Pengertian Lingkungan Hidup : Komponen, Dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup

Ngelmu.id – Sebagian Kita Mungkin Sering Mendengar Lingkungan Hidup, Namun Jarang Dari Kita Mengerti Apa Definisi Dari Lingkungan Hidup. Berikut Mari Kita Simak Definisi Dari Lingkungan Hidup Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Pengertian Lingkungan Hidup Secara Umum

Definisi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan para tetangga. Sementara lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup seperti rumah, gedung, dan tiang listrik.

Pengertian lingkungan hidup adalah sebuah kesatuang ruang dengan segala benda dan makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi keberlangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Lingkungan hidup mencakup ekosistem, perilaku sosial, budaya, dan juga udara yang ada.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Emil Salim

Menurut Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Definisi lingkungan hidup menurut Emil Salim dapat dikatakan cukup luas. Apabila batasan tersebut disederhanakan, ruang lingkungan hidup dibatasi oleh faktor-faktor yang dapat dijangkau manusia, misalnya faktor alam, politik, ekonomi dan sosial.

Soedjono

Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani. Menurut definisi Soedjono, lingkungan hidup mencakup lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya.

Munadjat Danusaputro

Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

Otto Soemarwoto

Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan.

Sambas Wirakusumah

Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.

Definisi mengenai lingkungan hidup tidak hanya datang dari para ahli, tetapi definisi tersebut dituangkan pula dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam undang-undang ini, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan, dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Komponen Lingkungan Hidup

Komponen Lingkungan HidupLingkungan hidup dibagi ke dalam tiga kategori, yakni lingkungan alami (biotik dan aboitik), lingkungan binaan, dan lingkungan sosial budaya.

Lingkungan Hidup Alami

Lingkungan hidup alami memiliki arti lingkungan hidup yang telah ada di alam tanpa adanya campur tangan manusia dalam memodifikasi atau mengubah tatanan lingkungan yang sudah ada. Lingkungan hidup alami meliputi komponen biotok dan abiotik.

Komponen biotik terdiri dari keseluruhan makhluk hidup mulai dari mikroorganisme, hewan, tumbuhan, dan manusia. Sementara, yang dimaksud komponen abiotik ialah unsur tak hidup yang menunjang keberlangsungan hidup komponen biotik, seperti udara, mineral, tanah, air, batuan, cahaya matahari, dan sebagainya.

Dalam lingkungan hidup alami, seluruh komponen biotik dan abiotik memiliki perannya masing-masing yang saling memengaruhi. Contohnya, komponen abiotik yakni tanah, air, dan cuaca dapat memengaruhi kehidupan organisme seperti tanaman di suatu wilayah.

Lingkungan Hidup Binaan

Kesadaran manusia bahwa lingkungan hidup alami memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan makhluk hidup membuat manusia berusaha untuk memperpanjang usia lingkungan hidup dengan cara memodifikasi atau mengelola lingkungan hidup.

Hal tersebut dilakukan tidak lain agar lingkungan hidup dapat kembali memiliki keseimbangan ekologi dalam memenuhi kebutuhan seluruh makhluk hidup yang berada di dalamnya.

Usaha penciptaan lingkungan hidup binaan meliputi penanaman hutan (reboisasi), pengolahan air limbah agar tidak mencemari lingkungan sungai, serta penanaman pohon untuk menciptakan suasana yang rindang dan udara bersih.

Lingkungan Sosial Budaya

Lingkungan sosial budaya merujuk pada lingkungan tempat manusia berinteraksi dengan sesamanya. Lingkungan sosial budaya tentu saja berhubungan erat dengan lingkungan alam. Berbagai jenis pembaharuan dan kerusakan yang terjadi pada lingkungan alam merupakan buah dari interaksi manusia dalam lingkungan sosial budaya.

Interaksi sosial manusia yang berdampak bagi keberlangsungan hidup lingkungan alam terdiri dari dua kategori yakni interaksi yang bersifat asosiatif dan disosiatif.

Interaksi asosiatif merupakan bentuk hubungan yang menghasilkan kerja sama terhadap pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam konteks lingkungan hidup, bentuk interaksi asosiatif tersebut dapat dilihat dari usaha manusia untuk menghijaukan kembali wilayahnya dengan menanam pohon. Sementara, interaksi disosiatif merupakan kebalikan dari interaksi asosiatif. Interaksi disosiatif cenderung menimbulkan kerugian bagi setiap komponen lingkungan hidup yang berada di dalamnya.

Manusia memegang peran utama di dalam lingkungan hidup sebab manusia telah diberkati dengan kemampuan melebihi makhluk-makhluk lainnya. Dengan kemampuannya tersebut, manusia seharusnya mampu menjadikan lingkungan hidup sebagai tempat tinggal yang makmur dan enguntungkan setiap komponen yang ada di dalamnya.

