Pengertian Ta’aruf : Tata Cara Ta’aruf

Ngelmu.id – Ta’aruf nampaknya kini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena tidak hanya orang yang paham agama saja yang sekarang menjanlankan proses ta’aruf, namun orang awam dan artis juga memilih jalur ini. Mereka berpendapat dan berkeyakinan bahwa dengan proses ta’aruf akan meminimalisir yang perceraian dalam rumah tangga. Dan kenyataan bagi mereka yang telah menjalani proses taaruf baik bagi kalangan artis dan orang awam sekalipun juga seperti itu adanya.

Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Jika pacaran sebelum menikah itu antara keduanya memperlihatkan yang manis-manis, maka dengan taaruf kita bisa menggali data atau kebiasaan yang kurang baik dari masing-masing calon. Jika dalam pacaran hanya bertujuan untuk seang-senang saja, namun taaruf bertujuan untuk mengetahui kriteria calon pasangan yang akan dilanjutkan nanti ke jenjang pernikahan.

Asal Kata Taaruf

Secara bahasa, arti taaruf ialah berkenalan atau saling mengenal. Arti taaruf berasal dari kata ta’aarafa.

Allah berfirman (yang artinya), “Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu)….” (Q.S. Al Hujurat: 13)

Kata li ta’aarafuu dalam ayat ini mengandung makna bahwa tujuan dari semua ciptaan Allah adalah agar kita semua saling mengenal satu sama lain. Arti taaruf itu mirip dengan makna berkenalan. Setiap kali kita berkenalan dengan seseorang, siapa pun itu, dapat disebut sebagai taaruf. Taaruf dianjurkan di dalam Islam, terutama untuk mempereratkan tali persaudaraan antarsesama muslim. Akan tetapi, arti taaruf antara lawan jenis mempunyai batasannya tersendiri, misalnya tidak diperbolehkannya ikhtilat (pencampurbauran antara laki-laki dan perempuan) dan khalwat (berdua-duaannya seorang laki-laki dengan seorang perempuan). Arti taaruf yang dianjurkan dalam Islam adalah perkenalan dalam batas-batas yang sesuai dengan syariat.

Meskipun arti taaruf pada dasarnya sebatas perkenalan, arti taaruf lainnya yang lebih spesifik ialah tentang proses perkenalan antara laki-laki dan perempuan yang kemungkinan akan menjadi pasangan hidup. Arti taaruf dalam hal ini berkaitan dengan dua orang berlainan jenis yang ingin saling mengenal untuk melihat kecocokan sebelum menikah.

Taaruf yang dimaksud di sini ialah perkenalan dalam rangka menindaklanjuti ke jenjang lebih serius dalam menunaikan sunnah Nabi.

Ta’aruf nampaknya kini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena tidak hanya orang yang paham agama saja yang sekarang menjanlankan proses ta’aruf, namun orang awam dan artis juga memilih jalur ini. Mereka berpendapat dan berkeyakinan bahwa dengan proses ta’aruf akan meminimalisir yang perceraian dalam rumah tangga. Dan kenyataan bagi mereka yang telah menjalani proses taaruf baik bagi kalangan artis dan orang awam sekalipun juga seperti itu adanya.
Ta’aruf sangat berbeda dengan pacaran. Jika pacaran sebelum menikah itu antara keduanya memperlihatkan yang manis-manis, maka dengan taaruf kita bisa menggali data atau kebiasaan yang kurang baik dari masing-masing calon. Jika dalam pacaran hanya bertujuan untuk seang-senang saja, namun taaruf bertujuan untuk mengetahui kriteria calon pasangan yang akan dilanjutkan nanti ke jenjang pernikahan.

Pengertian Ta’aruf Dalam Islam

Secara bahasa ta’aruf artinya berkenalan. Namun arti ta’aruf dalam Islam adalah perkenalan antara kedua lawan jenis, laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal satu sama lain, yang bertujuan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Taaruf secara syar’i memang diperintahkan oleh Rasullullah SAW.

Dalam proses ta’aruf ini biasanya dipandu oleh ustad/ustadzah, bisa juga oleh saudaranya atau temannya ataupun orang lain yang memahami tentang ta’aruf dan dapat dipercaya. Jadi ta’aruf tidak hanya dilakukan oleh kedua calon saja, namun melibatkan orang lain dan orang tua calon perempuan juga sebagai mediator. Dalam ta’aruf ini kedua calon saling bersilaturahim yang di dalamnya terdapat perbincangan realistik dalam mempersiapkan kehidupan setelah menikah kelak.

Tata Cara Ta’aruf Dalam Islam

Setelah Anda mengetahui pengertian ta’aruf dalam Islam, pasti kini jadi penasaran kan, bagaimana sih tata cara ta’aruf? Bagaimana sih langkah-langkah ta’aruf dalam Islam? Mengingat proses ta’aruflah yang merupakan proses yang telah dianjurkan oleh Rosulullah kita Nabi Muhammad SAW.

Ta’aruf menggunakan CV/Biodata

Langkah pertama dalam ta’aruf adalah bertukarnya biodata/CV dari masing-masing calon. Dalam biodata tersebut terdapat informasi yang sejelas-jelasnya terkait dari masing-masing individu. Sehingga seakan-akan dengan membaca biodata tersebut kita sudah bisa mengenal orang tersebut sejak lama. Jika dari biodata tersebut salah satu calon ternyata tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan, maka proses ta’aruf bisa berhenti di sini.

