Pengertian Sosiologi : Hakekat, Sejarah, Objek Dan Manfaat Sosiologi

Pengertian Sosiologi

Di dalam kehidupan bersosial, kita harus tahu tentang makna dari ilmu sosiologi, menurut saya, ilmu sosiologi sangat penting dan merupakan induknya ilmu ? mengapa saya berkata demikian ? karena percuma kita belajar politik, ilmu pemerintahan atau ilmu lainnya jika ilmu sosiologi yg kita punya tidak dapat di terapkan dan tidak menimbulkan hasil. Contohnya : Orang Politik yang melakukan stategi dengan money politik tidak lebih dari sekedar menghambur-hamburkan uang jika sosial yang dia miliki tidak sesuai target dan ketentuan yang berlaku Karena tidak efektifnya geopolitik yang dia konsep, hehe jadi seperti iklan yang ada syarat dan ketentuan berlaku . Loh ko jadi berbicara geopolitik, tp tidak apa-apa itu hanya sebagai gambaran untuk kita. Sosiologi itu di ibaratkan seperti garam, jika sayur tanpa garam akan terasa hambar dan orang yang mau memakan pun hanya sedikit, Begitupun sosiologi, sosiologi sangat berperan dan mendukung bagi kelangsungan ilmu lainnya. karena dengan sosiologi, kita bisa dekat dengan masyarakat, bersosial dengan baik, bahkan jika suatu saat kita membutuhkan kepentingan, maka tidak akan terlalu sulit. Lain hal bila kita tidak memiliki, tidak mengetahui dan tidak mengamalkan ilmu sosiologi atau sosial dengan baik, maka kehidupan sosial dan kepentingan kita pun akan terasa sulit untuk memperoleh yang terbaik

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia dengan lingkungannya. Pada postingan Pengertian dan Penjelasan tentang sosiologi ini, akan ada banyak hal yang  saya bahasadalah tentang Pengertian sosiologi, sejarah lahirnya sosiologi, dan objek studi sosiologi. Agar lebih paham pada beberapa pokok pembahasan tersebut, alangkah lebih baik jika sobat mau membaca penjelasan ini sejenak. Sosiologi merupakan ilmu yang relatif baru jika dibandingkan dengan ilmu lainnya (seperti fisika,biologi,geografi, dan lainnya). Ilmu sosiologi ini dikembangkan oleh Auguste Comte dari Prancis. Tidak seperti illmu lainnya, sosiologi membatasi pengkajian terhadap objek kajiannya (yaitu masyarakat) agar tidak memperoleh hasil penelitian yang tidak dapat dibuktikan. Setelah kita tahu sedikit tentang sosiologi.

Arti sosiologi pertama kalinya dicetuskan oleh filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang di kenal dengan bapak sosilogi itu menyebutkan sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan mengenai orang-orang. Kata sosiologi sesungguhnya datang dari bahasa Latin yakni ‘socius’ yang bermakna teman atau kawan serta ‘logos’ yang bermakna ilmu dan pengetahuan.

Dijelaskan oleh Auguste Comte diatas yang menyebutkan sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan. Sebuah pengetahuan disebutkan sebagai pengetahuan jika meningkatkan satu kerangka pengetahuan yang tersusun serta teruji yang didasarkan pada riset yang ilmiah. Sosiologi bisa disebutkan sebagai pengetahuan sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada bukti-bukti ilmiah serta sebagian cara ilmiah.

Sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan pada manusia dalam bermasyarakat. Sedang secara luas sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan mengenai orang-orang di mana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kemampuan, hubungan, jaringan interaksi, dan sebagai kompleks instansi/penata.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Selain dari Auguste comte, ada beberapa tokoh ahli sosiologi yang berkontribusi besar dalam memberikan pendapatnya dalam pengembangan sosiologi dalam mendefinisikan pengertian sosiologi. Pengertian sosiologi menurut para ahli adalah sebagi berikut :

  • Pitirin Sorokin : Menurut Pitirin Sorokon, pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, seperti gejala agama, gejala moral, gejala ekonomi, dan gejala keluarga ; hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala non sosial, seperti gejala geografis dan biologis; ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial lainnya.
  • Roucek dan Warren : Menurut Roucek dan Warren,  pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
  • William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkof : Menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkof, pengertian sosiologi adalah penelitian secara alamiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
  • J. A. A. von Dorn dan C. J. Lammers : Menurut J. A. A. von Dorn dan C. J. Lammers, pengertian sosiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang sifatnyal labil.
  • Max Weber : Menurut Max Weber, pengertian sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
  • Selo Soemardjan dan Soelemen Soemardji : Menurut Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardji, pengertian sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang sturktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial.
  • Paul B. Horton : Menurut Paul B. Horton, pengertian sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk dari kehidupan kelompok tersebut.
  • Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, pengertian sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian terhadap segi-segi kemasyarakatan yang sifatnya umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
  • William Kornblum : Meurut William Kornblum, pengertian sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
  • Allan Johnson : Menurut Allan Johnson, pengertian sosiologi adalah  ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu.

Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut :

  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori.
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut :

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science).
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia.

Sejarah Lahirnya Sosiologi

Benih-benih akan lahirnya ilmu sosiologi ini muncul pertama kali di Etopia. Hal ini terjadi karena masyarakat muai menyadari adanya perubahan-perubahan dalam perkembangan hidup mereka, khususnya masyarakat Eropa.Pada abad ke-19 banyak peristiwa besar yang terjadi sehingga memicu lahirnya masyarakat yang baru.

Akibat perkembangan pola pikir dari masyarakat tersebut, pada tahu 1839 ilmu sosiologi muncul pertama kali pada keterangan sebuah paragraf dalam pelajaran ke-47 Cours de la Philosophie (kuliah filsafat) karya Auguste Comte. Walaupun pelopornya berasal dari Prancis, namun perkembangan sosiologi tersebar pada berbagai wilayah di eropa, sehingga melahirkan mazhab-mazhab yang menunjukan adanya perkembangan intelektual masyarakat baru tadi.

Beberapa mazhab tersebut adalah mazhab Prancis yang ditandai dengan personalitas Emile Duekheim melalui pendekatan yang objektif dengan menggunakan model ilmu pengetahuan alam; mazhab Jerman, yang membedakan antara ilmu pengetahuan alam dengan ilmu pengetahuan kejiwaan, dalam penjelasan, serta cakupannya; mazhab Amerika yang lebih dikenal sebagai Mazhab Chicago bertujuan untuk menginterferensi dan membahas permasalahan yang konkret secara empiris dengan membangun laboratorium, melakukan penelitian, sampai mempublikasikan buku-buku dan majalah. Dari tempat-tempat lahirnya sosiologi (yaitu Prancis, Jerman, dan Amerika) cukup banyak tokoh perintis  yang memulai langkahnya untuk ilmu penggetahuan ini.

Objek Studi Sosiologi

Seperti dalam penjelasan saya pada pendahuluan, objek kajian sosiologi adalah hubungan masyarakat dengan lingkungannya, baik antar manusia maupun dengan hal lain di sekitarnya. Secara umum, sosiologi dapat dikategorikan dalam tiga tahapan studi, yaitu sifat dasar dan perkembangan manusia ; interaksi manusia dan hubungannya ; serta penyesuaian secara bersama dengan lingkungan.

Manfaat Sosiologi

  • Menambah pengetahuan tentarng kebhinekaan sosial serta keberagaman budaya yang menyangkut sistem nilai dan norma, adat istiadat, keseniaan, dan unsur – unsur budaya lainnya. Dengan mempelajari sosiologi, kita akan memperoleh pengetahuan tentang macam – macam karakteristik sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat.
  • Sosiologi bermanfat menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap toleransi sosial dalam kehidupan sehari – hari, sehingga akan terwujud masyarakat yang saling mengerti.
  • Dengan mempelajari sosiologi, kita dapat melihat dengan jelas diri kita baik sebagai individu maupun anggota dalam masyarakat.
  • Sosiologi membantu setiap masyarakat tentang tempat kita dalam masyarakat maupun budaya lain yang belum diketahui.
  • Sosiologi membantu masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai bentuk interaksi masyarakat.
  • Sosiologi membantu masyarakat untuk mengontrol dan mengendalkan tindakan dan perilaku pada tiap – tiap interaksi masyarakat.
  • Sosiologi juga diharapkan mampu membuat masyarakat semakin mengerti norma, tradisi, keyakinan, dan nilai – nilai yang dianut oleh masyarakat lain serta mampu memahami perbedaan – perbedaan uang ada pada masyarakat.
  • Pengetahuan sosiologi bermanfaat untuk menghindari konflik sosial terutama konflik antargolongan, antarsuku, maupun antarras.
  • Sosiologi bermanfaat untuk menghindari dominasi sosial misalnya: dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan.
  • Sosiologi juga bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional terutama Indonesia yang memiliki kemajemukan bangsa. Dengan sosiologi diharapkan mampu meningkatkan rasa saling pengertian atar sukubagsa dan kerjasama yang erat diantara unsure – unsure sosial yang berbeda.
  • Sosiologi sebagai interaksi sosial yang merupakan hubungan – hubungan sosial yang dinamis yang didalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok.
  • Sosiologi dalam masyarakat bermanfaat sebagai ahli riset. Para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Dari hasil penelitian tersebut sosiolog harus menghasilkan kebenaran – kebenaran agar dampak dampak negatif dalam masyarakat bisa dihindari.
  • Sosiologi sebagai konsultn kebijakan, artinya sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan – kebijakan sosial yang mungkin terjadi dalam masyarakat.
  • Sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa, sosiologi akan membuat kita lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala – gejala sosial dalam masyarakat yang semakin kompleks, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap situasi sosial yang dihadapi sehari – hari.