Pengertian Laut : Jenis Dan Macam Laut

Ngelmu.id –┬áSecara umum pengertian Laut merujuk pada badan atau kumpulan air asin yang berada pada cekungan yang cukup luas. Rasa asin yang terkandung di air laut diperoleh dari adanya kandungan garam/ mineral, gas dan zat organik yang terlarut di dalam air laut.

Pengertian Laut

Laut merupakan salah satu dari sumber daya alam karena dari laut kita dapat melihat suatu keindahan. Selain itu, laut merupakan tempat nelayan untuk mengais rejeki dengan menangkap ikan setiap harinya.

Namun sekarang ini banyak orang/nelayan yang salah mempergunakan alat dalam menangkap ikan seperti dengan bom. Padahal penggunaan alat itu hanya akan merusak kelestarian dari laut itu sendiri.

Sangat penting bagi kita untuk mengerti betapa pentingnya laut bagi kehidupan manusia agar laut tetap terjaga kelestariannya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha dari pemerintah dan dibantu oleh masyarakat dalam melestarikan laut.

Laut merupakan suatu kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut.

Indonesia mempunyai wilayah perairan laut yang sangat luas dan kurang terjaga sehingga mudah mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara tetangga. Untuk landas kontinen negara kita berhak atas segala kekayaan alam yang terdapat di laut sampai dengan kedalaman 200 meter. Batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut zona ekonomi ekslusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis dasar laut.

Air Laut

Rasa Air Laut

Mungkin ketika kita membahas tentang laut, masih banyak kawan-kawan yang bertanya-tanya kenapa air laut ini rasanya asin. Nah langsung aja ke pembahasan yang ada dibawah ini.

Sebetulnya rasa air laut berasal dari daratan, kronologinya . Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap dalam tanah dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi melalui sungai-sungai dan akhirnya mencapai laut. Nah pada saat perjalanan menuju ke laut tersebut, air dari daratan juga membawa mineral, sehingga laut dipenuhi garam-garam mineral.

Kita mengetahui laut memiliki suatu permukaan yang sangat luas sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penguapan dalam jumlah besar, pada saat air laut menguap, yang menguap hanyalah air(H2O) sedangkan garam-garam mineral tetap tinggal bersama air laut, begitulah sehingga air laut rasanya asin. Kadar keasinan air laut ini yang dipengaruhi oleh faktor suhu, biasanya semakin panas daerah tersebut, air lautnya semakin asin.

Setelah membaca pertanyaan di atas, mungkin sobat sudah mengetahui alasan mengapa air laut rasanya asin, tapi kembali muncul pertanyaan : Kenapa Air di danau rasanya tidak asin yang padahal airnya juga berasal dari daratan?

Nah jawabannya karena suatu permukaan air danau tidak cukup luas sehingga penguapannya tidak begitu besar, maksudnya air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih seimbang dan sumber mineralnya sangat terbatas, beda dengan laut yang sumber mineralnya dari berbagai penjuru dunia menjadi satu.

Kandungan Garam Dalam Air Laut

Air Laut mempunyai kadar garam rata-rata 3,5 %. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 garam (terutama, tapi tidak seluruhnya, merupakan garam dapur (NaCl).

Meskipun kebanyakan air laut di dunia mempunyai kadar garam sekitar 3,5 % air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang Paling tawar ialah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothania, keduanya bagian dari laut Baltik. Yang paling asin yaitu di Laut Merah, dimana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.

Air laut mempunyai kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah. Contohnya natrium, kalium, dan Kalsium, dan lain-lain. Jika air sungai mengalir ke lautan, air tersebut membawa garam. Ombak laut yang memukul pantai juga bisa menghasilkan garam yang terdapa pada batu-batuan. Lama kelamaan air laut menjadi asin karena banyak mengandung garam.

Awal mula Laut

Menurut para ahli, awal mula Thorik terdiri dari berbagai versi; salah satu versi yang cukup terkenal adalah bahwa pada saat itu Bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi. Akibatnya, uap Lahar di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di Bumi hingga terbentuklah Laut.

Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar Matahari dapat kembali masuk menyinari Bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut menjadi semakin asin.

