Pengertian Morfologi : Adaptasi Morfologi

Ngelmu.id – Morfologi atau yang biasa disebut juga tata bentuk adalah bidang linguistic yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal. Dengan perkataan lain, morfologi mempelajari dan menganalisis struktur, bentuk, dan klasifikasi kata-kata. Dalam linguistik bahasa Arab, morfologi ini disebut tasrif, yaitu perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi bermacam-macam bentuk untuk mendapatkan makna yang berbeda (baru). Tanpa perubahan bentuk ini, maka yang berbeda tidak akan terbentuk.

Pengertian Morfologi

Pengertian Morfologi yaitu cabang ilmu biologi yang membahas mempelajari tentang tata bentuk luar atau sruktur dari suatu organisme. Sebagai contoh morfologi tumbuhan, artinya ilmu yang mempelajari mengenai struktur dan bentuk dari suatu tumbuhan. Suatu organisme perlu di identifikasi melalui bentuk serta strukturnya agar mudah di kenali. Selain itu morfologi juga di pelajari untuk menentukan fungsi dari suatu bagian dari organisme.

Mempeajari pengertian morfologi tentunya tidak terlepas dari dasar klasifikasi makhluk hidup. Makhluk hidup diklasifikasikan berdasarkan persamaan ciri yang ada pada masing – masing jenis atau individunya. Oleh karena itu diperlukan studi tentang ilmu yang mempelajari struktur bagian dari organisme, agar dapat mengidentifikasi bagian tersebut dan kemudian mengklasifikasikan organisme lain yang mempunyai ciri serupa. Berikut contoh morfologi tumbuhan agar anda lebih mudah memahami konsep morfologi.

Bagian Dasar Tumbuhan

Batang Tumbuhan

Batang sendiri dibagi menjadi dua yaitu batang yang basah yang memiliki ciri lunak dan berair misalnya tanaman kangkung, kemudian adapula batang kayu yang meiliki jaringan kambium dan sel sklerenkim yang berperan sebagai jaringan kayu. Selanjutnya adalah batang rumput yang memiliki ciri bulat berongga mempunyai ruas dan buku yang jelas terlihat dan memiliki ukuran yang tidak terlalu panjang. Misalnya tebu, dan padi. Yang terakhir adalah batang mendong yaitu batag yang mempunyai bentuk segitiga misalnya rumput teki.

Akar

Akar merupakan bagian yang sangat penting bagi tumbuhan karena berfungsi untuk menyerap zat – zat yang terdapat dalam tanah, menyimpan cadangan makanan, mengangkut zat zat seperti air untuk kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Selain itu akar juga berfungsi sebagai pengokoh tumbuhan agar bisa berdiri tegak dan kuat. Akar terdiri dari dua jenis yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang adalah sistem akar yang mempunyai satu akar yang ukurannya lebih dominan dari pada yang lain. Biasanya dimiliki oleh tubuhan yang mempunyai keping dua seperti kacang tanah. Sedangkan akar serabut adalah sistem akar yang mempunyai bentuk yang sama rata dengan yang lainnya. Biasanya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu.

Daun

Daun adalah tempat terjadinya fungsi utama dari tumbuhan yang sesungguhnya yaitu sebagai penghasil oksigen yang berasal dari sistem fotosintesis. Daun mempunyai klorofil yang merupakan zat hijau daun yang berfungsi untuk fotosintesis, hasil fotosintesis selain oksigen adalah zat gula yang digunakan untuk makanan tumbuhan tersebut. oleh karena itu tumbuhan disebut sebagai produsen karena bisa menghasilkan makanannya sendiri.

morfologi selain pada tumbuhan juga dapat di gunakan untuk mengidentifikasi hewan dan lainnya. Hal ini sangat membantu para peneliti untuk menemukan fakta bahwa manusia dan kera merupakan kerabat dekat. Salah satu manfaat dari morfologi adalah dikirimnya simpanse atau kera untuk meneliti apakah manusia dapat hidup di luar angkasa tanpa mengorbankan manusia.

Pengertian Morfologi Menurut Ahli

Banyak para ahli yang telah memberikan pengertian morfologi.

Mulyana (2007: 5)

Menyatakan bahwa istilah morfologi ‟ diturunkan dari bahasa Inggris morphology, artinya cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang susunan atau bagian-bagian kata secara gramatikal. Dulu, ilmu ini lebih dikenal dengan sebutan morphemics, yaitu studi tentang morfem. Namun, seiring dengan perkembangan dan dinamika bahasa, istilah yang kemudian lebih populer adalah morfologi.

Verhaar (1996: 97)

Menyatakan bahwa morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal.

Samsuri (1988: 15)

Mendefinisikan morfologi sebagai cabang linguistik yang mempelajari struktur dan bentuk-bentuk kata.
Definisi morfologi menurut Ramlan (1978:2) Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk beluk struktur kata serta pengaruh perubahan-perubahan struktur kata terhadap golongan dan arti kata.

Nida (1974: 1)

Menyatakan bahwa morfologi adalah suatu kajian tentang morfem-morfem dan penyusunan morfem dalam rangka pembentukan kata.

Crystal (1980: 232-233)

Morfologi adalah cabang tata bahasa yang menelaah struktur atau bentuk kata, utamanya melalui penggunaan morfem.Definisi marfologi menurut Bauer (1983: 33) morfologi membahas struktur internal bentuk kata.

Rusmaji (1993: 2)

Morfologi mencakup kata, bagian-bagiannya, dan prosesnya.

O’Grady dan Dobrovolsky (1989: 89-90)

Morfologi adalah komponen kata bahasa generatif transformasional (TGT) yang membicarakan tentang struktur internal kata, khususnya kata kompleks.

