Pengertian Observasi : Jenis, Manfaat Obsevasi

Ngelmu.id – Dalam melakukan observasi kita harus memperhatikan dengan teliti objek yang akan diteliti. Satu sampel yang kita ambil belum bisa dijadikan sebagai kesimpulan dari penilitian, oleh karena itu diperlukan banyak objek penelitian sebagai pembanding dalam melakukan observasi.

Pengertian Obsevasi

engertian Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja, yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang diselidiki.

  1. Pengertian Observasi dalam Arti Sempit adalah mengamati secara langsung terhadap gejala yang ingin diselidiki.
  2. Pengertian Obsevasi dalam Arti Luas adalah mengamati secara langsung dan tidak langsung terhadap gejala-gejala yang diselidiki.

Dari pengertian observasi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengertian Observasi adalah proses mengamati tingkah siswa dalam suatu situasi tertentu. Situasi yang dimaksud dapat berupa situasi sebenarnya atau alamiah, dan juga situasi yang sengaja diciptakan atau eksperimen.

Alat pengumpul data yang bisa dipergunakan dalam melakukan observasi ialah dengan menggunakan catatan anekdot atau lebih populer disebut blanko observasi. Blanko observasi dapat digunakan oleh pembimbing sebagai alat pembantu dalam mencatat dan mendeskripsikan tingkah laku siswa yang sedang diamati.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam observasi oleh pembimbing yaitu mencatat hanya apa yang nyata-nyata terjadi dan tidak mencampuradukkan dengan berbagai komentar atau interprestasinya terhadap tingkah laku siswa yang diamatinya.

Pengertian Observasi menurut Ahli

  • Menurut KBBI

Observasi adalah pengamatan atau peninjauan secara cermat.

  • Menurut Alwasih

Observasi adalah sebuah penelitian atau pengamatan sistematis dan terencana yang diniati untuk perolehan data yang dikontrol validitas dan realibitasnya.

  • Menurut Nasution

Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.

  • Menurut Syaodih

Observasi adalah teknik yang digunakan atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sudah berlangsung.

  • Menurut Margono

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.

  • Menurut Sutrisno Hadi

Observasi adalah suatu proses yang komplek, suatu proses yang tersusun dari berbagai biologis dan psikologis. Dua diantara yang penting adalah proses pengamatan dan ingatan.

  • Menurut Bungin

Observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan.

  • Menurut Kartini Kartono

Observasi adalah pengujian dengan maksud atau tujuan tertentu mengenai sesuatu, khususnya dengan tujuan untuk mengumpulkan fakta, satu skor atau nilai, satu verbalisasi atau pengungkapan dengan kata – kata segala sesuatu yang telah diamati

  • Menurut Prof. Dr. Sofyan S. Willis

Observasi yaitu pengamatan yang dilakukan secara partisipan dan non – partisipan. Metode partisipan mengharuskan peneliti terlibat di dalam kegiatan anak – anak dan remaja. Sedangkan metode non – partisipan hanya mengamati dari luar, tidak perlu terlibat.

  • Menurut Prof. Dr. Bimo Walgito

Observasi adalah suatu penelitian yang dijalankan secara sistematis dan disengaja diadakan dengan menggunakan alat indra (terutama mata) atas kejadian – kejadian yang langsung dapat ditangkap pada waktu kejadian berlangsung.

  • Menurut Nawawi dan Martini

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik yang terdiri dari unsur-unsur yang muncul dalam suatu gejala-gejala yang dalam objek penelitian. Hasilnya akan dilaporkan dalam sebuah laporan yang disusun sistematis sesuai dengan aturannya.

  • Menurut Prof. Heru

Observasi adalah studi yang dilaksanakan secara sengaja, terarah, sistematis, dan terencana sesuai tujuan yang akan dicapai dengan mengamati & mencatat seluruh kejadian dan fenomena yang terjadi dan mengacu pada syarat dan aturan dalam penelitian atau karya ilmiah. Hasil observasi ilmiah ini, dijelaskan secara teliti, tepat dan akurat, serta tidak diperbolehkan untuk ditambah atau dikurangai dan dibuat-buat sesuai keinginan peneliti.

  • Menurut Hanna Djumhana

Observasi merupakan salah satu metode ilmiah yang sampai detik ini masih menjadi tempat utama dalam ilmu pengetahuan empiris, dan masih diakui dalam dunia penelitiaan karya ilmiah sebagai salah satu metode yang banyak diterpkan dalam pengumpulan data.

  • Menurut Patton

Observasi adalah salah satu metode yang akurat dan mudah dalam melakukan pengumpulan data serta bertujuan untuk mencari tahu dan memahami segala kegiatan yang berlangsung yang menjadi objek kajian dalam penelitiannya.

  • Menurut Sudjana

Observasi adalah salh satu alat yang digunakan untuk mengukur proses dan tingkah laku individu dalam sebuah kegiatan yang bisa diamati. Dapat disimpulkan bahwa observasi mempu mengukur dan menilai hasil dari proses belajar mengajar.

  • Menurut Suharsimi Arikunto

Observasi adalah suatu pengamatan langsung terhadap lingkungan yang sedang berjalan meliputi seluruh aktivitas perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan alat indranya. Atau sautu usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sadar untuk mengumpulkan data dan dilakukannya dengan cara sistematis dan sesuai prosedurnya.

  • Menurut Burhan

Observasi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja dari salah satu pancaindra yakni mata dan dibantu dengan pancaindra yang lainnya.

Observasi merupakan proses yang kompleks, yang tersusun dari proses proses psikologis dan biologis. Dalam menggunakan teknik observasi, hal terpenting yang harus diperhatikan ialah mengandalkan pengamatan dan ingatan si peneliti.