Namun, tentu saja kemampuan yang dimiliki tiap manusia berbeda-beda. Manusia yang memiliki kemampuan dan pengetahuan tinggi tentu saja akan membuat lingkungan hidupnya menjadi tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali, sedangkan manusia yang kemampuannya masih tergolong rendah cenderung memanfaatkan lingkungan hanya untuk mengeruk keuntungan yang ujung-ujungnya menimbulkan kerusakan pada lingkungan.

Contoh Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Gejala Alam

Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi diakibatkan oleh alam itu sendiri. Peristiwa alam yang terlalu hebat membuat alam di sekitarnya terkena dampak yang signifikan. Dengan begitu berakibat goyahnya keseimbangan lingkungan hidup.

Beberapa contoh kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh alam diantaranya adalah :

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Gunung Meletus

Pada saat bencana gunung meletus ini terjadi, gunung menyemburkan lava, lahar, dan beberapa material padat lain yang berasal dari dalam bumi. Materal ini juga terbagi menjadi beberapa sifat seperti beruap, panas, dan membawa debu-debu vulkanis yang buruk bagi makhluk hidup.

Akibatnya, banyak lingkungan hidup yang berada di sekitarnya juga di daerah-daerah yang dilalui oleh lahar, debu, dan lava ini menjadi mati. Sedangkan tanah yang menjadi sumber unsur hara kehidupan makhluk hidup menjadi rusak dan terbawa aliran lahar.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Gempa Bumi dan Tsunami

Gempa bumi ialah sebuah bencana alam yang terjadi akibat pergerakan tanah pada lapisan endogen. Semakin jauh jarak pergeseran yang terjadi, semakin besar gempa yang terjadi pada permukaan tanah.

Hal ini menyebabkan kerusakan yang sangat parah di permukaan bumi bagi setiap makhluk hidup. Dan jika pergerakan pergeseran lapisan endogen bumi ini berada di bawah permukaan laut, yang terjadi adalah bencana tsunami.

Akibat yang ditimbulkan dari bencana tsunami juga tak kalah hebatnya dari bencana gempa bumi itu sendiri. Karena lingkungan hidup yang berada di laut maupun yang berada di daratan akan terkena dampak kerusakannya.

Angin ribut atau lebih ringkas disebut badai biasanya terjadi diakibatkan perbedaan tekanan yang sangat mencolok pada suatu daerah, biasanya di daerah yang jauh dari daerah pegunungan.

Perbedaan ini menyebabkan angin bertiup lebih kencang daripada biasanya hingga menyebabkan timbulnya putaran angin di satu titik dan terjadilah badai.

Bencana ini mengganggu aktivitas makhluk hidup yang tinggal di tempat tersebut, merusak tanaman, bangunan, prasarana umum, dan juga mengganggu penerbangan.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Tanah Longsor

Bencana ini sebenarnya masih bisa dikategorikan kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, namun juga banyak diantaranya dikarenakan oleh alam itu sendiri.

Bencana ini biasanya diakibatkan kerusakan struktur tanah yang ada pada lingkungan tersebut, minimnya tanaman, dan juga angin yang mengikis terlalu dalam pada daerah perbukitan.

Akibatnya, akan banyak tanaman yang masih baru, tempat tinggal hewan yang berada di sekitarnya, dan juga segala prasarana dan aktivitas manusia menjadi rusak dan terganggu.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Banjir

Banjir juga merupakan salah satu kerusakan yang bisa disebabkan baik oleh perilaku manusia, ataupun murni karena dari alam itu sendiri.

Banjir yang murni biasanya terjadi akibat tanah dan tanaman yang sudah lelah untuk menyerap dan menampung air yang ada. Biasanya terjadi pada saat musim penghujan yang terlalu lebat dan datang terus-menerus.

Tetapi untuk banjir yang disebabkan manusia, bisa terjadi walaupun hujan yang mengguyur lingkungan tersebut tidak terlalu lebat. Ini biasanya disebabkan karena minimnya tanaman akibat penggundulan hutan dan buruknya kualitas tanah yang yang berguna sebagai daerah resapan air.

Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman, hancurnya habitat di tempat tersebut, dan juga rusaknya sarana prasarana manusia yang ada di sekitarnya.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Kemarau Panjang

Berbeda jauh dengan kondisi saat kerusakan lingkungan tersebut terjadi karena banjir. Kemarau yang berkepanjangan terjadi diakibatkan penyimpangan iklim, dimana musim kemarau yang terjadi di suatu daerah tersebut terjadi lebih lama daripada biasanya.

