Pengertian Populasi : Pengaruh Meningkatnya Populasi Penduduk terhadap Lingkungan

Ngelmu.idPengertian Populasi adalah kumpulan individu yang sejenis dan hidup di suatu daerah dengan waktu tertentu. Contoh suatu populasi adalah sebuah kola terdama ikan, teratai, dll. Populasi pohon kepala dikelurahan tegakan di tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah setiap waktu. Perubahan ukuran populasi dinamakan dinamika populasi. Perubahan yang dihitung menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Contohnya di tahun 1980 populasi pinus di tawangmangu ada 700 batang. Kemudian di tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Faktanya, selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon Pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi.

Pengaruh Meningkatnya Populasi Penduduk terhadap Lingkungan

Meningkatnya populasi penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan perumahan, sehingga menyebabkan bertambahnya kebutuhan kayu dan banyak terjadi penebangan hutan secara liar. Adanya penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan erosi dan banjir. Pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan pula bertambahnya penggunaan bahan bakar, hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan persediaan sumber daya alam semakin menipis dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan merupakan dampak negative yang ditimbulkan oleh kepadatan populasi manusia serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya dalam bidang pertanian, penggunaan buatan dan obat-obat anti hama, ternyata dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah.

Peningkatan populasi penduduk yang tidak terkendali juga dapat merusak lingkungan:

  • Terjadinya penebangan hutan untuk arel permukiman maupun areal pertanian. Penebangan hutan yang tidak terkendali dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Disamping itu kekayaan atau sumber daya hayati di hutan itu akan hilang akibat habitatnya terganggu.
  • Meningkatnya jumlah populasi menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan pangan sehingga dibukalah arel pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan. Di samping itu tanah atau lahan pertanian dipaksa untuk menghasilkan jumlah pangan yang dapat mencukupi kebutuhan penduduk. Akibatnya tanah sering dipupuk untuk memperoleh hasil yang cukup. Pemupukan yang tidak terkendali dapat menyebabkan tanah menjadi rusak karena terpolusi oleh pupuk buatan, sehingga lama-kelamaan tanah tidak dapat ditanami kembali karena bersifat asam.
  • Penggunaan pestisida secara berlebihan. Pestisida yang seharusnya menghilangkan atau mematikan hama tanaman, teryata juga memusnahkan organisme-organisme lain yang merupakan mata rantai dari jarring-jaring makanan.
  • Sampah rumah tangga meningkat, sedangkan tempat pembuangan terbatas sehingga sampah menjadi bertumpuk. Sampah yang bertumpuk merupakan pusat penyebaran penyakit tertentu, misalnya tifus, kolera, dan disentri. Selain itu, sisa deterjen yang tidak dapat dihancurkan atau diuraikan oleh mikroorganisme dapat mencemari air sungai.
  • Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat akan menyebabkan pencemaran udara yang dapat mengganggu pernapasan.
  • Perkembangan industri yang semakin pesat guna mengimbangi kebutuhan penduduk dapat menimbulkan masalah pencemaran udara dan air. Pencemaran udara disebabkan pembuangan zat-zat sisa dari hasil pembakaran yang tidak sempurna, seperti SO2 dan NOx. Pencemaran air terjadi karena limbah padat sering dibuang ke sungai sehingga mengancam kesehatan penduduk sekitar.

Untuk memperbaiki keadaan lingkungan, penduduk dihimbau untuk melakukan usaha-usaha berikut:

  • Menanam tanaman di sekitar rumah agar oksigen yang dihasilkan tumbuhan melalui proses fotosintesis bertambah dan udara menjadi segar.
  • Meningkatkan kesadaran pada diri masyarakat agar mencintai lingkungannya.
  • Membuat penampung kotoran yang tertutup agar tidak mencemari lingkungan.
  • Tidak membuat rumah disekitar daerah industri.
  • Memanfaatkan sampah untuk pupuk kompos atau didaur ulang untuk dijadikan benda lain yang bermanfaat.

Akibat Kepadatan Populasi Manusia

  • Kekurangan Makanan

Manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya jumlah populasi manusia atau penduduk, maka jumlah kebutuhan makanan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan, maka dapat terjadi kekurangan pangan.

  • Kebutuhan Air Bersih

Air bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika, kimia, dan biologi. Syarat fisika yaitu air tetap jernih, tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat kimia yaitu air tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan manusia. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikroorganisme atu kuman-kuman penyakit.

  • Kebutuhan udara bersih

Udara bersih berarti udara tidak tercemar, sehingga kualitas udara terjaga dengan baik. Dengan udara yang bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat. Di daerah yang padat penduduknya maka kebutuhan udara bersih juga menngkat. Bila udara bersih di suatu lingkungan padat penduduk tidak terpenuhi maka dapat menurunkan tingkat kesehatan seseorang atau masyarakat, khususnya timbulnya penyakit saluran pernapasan.