Ada 2 indra yang diutamakan di dalam melakukan pengamatan, yaitu telinga dan mata. Kedua indra tersebut harus benar-benar sehat. Dalam melakukan pengamatan, mata lebih dominan dibandingkan dengan telinga. Mata ini memiliki kelemahan yaitu mudah letih. Untuk mengatasi kelemahan yang bersifat biologis tersebut, maka perlu melakukan hal-hal berikut.

  • Dengan menggunakan kesempatan yang lebih banyak untuk melihat data-data.
  • Dengan menggunakan orang lain untuk turut sebagai pengamat (observers).
  • Dengan mengambil data-data sejenis lebih banyak.

Usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan yang bersifat psikologis, yaitu :

  • Dengan meningkatkan daya penyesuaian (adaptasi).
  • Dengan membiasakan diri.
  • Dengan rasa ingin tahu.
  • Dengan mengurangi prasangka.
  • Dengan memiliki proyeksi.

Dalam observasi diperlukan ingatan terhadap observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Karena manusia memiliki sifat pelupa, maka diperlukan catatan-catatan (check-list), alat-alat elektronik seperti kamera, video dan sebagainya; lebih banyak menggunakan pengamat; memusatkan perhatian pada data-data yang relevan; mengklasifikasikan gejala dalam kelompok yang tepat; menambah bahan persepsi mengenai objek diamati.

Alat bantu yang dipergunakan di dalam observasi antara lain, yaitu daftar riwayat kelakuan (anecdotal record); catatan berkala; daftar catatan (check list); rating scale, yaitu pencatatan gejala menurut tingkatannya; alat-alat optik elektronik.

Tingkat kecermatan observasi sangatlah dipengaruhi oleh faktor prasangka dan keinginan observee; terbatasnya kemampuan pancaindra dan ingatan; terbatasnya wilayah pandang, yaitu kecenderungan observe menaruh perhatian dengan membandingkannya kepada kejadian lainnya; kemampuan observer dalam menangkap hubungan sebab akibat; kemampuan menggunakan alat bantu; ketelitian pencatatan; pengertian observer terhadap gejala yang diukur.

Jenis Jenis Observasi

Jenis Jenis Observasi menurut Marie Jahoda, sebagai berikut.

  • Observasi Partisipasi

Observasi partisipasi merupakan salah satu dari jenis jenis observasi. Observasi partisipasi pada umumnya dipergunakan untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Suatu observasi disebut observasi partisipasi bia observer turut mengambil bagian dalam kehidupan observasi.

  • Observasi Sistematik

Observasi sistematik merupakan salah satu dari jenis jenis observasi. Observasi sistematik biasa disebut dengan observasi berkerangka. Sebelum mengadakan observasi terlebih dahulu dibuat kerangka mengenai berbagai faktor dan ciri ciri yang akan diobservasi.

  • Observasi Eksperimental

Observasi eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis observasi. Observasi eksperimental memiki ciri ciri sebagai berikut :

  1. situasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga observasi tidak mengetahui maksud diadakannya observasi,
  2. dibuat variasi situasi untuk menimbulkan tingkah laku tertentu,
  3. observasi dihadapkan pada situasi yang seragam,
  4. situasi ditimbulkan atau dibuat sengaja,
  5. faktor-faktor yang tidak diinginkan pengaruhnya dikontrol secermat mungkin, dan
  6. segala aksi-reaksi dari observasi dicatat dengan teliti dan cermat.

Manfaat observasi

  • menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang. Yang dimaksud disini adalah sebelum kita melakukan observasi kita tidak mengetahui tindakan apa yang dilakukan seseorang. Tetapi setelah kita melakukan observasi kita menjadi tahu apa arti tindakan yang dilakukan seseorang.
  • Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian.
  • deskripsi memberikan gambaran dunia nyata.
  • memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan.
  • dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya.
  • dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya.
  • mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen.
  • kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut.
  • peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen.
  • observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

Kelebihan observasi diantaranya :

  • Dapat mencatat hal – hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya pada waktu kejadian itu berlangsung atau sewaktu perilaku itu terjadi. Kedua, dapat memperoleh data dari subjek secara langsung, baik yang dapat berkomunikasi secara verbal ataupun tidak. Sedangkan kelemahan observasi yaitu diperlukan waktu yang lama untuk memperoleh hasil dari suatu kejadian. kedua, pengamatan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama, tidak dapat dilakukan secara langsung. Sebelum kita melakukan observasi kita harus membuat pengelompokan pertanyaan terlebih dahulu. Pertanyaan pertama yaitu dimana observasi dilakukan.
  • Apa yang diobservasi.
  • Bagaimana observasi dilakukan.
  • Dan yang terakhir adalah bilamana observasi dilakukan.

Didalam observasi terdapat tiga metode yaitu :

  1. pencatatan,
  2. pengamatan,
  3. inferensi (pemaknaan).

Didalam metode pencatatan terdapat dua cara yang dapat dilakukan dalam mencatatat hasil observasi yaitu pencatatan langsung dan pencatatan retrospektif.

  • pencatatan langsung adalah pencatatan yang dilakukan ketika pengamatan sedang berlangsung.
  • Sedangkan pencatatan retrospektif adalah pencatatan yang dilakukan setelah observasi selesai dilakukan.

Faktor lupa merupakan kelemahan dalam cara ini. Didalam metode pengamatan kita menggunakan konsep ilmu pernyataan dengan cara mengamati tingkah laku seseorang sesuai konsep ilmu pernyataan. Lalu metode yang terakhir adalah inferensi atau pemaknaan. Yang disebut inferensi atau pemaknaan adalah mengartikan setiap gerakan tingkah laku seseorang sesuai konsep ilmu pernyataan.