Pengertian Supervisi
Sumber : www.otneuro.co.uk

Pengertian Supervisi dan Jenisnya

Pengertian Supervisi – Supervisi biasa kita dengar sehari-hari. Pada dunia kerja, jabatan supervisi seringkali diartikan sebagai jabatan yang berada di atas karyawan biasa, namun masih lebih rendah daripada jabatan “bos”. Lalu, apa sih Sebenarnya definisi dari supervisi?

Supervisi dapat didefinisikan dengan beberapa kategori. Secara etimologis, supervisi berasal dari bahasa Inggris supervision. Super berarti di atas, sedangkan vision berarti pengelihatan/ melihat. Jika diartikan secara bebas, maka supervision dapat pula dimaknai sebagai melihat dari atas. Supervisi tidak bisa dimaknai secara harafiah sebagai kegiatan melihat orang lain dari atas, namun lebih kepada makna mengawasi orang lain yang dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan tinggi ke orang yang memiliki jabatan lebih rendah.

 

Pengertian Supervisi Dan Menurut Para Ahli

Supervisi secara umum adalah pengarah serta pengendalian kepada tingkat jabatan karyawan yang berada di bawahnya dalam sebuah organisasi. Orang yang menjalankan kegiatan supervisi biasanya di sebut dengan sebutan Supervisor. Supervisor bukan cuma pejabat atau petugas dari kantor pembinaan saja, tapi kepala sekolah, para guru dan bahkan murid-pun dapat disebut sebagai supervisor, jika misalnya diserahahkan tugas untuk mengetuai kelas, organisasi ataupun kelompoknya.

Menurut Ross L. [1980] ~ Supervisi adalah pelayanan kapada guru – guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Ross L. memandang supervisi sebagai pelayanan kapada guru – guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan.

Menurut, Mulyasa [2006] ~ supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus yang lebih independent, & dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas.

Purwanto [1987] ~ supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru & pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif. Itulah di atas pembahasan tentang definisi supervisi, dan semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat…

JENIS KEGIATAN SUPERVISI

supervisor harus mengawasi sekaligus membimbing orang-orang yang berada di bawahnya agar mampu bekerja sesuai dengan standar yang diatur perusahaan. Berikut adalah beberapa jenis kegiatan yang biasa dilakukan supervisor:

Reseach: Penelitian

Penelitian mengenai situasi perusahaan dan juga karyawan-karyawan yang berada di bawahnya secara struktural. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat merumuskan problem melalui data yang ada. Hal ini membuat supervisor dapat mengumpulkan berbagai fakta dan opini sebagai bahan pertimbangan. Kegiatan supervisi ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, misalnya observasi wawancara dan angket.

Jika data telah terkumpul, supervisi dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan pengolahan data yang biasanya dibantu dengan perhitungan statistik. Setelahnya, supervisi dapat menarik kesimpulan mengenai bagaimana keadaan sebenarnya dari situasi yang ada di perusahaan tersebut.

Evaluation: Penilaian

Setelah melakukan penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan evaluasi atau penilaian secara kooperatif dengan karyawan yang ada di bawahnya. Kegiatan evaluasi tersebut antara lain:

  • Bersama-sama mencari aspek-aspek positif (kebaikan-kebaikan, kemajuan-kemajuan) yang telah dicapai;
  • Bersama-sama meninjau aspek-aspek negatif (kelemahan-kelemahan, kekurangan-kekurangan, atau hambatan-hambatan) yang masih ada;
  • Bersama-sama menganalisa sebab-sebab masih adanya kekurangan-kekurangan/hambatan-hambatan yang dialami.

 

Improvement: Perbaikan

Tahap evaluasi memungkinkan supervisi mengetahui hal-hal apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan di kegiatan masa lalu. Melalui hal ini, supervisi dapat melakukan perbaikan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik ke depannya. Tahap improvement dalam supervisi mencangkup:

  • Bersama-sama mencari cara untuk mengatasi kekurangan-kekurangan atau hambatan-hambatan yang dialami;
  • Bersama-sama mencari jalan mempertahankan yang sudah baik, bahkan meningkatkannya agar lebih baik lagi.

 

Assistence : Bimbingan

Supervisi memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan dan bimbingan (guidence) dan penyuluhan (counseling) kepada karyawan yang ada di bawah jabatannya. Berdasarkan jenis kegiatan ini, supervisi bertugas untuk:

  • Menyediakan waktu dan tenaganya untuk membantu mengadakan perbaikan-perbaikan;
  • Mengikhtiarkan sumber-sumber, baik sumber-sumber material maupun personil serta menunjukkan jalan ke arah perbaikan;
  • Memberi bimbingan (guidence) dan penyuluhan (counseling) ke arah perbaikan situasi.

 

Cooperation : Kerjasama

Selain memberikan bantuan, salah satu kegiatan supervisi adalah menciptakan iklim kerjasama dan gotong-royong secara kekeluargaan di antara supervisor dan “supervisee” (orang yang disupervisi). Kegiatan supervisi ini tentunya bertujuan untuk membawa supervisee ke arah perbaikan situasi yang lebih baik.

 

SUPERVISI KLINIS

Morris L. Cogan, Robert Goldhammer, dan Richarct Weller Adalah orang yang pertama kali memperkenalkan Konsep supervisi klinis di Universitas Harvard pada akhir tahun 50an. Terdapat dua asumsi yang mendasari konsep supervisi klinis ini.

Pertama, Pembelajaran merupakan  aktivitas kompleks yang memerlukan pengamatan dan analisis secara berhati-hati melalui pengamatan dan analisis. Kedua, Banyak orang yang ingin mengembangkan profesionalitasnya melalui pendekatan kolegial dibandingkan outoritarian.

Pengertian supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan kepada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan serta analisis yang intesif terhadap penampilan pembelajarannya yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Ciri-Ciri Supervisi Klinis:

  1. Bantuan yang diberikan bukan bersifat instruksi atau perintah, tetapi tercipta hubungan manusiawi yang setara.
  2. Kegiatan supervisi lahir dari permintaan orang yang berada pada tingkat bawah  kepada orang yang akan melakukan supervisi kepadanya.
  3. Suasana dalam pemberian supervisi merupakan suasana yang penuh kehangatan, kedekatan, dan keterbukaan.
  4. Tingkah laku yang ditunjukkan merupakan satuan yang terintegrasi, sehingga supervisi dapat melihat kemampuan  dan ketrampilan apa yang secara spesifik harus diperbaiki.

 

SUPERVISI PENDIDIKAN

Dunia pendidikan tetap membutuhkan kegiatan supervisi. Biasanya bentuk supervisi ini dilakukan kepala sekolah kepada guru-guru yang ada di sebuah sekolah. Disini Supervisi pendidikan adalah proses bantuan, bimbingan dan pembinaan dari kepala sekolah kepada guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Kepala Sekolah bertugas membina dan membantu guru sebagai mitra kerjanya agar lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya. Secara singkat, supervisi akademik dapt pula disebut sebagai sebuah kegiatan yang terencana, terpola dan terprogram dalam mengubah perilaku guru agar dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran.

Sedangkan pengertian supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa tuntunan atau pembinaan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya serta peningkatan mutu mengajar, belajar dan juga belajar pada khususnya.