Akibat dari bencana ini adalah hilangnya sumber mata air bagi kehidupan di lingkungan tersebut. Akan banyak makhluk hidup yang mati karena kekurangan air, dan juga bisa mengakibatkan kebakaran tanaman karena terlalu panasnya sinar matahari yang sampai ke bumi.

Manusia juga tidak bisa melakukan pencegahan jika ini terjadi. Akibat dari meletusnya gunung berapi tersebut bisa menyebabkan banyak hal yang dapat merusak alam di sekitarnya. Misalnya saja kerusakan pertanian, perumahan, hutan, dan lingkungan yang berada dekat dengan daerah letusan gunung.

Contoh Macam Macam Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Aktivitas Manusia

Manusia merupakan makhluk tertinggi di puncak ekosistem ala mini. Hal ini tentunya membuat manusia mendominasi hamper di semua aspek kehidupan. Sayangnya beberapa manusia mempunyai sifat yang buruk seperti keserakahan terhadap alam ini.

Hal ini menjadikan manusia mengeksploitasi alam ini secara berlebihan dengan berbagai cara tanpa melihat efek yang di akibatkan selanjutnya.

Saat memanfaatkan lingkungan hidup di sekitar kita, kadang kita sebagai manusia tidak memperdulikan alam dan mengabaikan dampak yang diakibatkan oleh aktivitas kita tersebut. Sehingga lama kelamaan terjadilah suatu yang tidak kita inginkan, yaitu kerusakan lingkungan hidup ini.

Untuk mencegah hal itu terjadi lagi, alangkah baiknya kita mengetahui tentang macam-macam kerusakan lingkungan tersebut beserta sebab dan akibat yang ditimbulkan. Beberapa kerusakan lingkungan hidup tersebut diantaranya adalah :

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Pencemaran Udara

Penyebab pencemaran udara yang terjadi diakibatkan oleh manusia diantaranya adalah hasil asap pembakaran, terutama hasil keluaran dari bahan bakar minyak yang biasa dipakai oleh kendaraan bermotor, mesin pabrik, mesin pesawat terbang, dan roket.

Akibat yang timbul dari pencemaran udara ini antara lain, berkurangnya kadar Oksigen di udara, lapisan ozon yang kian hari kian menipis, terjadinya hujan asam yang berakibat tercemarnya ekosistem lain seperti tanah, air, hewan, dan tumbuhan.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Pencemaran Tanah

Penyebab pencemaran tanah yang terjadi diakibatkan oleh manusia diantaranya adalah sampah plastik atau sampah anorganik lain yang tertimbun di tanah sehingga sulit zat organik tanah sulit melakukan penguraian.

Pencemaran tanah juga terjadi saat kita menggunakan obat-obatan atau pupuk kimia yang berlebihan sehingga zat yang tersisa dan sempat digunakan oleh tanaman menjadi toksin yang mengganggu terhadap tanaman.

Akibat dari ekosistem tanah yang rusak adalah semakin kecilnya intensitas kesuburan tanah yang tercemar. Ini membuat tanah yang sebelumnya subur menjadi tanah kritis yang tidak lagi bisa digunakan untuk mengolah tanaman.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Pencemaran Air

Pencemaran air adalah pencemaran yang mengakibatkan sumber air yang mengalir di sekitar kita menjadi keruh dan bahkan tidak bisa digunakan lagi untuk keperluan aktivitas makhluk hidup.

Biasanya ini disebabkan deterjen, peptisida, limbah pabrik, dan bahan kimia lain yang dibuang ke sumber air. Akibat yang ditimbulkan adalah rusaknya ekosistem air seperti sungai, rawa, laut, air tanah, dan sumber air lainnya.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup akibat Pencemaran Suara

Pencemaran suara adalah pencemaran yang diakibatkan oleh suara-suara yang mengganggu di sekitar kita atau biasa disebut dengan kebisingan. Kebisingan yang mengganggu bagi manusia adalah suara yang kekuatannya mencapai 80 desibel.

Pencemaran ini biasanya disebabkan oleh peralatan-peralatan manusia yang berasal dari mesin. Seperti misalnya suara dari pesawat terbang, deru motor, mesin-mesin pabrik, atau juga instrument musik yang tidak berada pada tempatnya.

Penyebab dan Dampak Kerusakan Lingkungan akibat Degradasi Lahan

Degradasi lahan adalah kerusakan lingkungan yang ditandai dengan menyusutnya daya dukung lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan. Hal ini biasanya disebabkan karena pemanfaatan lingkungan yang tidak mempedulikan keseimbangan lingkungan tersebut.

Contoh diantaranya adalah eksploitasi ikan di lautan, penebangan pohon secara liar, penggunaat pukat harimau, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan populasi di suatu lingkungan menjadi punah, rusaknya suatu habitat, dan banyak yang lain.