Pengertian Hukum : Tujuan Hukum

Pengertian Hukum

  • Pengertian Hukum menurut Leon Duguit adalah himpunan aturan perilaku para anggota masyarakat di mana aturan yang daya penerapannya pada saat tertentu diindahkan oleh masyarakat untuk dijadikan jaminan dari kepentingan kolektif dan jika peraturan dilanggar akan menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang telah melakukan pelanggaran itu.
  • Pengertian hukum menurut M. H. Tirtaatmidjaja SH yang menerangkan dalam buku beliau “Pokok-poko Hukum perniagaan” menegaskan bahwa “Hukum yaitu segala aturan atau norma yang harus dituruti dalam perilaku segala tindakan di dalam pergaulan hidup dengan ancaman harus mengganti kerugian – jika melanggar sebagian aturan itu akan membahayakan diri sendiri atau harta, umpanya orang akan kehilangan kemerdekaannya, didenda dan sebagainya.

 

Jenis-Jenis Hukum

  • Hukum Materil
Hukum materil adalah tempat dari tempat di mana materiil tersebut di ambil. Sumber hukum materiil ini merupakan suatu aspek yang memberikan pertolongan dalam pembentukan hukum, contohnya hubungan sosial, kondisi sosial ekonomis, hubungan kemampuan politik, hasil penelitian ilmiah, tradisi, perubahan internasional serta situasi geografis dan lain-lain.
  • Hukum Publik
Hukum publik adalah suatu hukum yang bertugas mengatur hubungan antara pemerintah dengan subjek hukum atau yang mengatur kepentingan masyarakat.
  • Hukum perdata
Hukum perdata merupakan salah satu bidang yang mengontrol hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subjek hukum dan hubungan antara subjek hukum. Hukum perdata juga disebut sebagai hukum sipil atau hukum privat sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengontrol hal-hal yang terkait dengan negara dan kepentingan umum seperti politik dan pemilu, kegiatan pemerintahan, kejahatan hukum perdata mengatur hubungan antar masyarakat atau warga negara, seperti perkawinan, perceraian, pewarisan, kegiatan usaha, harta benda dan lain-lain.
  • Hukum Formal
Hukum formal adalah suatu hukum di mana secara langsung dibentuk oleh hukum yang dapat mengikat masyarakatnya. Dikatakan sumber hukum formal karena sebatas mengingat cara untuk mana timbul hukum positif, dan dibentuk dalam hukum positif, dengan tidak lagi mempersoalkan suatu asal-usu dari apa yang ada dalam isi sebagian aturan hukum tersebut . Sumber-sumber dari hukum formal ini membentuk suatu pandangan hukum yang akan dijadikan sebagai aturan hukum dalam membentuk hukum sebagai kekuasaan yang mengikat. Jadi sumber hukum formal adalah sebab dari berlakunya aturan hukum.
  • Hukum Pidana
Hukum pidana adalah suatu hukum yang mengontrol perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh undang-undang serta berakibat pada diterapkannya hukuman untuk barang siapa yang sudah melakukannya dan telah memenuhi segala unsur perbuatan yang disebutkan dalam hukum pidana, uu korupsi, uu HAM dan sebagainya. Kemudian hukum pidana di kenal atas 2 jenis perbuatan yaitu pelanggaran serta kejahatan, kejahatan yaitu perbuatan yang bukan hanya bertentang dengan uu melainkan juga bersebelahan dengan nilai agama, nilai moral serta keadilan di masyarakat, contohnya membunuh, berzina, memperkosa, serta mencuri dan sebagainya. Sedangkan untuk pelanggaran adalah tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendaraan.
  • Hukum Tata Negara
Hukum tata negara adalah hukum yang mengatur seluruh masyarakat hukum bawahan dan hukum atasan menurut tingkatannya serta dari masing-masing itu dapat menentukan wilayah lingkungan masyarakatnya dan pada akhirnya dapat menentukan sebagian badan dan fungsinya terhadap masing-masing yang berkuasa di dalam lingkungan masyarakat hukum itu dan untuk menentukan susunan dan wewenang pada sebagian badan tersebut.