Pada 3,8 miliar tahun yang lalu, planet Bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin mendingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi.

Kehidupan di Bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun teori ini masih merupakan perdebatan hingga saat ini.

Pada hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 miliar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Hal ini mungkin menjawab pertanyaan tentang saat-saat awal kehidupan dan di bagian lautan yang mana terjadi awal kehidupan tersebut. Sedangkan kelautan itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari berbagai biota atau makhluk hidup di laut yang perlu dimanfaatkan melalui usaha perikanan dan kelautan.

Jenis – Jenis Laut

Menurut Proses Terjadinya

Ada beberapa jenis laut di bumi ini, dan menurut proses terjadinya kita mengenal adanya Laut Transgresi, Laut Ingresi, dan Laut Regresi.

Laut Transgresi

Laut Transgresi adalah laut yang terjadi karena adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, sehingga bagian-bagian daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada zaman es. Contoh laut jenis ini adalah Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Laut Utara.

Laut Ingresi

Laut Ingresi adalah laut yang terjadi karena adanya penurnan tanah di dasar laut. Oleh karena itu laut ini sering disebut laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat. Contohnya lubuk Sulu, Lubuk Sulawesi, dan Lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog adalah penurunan di dasar laut yang bentuknya memanjang. Contohnya Palung Mindanau yang dalamnya 1.085 m, Palung Sunda yang dalamnya 7.450 m, dan Palung Mariana yang dalamnya 10.683 (terdalam di dunia).

Laut Regresi

Laut Regresi adalah laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur, dan lain-lain) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut tersebut. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.

Menurut Letaknya

Berdasarkan letaknya, Laut dibedakan menjadi tiga, yaitu Laut Tepi, Laut Pertengahan, dan Laut Pedalaman.

Laut Tepi

Laut Tepi adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Contohnya Laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan Kepulauan Filipina

Laut Pertengahan

Laut Pertengahan adalah laut yang terletak diantara benua-benua. Lautnya dalam dan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contohnya Laut tengah diantara benua Afrika-Asia dan Eropa.

Laut Pedalaman

Laut pedalaman adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Hitam.

Menurut Kedalamannya

Dalam kategori ini laut dibedakan berdasarkan 4 wilayah (zona), yaitu Zona Lithoral, Zona Neritic, Zona Bathyal, dan Zona Abysal.

Zona Lithoral

Zona ini adalah wilayah pantai atau pesisir. Di wilayah ini pada saat air pasang akan tergenang air, dan pada saat air surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering juga disebut Wilayah Pasang-Surut.

Zona Neritic

Zona Neritic adalah baris batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jeni kehidupan baik hewan maupun tumbuhan.

Zona Bathyal

Zona Bathyal adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 hingga 1800 m. Wilayah ini tidak dapat tertembus sinar matahari, oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di Wilayah Neritic.

Zona Abysal

Zona Abysal adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1800 m. Di wilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Jenis hewan yang dapat hidup di wilayah ini sangat terbatas.

Manfaat Laut Bagi Kehidupan Manusia

Laut memiliki banyak fungsi/peran/manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya karena di dalam dan di atas laut terdapat kekayaan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan. Berikut beberapa manfaat laut bagi kehidupan manusia.

Tempat Rekreasi dan Hiburan

Indonesia memiliki banyak sekali laut yang indah dan berpotensi untuk pariwisata, salah satu contohnya adalah Laut Bunaken.

Laut Bunaken memiliki pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan, karena masih terjaganya terumbu karang yang menjadi tempat hidup ikan.

Dengan masih alaminya Laut Bunaken, maka ikan-ikan akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga menambah indahnya Laut Bunaken.

Maka tak heran jika banyak wisatawan baik dari dalam maupun wisatawan asing yang datang untuk berkunjung.

Pembangkit Listrik

Laut juga dapat dimanfaatkan sebagai tenaga alam pembangkit listrik, dengan tenaga yang sangat besar (tenaga ombak, pasang surut air, angin, dan sebagainya) akan bisa menghasilkan listrik yang besar pula.

Ini sangat bermanfaat sekali bagi manusia karena bisa mengerjakan pekerjaan sehari hari dengan menggunakan tenaga listrik.