Adaptasi Morfologi pada Makhluk Hidup

Adaptasi morfologi pada manusia

  • Kulit manusia akan menghitam jika terlalu lama terkena sinar matahari
  • Rambut-rambut halus yang berada di kulit manusia akan berdiri jika suhu udara rendah, rambut manusia akan beruban jika sudah lanjut usia atau mungkin faktor lain
  • Hidung manusia menonjol keluar sehingga mudah untuk bernapas, lubang hidung manusia berada/menghadap ke bawah sehingga tidak mudah kemasukkan air
  • Daun telinga manusia menghadap ke depan sehingga mudah menangkap getaran suara, daun telinga manusia lentur sehingga aman ketika tidur

Adaptasi morfologi pada hewan

Bentuk kaki atau cakar yang adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe perenang, pemanjat, petengger, pejalan, dan pencengkeram.

  • Burung dengan tipe kaki perenang yakni burung yang memiliki selaput diantara jari-jari kakinya, contohnya: bebek/itik, mentok
  • Burung dengan tipe kaki pemanjat memiliki 2 jari ke depan dan 2 jari ke belakang, contohnya: burung pelatuk, burung kutilang
  • Burung bertipe kaki petengger memiliki empat jari dan ukurannya kecil, contohnya: kaki burung gelatik, burung pipit
  • Burung dengan tipe kaki pejalan memiliki kaki yang panjang dan tegak, contohnya: kaki ayam, burung unta
  • Burung bertipe kaki pencengkeram memiliki kaki pendek dan kekar serta berkuku runcing, contohnya : burung elang, rajawali, dan burung hantu

Bentuk paruh yang adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe pemakan biji, pemakan daging, pemakan ikan, dan pengisap madu.

  • Burung tipe pemakan biji memiliki paruh pendek dan kuat, contohnya : paruh burung pipit, burung gereja, parkit/emprit, merpati/dara, manyar, peking, perkutut, deruk
  • Burung tipe pemakan daging memiliki paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya, contohnya: paruh burung elang, burung hantu, gagak
  • Burung tipe pemakan ikan memiliki paruh burung berkantong,contohnya: paruh burung pelikan. Ada juga burung tipe pemakan ikan, udang, cacing yang memiliki paruh panjang dan runcing, contohnya : paruh burung pelikan, bangau, pecuk, flamingo, burung raja udang/burung cucuk urang/paruh udang
  • Burung tipe pengisap madu memiliki memiliki paruh panjang dan runcing, contohnya : burung kolibri, burung cucak kombo

Berdasarkan jenis makanannya atau cara serangga memperoleh makanannya, bentuk mulut serangga dapat dibedakan menjadi mulut 5 tipe yakni tipe mulut serangga penggigit, penusuk dan penghisap, penghisap, penjilat, dan penyerap.

  • Serangga tipe mulut penggigit memiliki mulut yang pendek dan runcing, contohnya: semut, rayap, belalang
  • Serangga tipe mulut penusuk dan penghisap memiliki bentuk mulut yang panjang dan tajam/runcing, contohnya: nyamuk
  • Serangga tipe mulut penghisap memiliki bentuk mulut seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan, contohnya : kupu-kupu,
  • Serangga tipe mulut penjilat memiliki lidah yang panjang, contohnya: lebah
  • Serangga tipe mulut penyerap memiliki alat penyerap mirip spons/gabus, contohnya: lalat

Adaptasi morfologi pada tumbuhan

Tumbuhan darat yang adaptif pada lingkungan kurang air ( kering ) yang disebut xerofit

Contoh tumbuhan xerofit :

  • Kaktus
  • Lili gurun
  • Pohon kurma
  • Lidah buaya (aloevera)
  • Setawar, dan
  • Sp senseveria

Ciri-ciri tumbuhan xerofit :

  • Daunnya tebal, sempit, kadang-kadang berubah bentuk atau tereduksi menjadi bentuk duri, sisik, atau bahkan tidak memiliki daun, dengan demikian maka dapat mengurangi penguapan.
  • Seluruh permukaan tubuhnya termasuk bagian daun tertutup oleh lapisan kutikula atau lapisan lilin yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu besar.
  • Batangnya tebal memiliki jaringan spons yang berfungsi untuk menyimpan air.
  • Memiliki akar yang panjang dan tersebar luas sehingga jangkauannya akar dalam mencari zat makanan sangat luas.
Tumbuhan darat yang adaptif pada lingkungan lembab yang disebut higrofit

Contoh tumbuhan higrofit:

  • Tumbuhan paku
  • Lumut
  • Tumbuhan kemunting
  • Tumbuhan daun ungu
  • Dedalu.

Ciri- ciri tumbuhan higrofit :

  • Memiliki daun yang tipis dan lebar.
  • Permukaan daunnya memiliki banyak mulut daun atau stomata sehingga dapat mempercepat proses penguapan.
Tumbuhan yang adaptif pada lingkungan air disebut hidrofit

Pengertian dan Contoh Adaptasi Morfologi, Fisiologi, Tingkah Laku pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan
Teratai dan Kangkung

Contoh tumbuhan hidrofit:

  • Teratai,
  • Enceng gondok
  • Kiambang
  • Kangkung,
  • Tumbuhan bakau

Ciri-ciri tumbuhan hidrofit:

Tumbuhan yang mengapung di air memiliki rongga antar sel yang berisi udara untuk memudahkan mengapung di air, daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara. Contoh: enceng gondok, kiambang
tumbuhan air yang terendam di dalam air, memiliki dinding sel yang kuat dan tebal untuk mengurangi osmosis ke dalam sel. Contoh : hydrilla,vallisneria

Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air.

Contoh: teratai, kangkung.

Tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut, mempunyai perakaran yang lebat dan kuat sehingga tidak roboh bila terkena ombak. Contoh: tumbuhan bakau.