  • Berkurang ketersediaan lahan

Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertaniaan semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk

  • Kerusakan lingkungan

Meningkatnya jumlah penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya penggunaan sumber daya alam hayati. Adanya pembukaan hutan secara liar untuk di jadikan tanah pertanian atau untuk mencari hasil hutan sebagai mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan

  • Pencemaran lingkungan

Di daerah yang padat penduduknya seperti kota-kota besar, jumlah kendaraan bermotor semakin meningkat. Gas sisa pembekaran kendaraan bermotor menyebabkan pencemaran udara. Dengan semakin bertambahnya populasi manusia, maka berbagai kebutuhan  manusia juga semakin tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan manusia itu, berbagai industri di bangun. Tetapi sering kali limbah industri yang mengandung racun menyebabkan pencemaran lingkungan.

  • Terbatas ruang gerak

Di daerah kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan atau berhimpitan. Keadaan ini menyebabkan terbatasnya ruang gerak.

Syarat-syarat air bersih

Air bersih adalah air yang memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika, kimia dan biologi.

  • Syarat fisika
  1. Air tetap jernih
  2. Tidak ada rasa
  3. Tidak berbau
  4. Syarat kimia
  5. Air tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesetan
  • Syarat biologi

Air tidak mengandung mikroorganisme atau kuman-kuman penyakit

Hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih

Di daerah yang penduduknya padat, kebutuhan air bersih juga semakin banyak. Bila kebutuhan air bnersih tidak terpenuhi, sering kali penduduk dengan terpaksa menggunakan air  sungai yang kotor,
Bila kebutuhan air tidak memadai, sering terjadi:

  • Terjadinya wabah penyakit seperti diare
  • Sebagian penduduk enggan untuk membersihkan tempat penampungan air. Penampunghan air merupakan tempat berkembangbiak nyamuk penular penyakit demam berdarah. Akibatnya yang padat akan mudah terjangkit wadah penyakit demam berdarah.

Masalah Pertumbuhan Penduduk

Perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dari waktu ke waktu disebut Dinamika Penduduk. Dinamika penduduk yang menunjukkan bahwa jumlah penduduk terus bertambah disebut pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga melebihi daya dukung alam disebut ledakan penduduk.

Dinamika penduduk di pengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :

  • Jumlah kelahiran (natalitas)

Natalitas adalah jumlah kelahiran bayi yang hidup tiap 1000 penduduk pertahun.

Kriteria angka kelahiran adalah sebagai berikut :

  • Natalitas tinggi bila angka kelahiran > 30
  • Natalitas sedang bila angka kelahiran antara 20 – 30
  • Natalitas rendah bila angka kelahiran < 30
  • Jumlah Kematian (mortalitas)

Mortalitas adalah jumlah kematian tiap 1000 penduduk pertahun.

Kriteria angka kematian adalah sebagai berikut :

  • Mortalitas tinggi jika angka kematian > 18
  • Mortalitas sedang jika angka kematian antara 14 – 18
  • Mortalitas rendah jika angka kematian antara 14 – 18
  • Jumlah perpindahan (migrasi)

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Faktor yang mendorong terjadinya migrasi, sebagai berikut :

  • Keadaan ekonomi yang sulit dan rendahnya pendapatan di daerah asal
  • Keadaan sosial budaya di daerah asal
  • Sarana pendidikan di daerah asal belum lengkap
  • Kesempatan kerja di daerah tujuan lebih banyak
  • Adanya kesempatan di daerah tujuan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik
  • Ada pendapat bahwa kegiatan hidup dikota besar lebih menarik sebab tersedia banyak sarana fasilitas.

Menurut macamnya, migrasi dapat dibedakan dalam lima kelompok berikut :

  • Emigrasi : Perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri
  • Imigrasi : Perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam negeri
  • Transmigrasi : Perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya.
  • Urbanisasi : Perpindahan penduduk dari desa ke kota
  • Remigrasi : Perpindahan penduduk untuk kembali ke negara asalnya.

Kepadatan populasi manusia adalah jumlah populasi manusia yang menempati suatu luas (areal) tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Di Indonesia, masalah yang dapat timbul sehubungan dengan kepadatan penduduk meliputi bidang kesejahteraan, keamanan, sosio-ekonomi, ketersediaan lahan, kebutuhan pangan, air bersih, udara bersih, dan kerusakan lingkungan.

Usaha – usaha pemerintah untuk mengatasi kepadatan penduduk yang terus meningkat adalah sebagai berikut :

  • Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).
  • Meningkatkan taraf pendidikan agar masyarakat dapat mengubah sikap dan perilaku.
  • Menyelenggarakan program tarnsmigrasi
  • Menambah lapangan kerja melalui pengembangan industri
  • Meningkatkan produksi pangan.

Pencemaran Lingkungan

Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan prasarana untuk melayani keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya akan menyebabkan penggunaan sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.
Terbatasnya Ruang Gerak

Hasil gambar untuk hubungan kepadatan populasi penduduk terhadap keterbatasan ruang gerak individuSuatu daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi kalau tidak memperhatikan kesehatan lingkungan (sanitasi) dengan baik maka keadaan lingkungan menjadi tidak nyaman bagi penduduknya. Di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan atau berhimpitan. Keadaan yang demikian menyebabkan terbatasnya ruang gerak. Akibatnya, dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan penduduk. Misalnya penduduk mudah terjangkit penyakit menular, kebutuhan udara bersih tidak terpenuhi, atau banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dibuang pada tempatnya.