Tempat Hidup Sumber Makanan Kita

Sebagian besar penduduk pesisir pantai menggantungkan hidupnya kepada hasil laut sebagai seorang nelayan. Setiap hari mereka pergi menangkap ikan setelah itu hasilnya mereka jual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ikan termasuk salah satu bahan makanan yang sangat bermanfaat bagi manusia karena mengandung protein hewani yang sangat tinggi dibandingkan dengan sumber protein yang lain.

Seharusnya kita harus banyak mengonsumsi ikan, hal ini termasuk usaha untuk memperbaiki gizi masyarakat untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang.

Tempat Budidaya

Dengan perairan yang sangat indah, alami dan masih banyak ditumbuhi terumbu karang maka laut yang seperti ini akan menarik perhatian ikan-ikan untuk hidup.

Para nelayan dapat memanfaatkan laut untuk tempat budidaya, seperti budidaya kerang mutiara, rumput laut, dan lain-lain.

Sebagai Jalur Transportasi Air

Laut juga digunakan sebagai jalur transportasi air. Kita bisa menuju ke benua manapun dengan melewati jalur laut, hal ini karena laut bisa diumpamakan sebagai jalan penghubung.

Pada jaman dulu, laut di gunakan oleh para pedagang, pelaut, sebagai jalur menuju tempat tujuan karena masih belum ada kendaraan udara.

Indonesia memiliki letak yang strategis sebagai tempat persinggahan para pedagang karena terletak diantara dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik.

Sebagai Tempat Cadangan Air Bumi

Laut berpotensi menjadi cadangan air bumi, jika air di daratan habis maka mau tidak mau kita akan menggunakan air laut untuk kebutuhan sehari hari.

Salah Satu Sumber Air Minum (Desalinasi)

Sumber air minum tidak hanya berasal dari darat saja, tapi laut pun juga dapat menghasilkan air untuk dikonsumsi lewat proses desalinasi.

Desalinasi adalah proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi manusia, binatang dan tanaman.

Tempat Barang Tambang Berada

Di laut banyak terdapat barang barang tambang, misalnya minyak bumi. Minyak bumi terbentuk dari hewan hewan kecil yang mati berjuta tahun yang lalu.

Minyak bumi sangat penting bagi manusia karena menjadi bahan bakar mesin yang dipakai oleh manusia.

Apalagi dimasa modernisasi seperti ini, kebutuhan kendaraan yang berupa mesin sangat dibutuhkan, sehingga kebutuhan minyak bumi pun meningkat.

Sebagai Objek Riset Penelitian dan Pendidikan

Laut memiliki manfaat yang sangat penting juga dalam bidang pendidikan, yaitu sebagai objek riset penelitian.

Laut mempunyai kekayaan alam yang melimpah sehingga tak akan ada hentinya para peneliti untuk menguak misteri yang terkandung didalamnya. Mulai dari hewan, tumbuhan, batuan, dan lain sebagainya.

Tempat Membuang Sampah Berbahaya (Fungsi Buruk)

Ini merupakan fungsi yang sangat buruk dari laut. Sebenarnya kita tidak pernah menginginkan hal ini terjadi, tapi jika memang tidak ada lagi tempat membuang sampah, laut juga bisa di gunakan.

Contoh real nya adalah pembuangan lumpur Lapindo di Sidoarjo ke laut. Ini membuktikan jika tidak ada tempat lagi, maka laut pun juga bisa digunakan untuk tempat pembuangan sampah.

Laut merupakan salah satu dari sumber daya alam karena dari laut kita dapat melihat suatu keindahan. Selain itu, laut merupakan tempat nelayan untuk mengais rejeki dengan menangkap ikan setiap harinya.

Namun sekarang ini banyak orang/nelayan yang salah mempergunakan alat dalam menangkap ikan seperti dengan bom. Padahal penggunaan alat itu hanya akan merusak kelestarian dari laut itu sendiri.

Sangat penting bagi kita untuk mengerti betapa pentingnya laut bagi kehidupan manusia agar laut tetap terjaga kelestariannya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha dari pemerintah dan dibantu oleh masyarakat dalam melestarikan laut.