Tujuan Hukum

Di dalam pergaulan suatu masyarakat itu ada berbagai jenis hubungan antara setiap anggota masyarakat yakni hubungan yang ditimbulkan oleh adanya segala kepentingan dari anggota masyarakat tersebut .
Dengan banyaknya dan berbagai macamnya hubungan tersebut para anggota masyarakat membutuhkan segala aturan yang dapat menjamin adanya keseimbangan biar di dalam hubungan tersebut itu tidak terjadi lagi kekacauan yang ada dalam masyarakat.
Untuk dapat menjamin adanya kelansungan terhadap keseimbangan di dalam perhubungan antara setiap anggota penduduk dibutuhkan segala aturan hukum yang diadakan atas keinginan dan keinsyafan dari setiap anggota masyarakat itu.
Segala aturan hukum yang memiliki karakter untuk mengatur dan memaksa anggota masyarakat untuk dapat taat menaatinya, mengakibatkan adanya keseimbangan di dalam setiap perhubungan yang ada di dalam masyarakat. Setiap hubungan kemasyarakatan itu tidak bisa bertentangan dengan adanya bebrapa ketentuan yang keluar kemasyarakatan itu tidak boleh bertentangan pada setiap ketentuan yang di dalam peraturan hukum yang berlaku di dalam masyarakat.
Berkenaan dengan tujuan hukum, kita akan mengenal beberapa pendapat para ahli hukum tentang tujuan hukum yang diantaranya sebagai berikut :
  • Tujuan Hukum menurut Prof. Subekti S. H
Di dalam buku yang ditulis berjudul “Dasar-dasar Hukum dan Pengadilan” Prof Subekti S. H sudah menyatakan bahwa hukum itu mengabdikan diri pada maksud Negara yang terdapat di dalam pokoknya adalah untuk mendatangkan sebuah kemakmuran serta mendatangkan kebahagiaan kepada rakyatnya.
Keadilan akan senantiasa mempunyai kandungan berupa unsur “penghargaan, penilaian, pertimbangan dan karena ini ia lazim disimbolkan dengan neraca keadilan. Dapat dikatakan bahwa “dalam keadaan yang sama setiap orang harus menerima bagian yang sama juga”.
  • Tujuan Hukum menurut Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn
Di dalam bukunya “inleiding tot de studie van het nederlandse recht” menyatakan bahwa tujuan hukum merupakan mengatur segala pergaulan hidup manusia dengan damai. Hukum menghendaki adanya perdamaian.
  • Tujuan Hukum menurut Teori Etis
Teori etis ini menrutu Prof. Van Apeldoorn sebagai berat bagian, karena ia telah melebih-lebihkan kandungan keadilan dari hukum, sebab ia tidak cukup untuk memperhatikan kondisi yang sebenarnya.
Tertib hukum yang tidak memiliki peraturan hukum, tertulis atau tidak tertulis, tidak mungkin, kata Prof. Van Apeldoorn. Tidak adanya peraturan yang umum, itu berarti ketidak tentuan yang benar sungguh-sungguh mengenai apa yang telah disebut adil atau tidak adil. Dan adanya ketidaktentuan inilah yang akan selalu menyebabkan seperti perselisihan antar tiap anggota masyarakat, jadi bisa saja menyebabkan kondisi yang tidak teratur.
Pada hakekatnya, tujuan hukum merupakan manfaat dalam menyalurkan kebahagiaan atau kenikmatan yang besar untuk jumlah yang terbesar. Terkait dengan tujuan hukum ada beberapa pendapat para ahli mengenai tujuan hukum yaitu :
  1. Tujuan hukum menurut Aristoteles (teori etis) adalah hanya untuk mencapai keadilan, yang berarti memberikan sesuatu kepada setiap orang yang telah menjadi haknya. Dikatakan teori etis karena hukumnya berisi tentang kesadaran etis mengenai apa yang tidak adil dan apa yang adil.
  2. Tujuan Hukum menurut Jeremy Bentham (teori utilitis) adalah untuk mencapai manfaat. Berarti hukum untuk menjamin kebagiaan untuk banyak orang atau masyarakat.
  3. Tujuan hukum menurut Geny (D. H. M. Meuvissen : 1994) untuk mencapai keadailan dan sebagai komponen keadilan untuk kepentingan daya guna serta manfaat.
  4. Tujuan hukum menurut Van Apeldor adalah untuk mengatur pergaulan hidup yang ada dimasyarakat secara damai dengan melindungi segala kepentingan hukum manusia, contohnya kemerdekaan jiwa, harta benda, dan kehormatan.
  5. Tujuan hukum menurut Prof. Subekti S. H adalah untuk mengadakan ketertiban dan keadilan sebagai syarat untuk menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran.
  6. Arah hukum menurut Purnadi dan Soerjono Soekanto adalah untuk capai kedamaian hidup manusia meliputi ketertiban eksternal antarpribadi serta ketenangan internal pribadi.