Pengertian Modal

Pengertian Modal : Jenis Dan Fungsi Modal

Ngelmu.id – Menurut para ahli dalam bidang ekonomi, pengertian modal dapat dijabarkan ke dalam beberapa penjelasan. Modal merupakan hal yang sangat penting dan menjadi kebutuhan utama bagi para pengusaha yang untuk membangun sebuah usaha atau bisnisnya. Beberapa orang banyak yang berpikiran sempit bahwa modal selalu identik dengan uang, uang, dan uang.

Hanya seputar materi saja. Namun, sebenarnya, jika seseorang benar-benar memahami ilmu ekonomi dengan baik, terutama ilmu ekonomi bisnis maka pemikiran mereka terkait pengertian modal akan lebih luas, tidak melulu soal perkara dana. Dalam pemikiran yang lebih luas dan bijak, modal tidak harus selalu berupa uang, namun modal bisa berupa keinginan, niat, keahlian, motivasi, serta hal-hal lain yang dapat mendukung dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis.

Pengertian Modal

Modal merupakan salah satu bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Dengan modal, sebuah perusahaan dapat melaksanakan aktivitas produksi dan aktivitas – aktivitas bisnis lainnya. Tanpa modal (yang berbentuk uang), sebuah perusahaan tetap dapat berjalan, namun aktivitasnya akan sangat terbatas.

Dengan ini perkembangan teknologi makin jauh spesialisasi dalam perusahaan serta juga makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar, maka faktor produksi modal mempunyai arti yang lebih menonjol dalam kegiatan operasinya. Sebenarnya masalah modal dalam perusahaan merupakan persoalan yang tidak akan berakhir mengingat bahwa modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai konsep dalam hubungan dengan penggunaannya.

Untuk lebih mengetahui tentang rnodal dikemukakan beberapa pengertian modal sebagai berikut .
“Modal merupakan sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu perusahaan, perusahaan menggunakan dana ini untuk membelanjai aktivitas perusahaan dalam menghasilkan produk barang dan jasa”.

Pada pengertian tersebut di atas kita melihat bahwa modal sangat berperan dalam suatu perusahaan dan perusahaan yang baru berdiri membutuhkan modal untuk aktivitas perusahaan tersebut.

Sebagaimana lazimnya suatu perusahaan akan mengikuti perkembangan dari masa ke masa, maka pasti akan menggunakan suatu cara dalam mengikuti perkembangan tersebut untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

“Modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham) surplus dan laba yang ditahan, atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya”.

Dari uraian yang telah dikemukakan di atas, maka jelaslah, bahwa modal adalah dana untuk suatu awal mendirikan sebuah perusahaan dan dana tersebut pula digunakan untuk aktivitas perusahaan dan merupakan bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan atau dikuasai sepenuhnya oleh pemilik perusahaan tersebut.

Pengertian Modal Menurut Para Ahli

Prof. Bakker

Menurut Prof. Bakker, modal dapat diartikan sebagai barang – barang konkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang ada dalam neraca bagian debit, maupun berupa daya beli atau pun nilai tukar barang – barang yang tercatat di neraca bagian kredit.

Lawrence J. Gitman

Menurut Lawrence J. Gitman, pengertian modal adalah pinjaman jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan, atau pun setiap hal yang ada di bagian kanan neraca perusahaan selain kewajiban saat ini.

Bambang Riyanto

Menurut Bambang Riyanto, modal merupakan hasil produksi yang digunakan kembali untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya, kemudian modal ditekankan pada nilai, daya beli, atau pun kekuasaan menggunakan yang ada dalam barang – barang modal.

Drs. Moekijat

Menurut Drs. Moekijat, modal dapat dirumuskan menjadi beberapa rumusan dasar. Modal normalnya dianggap terdiri dari uang tunai, kredit, hak membuat, serta menjual sesuatu (berupa paten), mesin – mesin dan gedung – gedung. Akan tetapi, sering juga istilah modal digunakan untuk menggambarkan hak milik total yang terdiri dari jumlah yang ditanam, surplus, dan keuntungan – keuntungan yang tidak dibagi.

Jenis – Jenis Modal

Modal dapat dibagi menjadi dua jenis:

  1. Modal Aktif – Modal Konkrit, yaitu kekayaan
    yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Terdapat
    dalam neraca sebelah debet.
    terdapat 2 jenis modal aktif: Aktiva Lancar dan
    Aktiva tetap
  2. Modal Pasif – Modal Abstrak- Modal
    Finansiil, yaitu sumber-sumber dari mana dana
    diperoleh. Terdapat dalam Neraca sebelah kredit.
    Terdapat 2 jenis modal pasif yaitu: Modal asing
    dan Modal sendiri

Modal Aktif

Berdasarkan fungsi bekerjanya modal aktif dapat dibedakan menjadi:

  • Modal Kerja (Working Capital Assets)
  • Aktiva Lancar dan Modal Tetap (Fixed Capital Assets)
  • Aktiva Tetap

Perimbangan kedua aktiva tersebut akan menentukan “Struktur Kekayaan”

  • Aktiva Lancar adalah aktiva yang habis dalam satu kali perputaran dalam proses produksi, biasanya kurang dari satu tahun.
  • Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan dalam waktu yang pendek.
  • Aktiva Tetap atau Modal tetap adalah Aktiva yang tahan lama yang tidak atau yang secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi.
  • Aktiva yang tidak habis dalam proses produksi seperti: Tanah. Sehingga tanah tidak disusutkan.
  • Sedangkan yang secara berangsur-angsur habis adalah Mesin, Kendaraan, Bangunan, dan peralatan. Aktiva golongan ini disusutkan, sebagai prestasi yang digunakan dalam proses produksi selama periode tertentu.

Perbedaan fungsional antara Modal kerja dengan modal tetap:

  • Tidak mudah dikurangi atau ditambah
  • Relatif permanen
  • Proses perputaran dalam jangka panjang
  • Jumlah relatif Fleksibel
  • Berubah sesuai kebutuhan
  • Proses perputaran dalam jangka pendek

 

Modal Pasif

Berdasarkan syarat Likuiditas, yaitu menurut Jangka waktu penggunaan, modal pasif dibedakan “Modal Jangka Panjang baik yang ternentu waktunya maupun tidak” dan “Modal Jangka Pendek baik yang tertentu waktunya maupun tidak”

berdasarkan syarat solvabilitas, hubungannya dengan fungsi sebagai jaminan, “Modal sendiri ” dan “Modal asing ”

Berdasar syarat rentabilitas, yaitu dalam hubungannya dengan penghasilan, “modal dengan pendapatan tetap (obligasi)”, dan “modal dengan pendapatan tidak tetap (modal saham)

 

Fungsi Modal

Belanja Bahan Baku Alokasi modal yang paling banyak dipakai untuk usaha produksi ada pada belanja bahan baku. Misalnya bisnis produksi tahu, modalnya banyak dikeluarkan untuk belanja kedelai sebagai bahan baku utamanya. Letak permasalah usaha tahu sebenarnya bukan pada sepinya konsumen melainkan modal usaha dan bahan bakunya.

Misalnya ketika ingin menaikan jumlah produksinya, pembuat tahu tak bisa memenuhinya dengan alasan modalnya tak cukup. Padahal permintaan pasar sangat besar. Demikian juga ketika modal tersedia, ternyata kedelai tak tiba-tiba menghilang dipasaran. Karena bahan baku tak ada akhirnya produksi tahu jadi terhambat.

Usaha toko kelontong, modal dipakai untuk belanja dagangan seperti gula, minyak goreng dan lain sebagainya. Pemilik toko biasanya seminggu sekali kulakan ke pasar membeli barang dagangan.

Menggaji Pegawai Modal usaha selain untuk belanja barang dagangan juga dipakai menggaji karyawan. Karena karyawan adalah beban usaha dan bentuk dari tanggungjawab pemilik usaha yakni menggaji sesuai dengan jumlah yang disepakati perbulannya. Demikian juga untuk membayar berbagai tunjangan diluar gaji seperti uang makan, tunjangn anak dan istri. Cadangan dana untuk bayar gaji pegawai harus ada setiap bulan.

Membayar Tagihan Bulanan Alokasi modal usaha juga digunakan untuk membayar tagihan bulanan yang berkaitan dengan produksi misalnya tagihan listrik, telpon, retribusi. Itu bagian dari pengeluaran bulanan yang termasuk alokasi dana modal.

Sebagai Cadangan Modal Selain itu modal usaha disisihkan untuk dana cadangan, dan dipakai pada waktu-waktu tertentu ketika Anda harus meningkatkan produksi usahanya karena permintaan pasar. Misalnya menjelang hari raya, mendapatkan pesanan partai besar dan lain sebagainya. Menjalankan bisnis pasti ada siklus bisnisnya, kadang sepi tapi dilain hari ramai pembeli. Untuk mengantisipasi hal demikian, pelaku bisnis biasanya menyimpan cadangan modalnya.

Sewa Tempat Usaha Tempat usaha merupakan syarat kedua yang tak kalah pentingnya dalam sebuah bisnis. Modal dan tempat usaha saling ketergantungan. Memilih tempat usaha yang strategis tentu butuh kekuatan capital yang besar pula. Demikian juga seumpamanya Anda tak memiliki modal besar maka cukup menjalankan bisnis Anda dari rumah saja bukan.

Jadi kekuatan modal menentukan besar kecilnya sebuah bisnis. Sangat sulit menaikan omzet penjualan tanpa ada penambahan capital di sana. Oleh karena itu modal menjadi perkara yang penting untuk dibicarakan dan menjadi prioritas yang secepatnya direalisasikan.