibahas, namun filsuf Islam, telah difokuskan pada manusia dan alam, karena , seperti diketahui, pembahasan Tuhan hanya akan menjadi diskusi yang tidak pernah final.

  • Filsafat Kristen

Filsafat Kristen pada awalnya dirancang oleh bapa gereja untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan. Kristen dunia barat pada waktu itu di tengah-tengah Abad Kegelapan (Dark Ages). Orang mulai mempertanyakan keyakinan agama.

Filsafat Kristen banyak berkutat pada masalah ontologis dan keberadaan tuhan. Hampir semua filsuf Kristen adalah seorang teolog ahli atau isu-isu agama. Contohnya adalah St Thomas Aquinas dan St Bonaventura.

Hubungan Filsafat Dengan Manusia

hubungan filsafat manusia dengan psikologi psikologi adalah sbuah ilmu dari perpecahan filsafat yang didalamnya kita akan memahammi adanya perilaku manusia begitu pula dengan konsep psikisnya yang tercantum pada teks-teks kuno filsafat maupun filsafat modern. Filsafat mampu memberikan konsep berfikir yag rasionalis yang logis bagi para psikolog tentunya karena psikologi merupakan suatu ilmu yang dibangun dengan dasar logika. Psikologi adalah ilmu yang memperlajari tentang gejala-gejala kejiwaan dan perilaku yang dialami oleh manusia.

Dengan ini hubungan yang terkait dengan filsafat manusia adalah, filsafat mencari tahu apa yang mendasari ilmu psikologiterutama dalam kejiwaan manusia dan menari sebuah kebenarannya. Misal, kita bereksperimen dengan menghasilkan temuan yang baru yang mana akan di telusuri kebenarannya dengan berfilsafat. Ketika ada ahli filsafat yang ingin meneliti keberadaan seorang manusia maka ia harus mengetahui segala gejala perilaku yang dialami oleh manusia. Dalam hal ini sangan memiliki hubungan antara filsafat manusia dengan psikologi. Jadi filsafat manusia dengan psikologi memiliki kesamaan membahasa lebih khusus terhadap perilaku yang dihasilkan oleh manusia tersebut.

Hubungan filsafat manusia dengan antropologi. Menurut Koentjaraningrat antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilka. Sedangkan filsafat manusia juga disebut antropologi filsafatia adalah bagian dari sistem filsafat yang menyoroti esensi manusia. filsafat manusia juga merupakan cabang-cabang dari filsafat seperti, kosmologi, estetika, filsafat manusia, etika, dan epistimologi. Dengan adanya pengertian dari antropologi dan filsafat manusia dapat saya simpulkan bahwafilsafat manusia dengan antropologi sangat berkaitan, karena filsafat manusia membahas segala sesuatu tentang manusia begitu pula antropologi membahas kebudayaan, ras, etnik warna, fisik, yang terkait dengan manusia.

Perbedaan yang sangat kontras adalah antropologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang adanya kebudayaan dalam manusia tersebut, sedangkan filsafat manusia hanya mencari suatu kebenaran bagai mana kok bisa muncul adanya kebudayaan dalam manusia?

Hubungan filsafat manusia dengan sosiologi Pengertian sosiologi menurut Max Weber adalah Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social atau perilaku-perilaku manusia.

Disini filsafat berperan sebagai pengetahuan untuk menyelesaikan masalah ataupun konflik yang terjadi pada manusia baik perilaku yang menyimpang maupun yang tidak menyimpang.dalam ilmu sosiologi jelas mempelajari segala perilaku yang di alami manusia dalam bermasyarakat tentunya, dengan berfilsafat kita dapat mengetahui kebenaran dari segala perilaku yang dapat berakibat pula dengan kehidupan bermasyarakat.

Pentingnya Filsafat Terhadap Manusia

  • Dengan berfilsafat, akan jadi lebih menjadi manusia, lebih membangun serta mendidik dianya. Dari pelajaran filsafat diharapkan setiap manusia bisa berpikir mengenai dirinya.
  • Memberi beberapa basic pengetahuan kita, berikan tatapan atau pandangan yang sintesis hingga seluruh pengetahuan termasuk juga dalam kesatuan.
  • Supaya hidup ini di pimpin oleh pengetahuan. Hal semacam ini lantaran tahu kebenaran yang terdasar bermakna tahu beberapa basic hidup. Mempunyai kebutuhan yang istimewa, hal semacam ini lantaran filsafat berikan beberapa basic ilmu dan pengetahuan yang lain mengenai manusia, umpamanya sosiologi, pengetahuan mendidik, pengetahuan jiwa serta lain sebagainya.

Keutamaan Filsafat Terhadap Manusia

  • Filsafat berusaha untuk menjadikan satu hasil-hasil dari berbagai macam sains kedalam satu pandangan dunia yang berkelanjutan. Filosofi cenderung tidak untuk jadi spesialis, seperti beberapa ilmuwan. Ia menganalisa satu benda ataupun permasalahan dengan satu pandangan yang sifatnya menyeluruh.
  • Filsafat tertarik pada beberapa segi kualitatif segala sesuatu, terutama yang terkait dengan makna arti dan nilainya. Filsafat menampik untuk mengacuhkan semua segi yang otentik dari satu pengalaman manusia.
  • Manusia benar-benar memerlukan pengetahuan yang berbentuk memberi arahan atau pengetahuan pengarahan. Dengan pengetahuan itu, manusia bakal di bekali satu kebijaksanaan yang di dalamnya ada nilai-nilai dalam kehidupan yang begitu diperlukan oleh manusia.

SEBAGIAN KEBUTUHAN FILSAFAT PADA MANUSIA SALAH SATUNYA YAITU :

  • Dengan pelajari filsafat dikehendaki dapat memberi pengetahuan, dengan menambahnya satu pengetahuan, jadi bertambahlah cakrawala pemikiran serta pengalama.
  • Basic semua perbuatan, Sebetunya filsafat mengandung gagasan, dengan gagasan tersebut yang dapat membawa manusia menuju ke arah kekuatan dalam merentang kesadaran di tiap-tiap perbuatannya. Begitu manusia semakin lebih tanggap pada lingkungan serta dirinya.
  • Dengan makin berkembangnya ilmu dan pengetahuan serta tehnologi, maka manusia bakal makin ditentang oleh satu perkembangan tehnologi dan efek negatifnya, pergantian demikian cepat serta makin berubahnya tata nilai, hingga manusia makin menjauh dari tatanan nilai serta moral.