Kebugaran Jasmani

Pengertian Kebugaran Jasmani : Komponen Dan Manfaat Kebugaran Jasmani

Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh manusia untuk melakukan aktivitas tanpa harus mengalami kelelahan yang berlebihan.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Sudarno yang menyatakan bahwa kebugaran jasmani merupakan suatu kondisi ketika tubuh mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik dan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan tubuh masih memiliki cadangan energi untuk melaksanakan tugas lainnya.

Prof. Sutarman juga turut mengutarakan pendapatnya mengenai pengertian kebugaran jasmani. Beliau mengungkapkan kebugaran jasmani merupakan aspek fisik dan kebugaran menyeluruh yang memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif serta dapat menyesuaikan diri terhadap segala bentuk tantangan terhadap kondisi fisik.

Kebugaran jasmani akan membantu orang-orang untuk beraktifitas dengan lebih efisien dan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kekuatan seorang untuk lakukan pekerjaan keseharian dengan enteng tanpa ada rasakan kelelahan yang berarti serta masih tetap memiliki cadangan tenaga untuk lakukan aktivitas yang lain. Ada tiga hal utama dalam kesehatan jasmani, yakni :

  • Fisik sehubungan dengan otot, tulang serta lemak.
  • Manfaat organ sehubungan dengan efektif system jantung, pembuluh darah serta pernafasan (paru-paru).
  • Respons otot (kelenturan, kemampuan, kecepatan serta ketahanan).

Tujuan paling utama dari latihan kesehatan jasmani yakni untuk menjaga serta tingkatkan tingkat kesehatan jasmani. Unsur-unsur kesehatan jasmani yang terkait dengan rencana kesehatan jasmani dalam kehidupan keseharian diantaranya kemampuan, ketahanan serta keseimbangan.

Pengertian Kebugaran Jasmani Menurut Para Ahli

  • Mochamad Sajoto serta Judith Rink

Beliau memiliki pendapat kalau Kebugaran Jasmani adalah kekuatan seorang menuntaskan pekerjaan sesehari tanpa mengalami kelelahan terlalu berlebih, dengan pengeluaran daya yang cukup besar, untuk penuhi keperluan geraknya serta nikmati waktu senggang juga untuk penuhi kepentingan darurat apabila dibutuhkan setiap saat.

  • Rusli Lutan

Beliau memiliki pendapat kalau kesehatan jasmani adalah kekuatan seorang dalam lakukan semua jenis pekerjaan fisik yang membutuhkan fleksibilitas, ketahanan serta kemampuan.
Pangrazi (1995)

Beliau memiliki pendapat kalau Pendidikan jasmani adalah bagian dari pendidikan pada umumnya yang memberi sumbangan pada pemberian pengalaman gerak untuk perubahan dan perkembangan anak keseluruhan.

  • Sadoso Sumosardjuno (1989 : 9)

Beliau memiliki pendapat kalau Kebugaran Jasmani adalah kekuatan seorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari secara gampang, tanpa ada rasa capek yang berarti, dan masih tetap memiliki cadangan tenaga (sisa) untuk nikmati waktu senggangnya serta untuk beberapa kondisi mendadak.

  • Agus Mukhlolid, M. Pd (2004 : 3)

Agus Mukholid memiliki pendapat kalau Kebugaran Jasmani adalah kekuatan serta kesanggupan untuk beraktivitas atau kerja, mempertinggi daya kerja dengan tanpa ada alami kelelahan yang terlalu berlebih.

  • Menurut Lutan (2001)

Pendidikan Jasmani adalah satu sistem aktivitas jasmani yang disusun serta didesain dengan cara systematis, untuk merangsang perubahan serta perkembangan, menambah ketrampilan serta kekuatan jasmani, kecerdasan pembentukan watak, dan sikap serta nilai yang positif untuk tiap-tiap warga negara, dalam rencana meraih tujuan pendidikan.

  • Muhajir

Muhajir memiliki pendapat kalau kesehatan jasmani adalah kesanggupan badan menyesuaikan dengan pekerjaan yang dikerjakan tanpa ada rasa capek yang berarti.

  • Giri Widjojo serta Sumosardjuno

Beliau menyebutkan kalau kebugaran jasmani adalah kekuatan badan untuk mengatur manfaat alat-alat tubuh dalam batas fisiologi pada kondisi lingkungan atau kerja fisik dengan cara efektif tanpa ada terasa capek yang berarti.

  • Djoko Pekik

Djoko pekik memiliki pendapat, Kesehatan jasmani adalah kekuatan tiap-tiap orang untuk lakukan kerja keseharian dengan cara efektif tanpa ada muncul kelelahan yang berarti hingga masih tetap nikmati waktu luangnya.

  • Menurut Suratman (1975)

Beliau menyebutkan kalau Kebugaran jasmani adalah satu segi fisik dari kesegaran menyeluruh (keseluruhan fitness) yang memberi kekuatan pada seorang untuk menggerakkan kehidupan yang produktif serta bisa mengatur pada setiap pembebanan atau stres fisik yang lumrah.