Dalam biodata tersebut setidaknya meliputi, riwayat sekolah, riwayat sakit, pekerjaan, gaji, data orang tua, kriteria calon yang diinginkan (bagi yang laki-laki bisa pelajari lagi ciri-ciri wanita yang baik menurut Islam), kriteria dari calon mertua, visi misi kedepan, cita-cita dalam pernikahan yang mau dibangun.

Biodata biasanya diberikan ke pihak yang laki-laki terlebih dahulu, untuk dipelajari. Jika dari laki-laki cocok, maka mediatornya menyerahkan ke pihak perempuan. Jika perempuan cocok, artinya kedua calon sudah cocok dan akan berlanjut ke langkah selanjutnya. Namun jika pihak perempuan tidka cocok pun tidak masalah, artinya langkah berhenti di sini. Biasanya biodata yang diserahkan ke pihak perempuan adalah biodata laki-laki yang memang sudah cocok dengan profil calon perempuannya.

Selain itu juga bisa juga biodata memang sengaja diberikan kepada kedua calon secara bersamaan. Mereka sama-sama mempelajari biodata dari masing-masing dalam waktu yang bersamaan, biasanya waktu yang diberikan sekitar 1 minggu.

Pada saat mempelajari biodata ini masing-masing calon mengkomunikasikannya pada pihak keluarga, terkait dengan isi biodata dari si calon. Selain itu juga meminta petunjuk dari Allah, apakah proses mau dilanjutkan atau tidak. Dalam meminta petunjuk ini bisa dengan shalat istikharah.

Proses Tatap Muka

Setelah kedua calon sama-sama setuju profil biodata tersebut, maka langkah selanjutnya adalah proses tatap muka. dalam proses ttap muka ini antara kedua calon saling bertemu, saling bertatap muka dan komunikasi. Pada proses ini masing-masing calon mengetahui dengan jelas fisiknya, menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari salah satunya, berdiskusi, tanya jawab seputar pengetahuan agama, kehidupan ke depan, di mana tempat tinggalnya kelak setelah menikah, pakah kelak menginjinkan istri tetap bekerja atau jadi ibu rumah tangga, dan lain-lain yang dirasa perlu.

Dalam proses tatap muka masing-masing calon ditemani oleh mediatornya. Dalam sesi ini kedua calon semakin memahami dan mengenal lebih dalam serta mengetahui fisik masing-masing dengan jelas. Sehingga biasanya setelah proses ini penentuan untuk lanjut ke jenjang pernikahan terlihat lebih jelas. Masing-masing akan semakin mantap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan atau semakin mantap untuk mundur.

Lalu bagaimana jika mundur? Kalaupun salah satu mundur atau tidak setuju untuk melanjutkan ke langkah berikutnya tidak apa-apa. Karena dalam proses ta’aruf ini kerahasiaannya sangat terjaga. Masing-masing calon tetap menjaga kerahasiaannya sampai kelak, karena hanya mereka juga yang tahu. Mediator pun juga akan menjaga kerahasiaan dari masing-masing calon.

Ta’aruf Ke Keluarga

Dalam ta’aruf ke keluarga ini calon laki-laki bersilaturahim ke keluarga perempuan untuk memperkenalkan diri. Dalam taaruf ini calon laki-laki berkomunikasi langsung dengan kedua orang tua dan keuarga calon perempuan. Selain itu juga menyampaikan keinginannya dalam membina kehidupan rumah tangga dengan si perempuan, putinya.

Dari sini maka pihak keluarga bisa mengenal langsung, bisa berkomunikasi langsung dan mengetahui karakter dan pengetahuan calon laki-laki tersebut. Jadi keluarga bisa memberikan penilaian untuk menyetujuinya atau tidak.

Namun di luar ta’aruf dengan keluarga masing-masing calon bisa menggali informasi melalui tetangga, rekan kerja, komunitasnya terkait pribadi si calon, tanpa pengetahuan dari calon lainnya. Setelah semua informasi terkumpul, maka bisa menentukan untuk melanjutkan atau tidak. Dan tetap selalu libatkan Allah SWT dalam setiap langkah atau proses yang dijalani, minta petunjuk dari Allah, karena Allah lah yang lebih tahu yang terbaik buat kita.

Dalam penentuan ini libatkan juga pendapat keluarga, pendapat orang tua, saudara kita, kakak, adik. Ingat bahwa Ridha Allah berada pada ridhanya orang tua. Jika sampai ke langkah ketiga ini pertimbangan yang ada cenderung untuk berhenti atau tidak lanjut, maka proses ini bisa diakhiri dengan baik-baik, sama-sama memaafkan dan mengikhlaskan.

Proses Khitbah

Jika antara kedua calon sama-sama memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka langkah selanjutnya yaitu proses khitbah. Khitbah adalah meminang, yang artinya permintaan laki-laki pada perempuan untuk dinikahi. Dalam proses ini antara kedua keluarga saling bersilaturahim, bertemu dan menentukan tanggal akad nikahnya. Dalam proses ini biasanya mengikuti adat yang berlaku di tempat perempuan, asalkan tidak menyalahi syariat Islam.

Meminang itu sendiri hukumnya sunnah sebelum akad nikah. Karena Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam meminang dirinya dan untuk orang lain.

Setiap langkah dalam ta’aruf hendaknya masing-masing calon selalu mengkomunikasikan dengan pihak keluarganya. Apakah orang tuanya dan semua anggota keluarganya setuju dengan calonnya tersebut? Selain itu juga meminta petunjuk dari Allah SWT dengan cara shalat istikharah. Memohon petunjuk-Nya, karena Allah SWT yang lebih mengetahui segalanya, dia jodoh kita atau bukan

Perbedaan Pacaran dan Ta’aruf

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli motor second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus motor itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan motor itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir motor yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi motor itu sendiri.