  • T. Cholik Muthohir (1999) dalam Ismaryati (2006 : 40)

Kesehatan jasmani adalah keadaan yang melukiskan kekuatan seorang untuk lakukan pekerjaan dengan produktif tanpa alami kelelahan yang terlalu berlebih.

  • Bucher (1995)

Bucher memiliki pendapat kalau Pendidikan jasmani bukan sekedar difokuskan pada kesuksesan kekuatan jasmaniah yang bertambah dari keterlibatannya dalam kegiatan namun juga dalam meningkatkan sikap dan pengetahuan yang mensupport pada belajar selama hanyat serta waktu keikutsertaan.

  • Balitbang Kurikulum Depdiknas (2002)

Pendidikan jasmani adalah sistem pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar pada siswa yang berbentuk kesibukan jasmani, berolah raga serta bermain, yang direncanakan secara systematis, manfaat merangsang pertumbuhannya.

  • Sukintaka (2004)

Menurut Sukintaka Pendidikan jasmani adalah sisi integral dari pendidikan keseluruhan yang coba meraih arah guna meningkatkan kesehatan jasmani, sosial, emosional serta mental untuk orang-orang, lewat wahana kesibukan pendidikan jasmani.

  • Judith Rink

Kesehatan jasmani adalah kekuatan seorang waktu jalankan kebiasaan keseharian dengan energi yang besar, namun tak terasa kelelahan yang terlalu berlebih, serta dapat menikmati kebiasaan itu. Dari 15 pengertian Kesehatan Jasmani diatas bisa kita diartikan kalau kesehatan jasmani yaitu satu kekuatan seorang untuk lakukan banyak kegiatan keseharian dengan kemampuan yang dipunyainya tanpa rasakan capek yang terlalu berlebih.

Kesehatan jasmani benar-benar sangat dibutuhkan oleh tiap-tiap orang lantaran kondisi badan yang sehat begitu erat hubungannya dengan kesibukan yang dikerjakan. Makin bugar atau sehat seorang, jadi makin banyak kesibukan berguna yang bisa ditangani.

Komponen Kebugaran Jasmani

Berikut ini adalah komponen dan unsur-unsur kebugaran jasmani yang terbagi atas sepuluh jenis, di antaranya adalah:

  • Kekuatan (Strength)

Kekuatan dapat dikatakan sebagai kondisi tubuh yang mampu memepergunakan otot ketika dibebankan untuk menjalankan suatu aktivitas. Otot yang kuat dapat diraih dengan latihan berat yang dilakukan secara rutin dan konsisten.

Salah satu cara untuk melatih kekuatan otot adalah dengan melakukan latihan angkat beban. Beberapa bentuk latihan kebugaran jasmani lainnya untuk melatih kekuatan otot adalah sebagai berikut:

  1. Push-up, untuk melatih kekuatan otot lengan.
  2. Sit-up, melatih kekuatan otot perut.
  3. Squat-jump, melatih kekuatan tungkai dan oto perut.
  • Daya Tahan (Endurance)

Daya tahan merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan organ tubuhnya seperti jantung, paru-paru, dan sebagainya secara efektif dan efisien untuk melakukan aktivitas. Berbeda dengan kekuatan, daya tahan tubuh dapat dilatih dengan latihan-latihan ringan seperti lari dan joging  yang dilakukan secara rutin setidaknya 30 menit setiap harinya.

  • Daya Otot (Muscular Power)

Daya otot merupakan kemampuan seseorang dalam memanfaatkan kekuatan maksimum dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Daya otot berkaitan dengan sistem anaerobik dalam proses pemenuhan kebutuhan energi.

Latihan kebugaran jasmani yang dapat melatih kemampuan daya oto di antaranya adalah:

  1. Vertical jump, untuk melatih daya ledak otot tungkai.
  2. Front jump, untuk melatih kemampuan otot betis dan tungkai.
  3. Side jump, melatih daya ledak otot tungkai dan paha.
  • Kecepatan (Speed)

Kecepatan merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kemampuan ini sangat diandalkan dalam olahraga yang membutuhkan kecepatan, seperti lari jarak pendek 100 dan 200 meter. Kekuatan otot tungkai juga sangat berpengaruh dalam melatih kecepatan gerak tubuh manusia.

Latihan utama yang dilakukan untuk meningkatkan kecepatan adalah berlari 50-200 meter.

  • Daya Lentur (Flexibility)

Daya lentur merujuk pada efektivitas tubuh manusia dalam menyesuaikan diri dengan gerakan atau aktivitas yang mengandalkan kelenturan tubuh.

Contoh latihan yang dapat melatih daya lentur adalah senam, yoga, dan renang.

  • Kelincahan (Agility)

Kelincahan merupakan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan posisi-posisi tubuh seperti dari depan ke belakang, atau dari kiri ke kanan. Salah satu jenis olahraga yang mengandalkan kelincahan adalah bulu tangkis, dan sepak bola. Beberapa jenis latihan fisik yang dapat melatih kelincahan di antaranya adalah lari zig-zag dan naik-turun anak tangga.

  • Koordinasi (Coordination)

Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan gerakan tubuh berbeda ke dalam satu gerakan yang efektif. Kemampuan koordinasi tubuh dapat dilatih dengan cara memantulkan bola pada tembok dengan tangan kanan dan menangkapnya kembali menggunakan tangan kiri. Intinya, latihan koordinasi membutuhkan kemampuan gerak insting yang kuat sekaligus konsentrasi yang tinggi.

  • Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mengendalikan organ dan syaraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan tubuh dengan baik. Salah satu cabang olahraga yang mengandalkan kemampuan keseimbangan adalah senam dan loncat indah. Latihan-latihan fisik yang berguna untuk melatih keseimbangan di antaranya adalah latihan sikap lilin, berjalan di atas balok kayu, dan berdiri dengan tangan sebagai tumpuannya.

  • Ketepatan (Accuracy)

Ketepatan adalah kemampuan dalam mengendalikan gerakan sesuai dengan sasaran. Sepak bola bowling, dan memanah merupakan cabang permainan olahraga yang mengandalkan ketepatan.
Beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk melatih ketepatan atau akurasi di antaranya adalah melempar bola pada keranjang atau sasaran tertentu.

  • Reaksi (Reaction)

Reaksi merupakan kemampuan seseorang dalam menanggapi rangsangan atau stimulus yang diberikan orang lain. Bentuk latihan kebugaran jasmani untuk melatih ketepatan reaksi adalah lempar tangkap bola.

Mengukur Tingkat Kebugaran Jasmani

Tujuan Kebugaran JasmaniSetiap orang memiliki tingkat ketahanan fisik dan kebugaran yang berbeda-beda. Tingkat kebugaran seseorang dapat diketahui melalui cara-cara berikut ini:

  • Jenis Gerakan

Kebugaran jasmani dapat diperoleh dengan melakukan gerakan yang sesuai dengan kemampuan tubuh, yakni diawali dengan melakukan gerakan yang mudah lalu intensitas dan tingkat kesulitan gerakan tersebut dapat ditingkatkan seiring dengan kemampuan tubuh yang semakin bertambah.

  • Frekuensi

Latihan kebugaran jasmani yang ringan dan dilakukan secara rutin dapat memberikan efek yang bagus bagi tubuh dibanding latihan berat yang dilakukan hanya sesekali. Frekuensi latihan yang konsisten seperti tiga kali dalam satu minggu dibutuhkan untuk membentuk kekuatan tubuh yang prima.

  • Waktu

Waktu dan durasi latihan pun menentukan tingkat kebugaran jasmani seseorang. Waktu latihan kebugaran jasmani ditentukan dari tingkat ketahanan tubuh yang dimiliki seseorang. Umumnya, orang-orang yang tidak terlalu rutin dalam berolahraga dianjurkan untuk latihan fisik setidaknya 30 menit setiap harinya untuk menghindari kelelahan yang berlebihan.

 

Manfaat dan Tujuan Kebugaran Jasmani

Manfaat Kebugaran JasmaniKebugaran jasmani tidak hanya memberikan manfaat dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Tubuh kita akan mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa dari latihan kebugaran jasmani yang kita lakukan secara rutin.

Berikut tujuan dan manfaat latihan kebugaran jasmani yang dapat kita rasakan:

  • Mengurangi Risiko Obesitas

Seseorang yang rutin menggerakkan tubuhnya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari atau berolahraga akan terhindari dari penumpukan lemak zat makanan yang dapat menyebabkan obesitas. Aktivitas fisik mampu membantu tubuh dalam membakar kalori menjadi energi, dan membuatnya tidak menumpuk dalam tubuh.

  • Mencegah Penyakit Jantung

Penyakit jantung dapat dibilang sebagai salah satu penyebab kematian paling berbahaya di dunia. Untuk itu, kita dianjurkan untuk memelihara kesehatan jantung dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Salah satu jenis latihan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan untuk melatih kekuatan otot jantung adalah lari-lari ringan. Semakin rutin dilatih, maka otot jantung kita dapat berkontraksi dengan baik.

  • Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tingginya tekanan darah dapat menjadi pemicu munculnya berbagai macam penyakit seperti stroke dan jantung koroner. Olahraga rutin dan konsumsi makanan tanpa lemak dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

  • Mengatasi Depresi

Latihan kebugaran jasmani tidak hanya bermanfaat dalam mengurangi beragam risiko penyakit. Depresi pun dapat ditangai dengan berolahraga. Pikiran yang suntuk dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas di luar ruangan. Dengan sekadar berolahraga ringan seperti joging atau jalan cepat, kita dapat menghirup udara segar dan mengurangi rasa suntuk.

  • Meningkatkan Energi

Seseorang yang melatih kekuatan dan kemampuan tubuhnya dengan rutin cenderung tidak mudah lelah. Hal tersebut disebabkan aktivitas fisik dapat membantu melatih kekuatan otot sekaligus melancarkan suplai oksigen ke dalam jaringan tubuh sehingga kita tidak mudah mengantuk dan cepat lelah.

NEXT