Pengertian Variabel: Jenis, Manfaat, Lengkap dengan Contohnya

Pengertian Variabel
Sumber: myfitnesschat.com

Ngelmu.co – Sering mendengar kata ‘variabel’? Tetapi sudahkah Anda tahu, apa pengertian variabel itu sendiri? Bagaimana lebih jelasnya menurut para ahli, serta apa saja jenis dan manfaatnya? Berikut Ngelmu, bagikan selengkapnya, dengan contoh variabel yang bisa dipelajari bersama.

Sumber: scx1.b-cdn.net

Pengertian Variabel Secara Umum

Pengertian variabel secara umum adalah objek penelitian atau media terfokus, dari suatu penelitian, berbentuk abstrak pun real, di mana nilai variabelnya dapat berubah-ubah.

“Salah satu objek yang ditentukan oleh peneliti, dengan tujuan memperoleh hasil informasi yang dapat disimpulkan.”

Dengan berbagai objek, sifat, atribut, atau nilai dari orang yang memiliki kegiatan, guna mendapatkan benang merah atau kesimpulan.

Variabel juga merupakan konsep yang memiliki nilai beragam, di mana konsep itu bisa diubah dengan aspek tertentu.

Variabel terbagi menjadi dua, yakni variabel kuantitatif dan variabel kualitatif.

Pada variabel kuantitatif, di-klasifikasikan kembali menjadi dua kelompok, yakni variabel diskrit dan variabel kontinu. Keduanya berkesinambungan.

Pengertian Variabel Menurut KBBI

Berikut ini merupakan beberapa pengertian variabel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Dapat berubah-ubah, berbeda-beda, bermacam-macam (tentang mutu, harga, dan sebagainya).

Sesuatu yang dapat berubah, faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan.

Satuan bahasa yang paling terpengaruh oleh variasi sosial dan stilistis, dalam jangka panjang mudah berubah.

Kelas kata yang dapat menyatakan hubungan gramatikal dengan perubahan bentuk, dalam hal ini, kelas nomina, verba, dan adjektiva.

Pengertian Variabel Menurut Para Ahli

Pengertian variabel menurut para ahli pun beragam, sebagaimana berikut 17 di antaranya:

1. Ahmad Watik Pratiknya

Konsep yang memiliki variabilitas dengan penggambaran suatu abstraksi dari fenomena tertentu.

Di mana konsep itu berupa data, seperti asal kepemilikan ciri yang bervariasi. Inilah yang disebut variabel.

2. Bagja Waluya

Konsep yang tak pernah tertinggal dari setiap eksperimen, yang dilakukan oleh seseorang.

Eksperimen itu, nantinya akan menghasilkan data berguna, sebagai bukti otentik penelitian.

3. Bhisma Murti

Variabel adalah fenomena yang nilainya bervariasi pada sebuah observasi, dan dapat diukur dengan cara kualitatif, kuantitatif. Sehingga menghasilkan data yang tepat.

4. Eddy Soeryanto

Variabel penelitian adalah suatu objek yang penting dalam penelitian pemasaran.

5. F N Kerlinger

Suatu konsep yang memiliki beragam nilai dan dapat diubah. Sehingga konsep itu akan mendapat titik kesimpulan yang terbaik dan tepat.

6. Freddy Rangkuti

Konsep yang memiliki nilai bervariasi, dan dibagi menjadi empat data berbeda, yakni rasio, skala, ordinal, nominal dan internal.

7. Hatch dan Farhady

Atribut seseorang atau objek yang memiliki variasi, antara satu orang dengan yang lain, atau satu objek dengan objek yang lain.

8. Kidder

Kualitas yang bisa dipelajari serta disimpulkan berdasarkan penelitian.

9. Moh Nazir

Pengertiaan variabel adalah konsep yang memiliki beragam nilai nyata.

Di mana dalam suatu penelitian, menghasilkan garis besar dari adanya nilai kualitas dan kuantitas.

10. Robbin Pearson

Variabel penelitian adalah semua karakteristik umum yang intensitasnya bisa berubah, serta dapat diukur keleluasaannya; pun keduanya.

11. Soekidjo Notoatmodjo

Menurut Notoadmodjo, definisi variabel adalah sebagai berikut:

  • Mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh para anggota kelompok, yang berbeda dengan kelompok lain.
  • Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran, yang dimiliki atau didapatkan suatu penelitian, tentang konsep pengertian tertentu.
12. Sudigdo Sastroasmoro

Karakteristik subjek penelitian yang berubah, dari satu subjek ke subjek lainnya.

13. Sugiarto

Variabel adalah suatu karakter yang bisa dicermati bagian pengenal atau atribut dari anggota kelompok.

Lebih jelasnya, variabel adalah proses variasi antara objek satu dengan objek yang lain, di mana aturan—variasi—tiap kelompok berbeda.

14. Sugiono

Segala sesuatu yang diproses lewat informasi, tentang suatu hal dari penelitian, untuk kemudian dipelajari, dan diperoleh hasil dari penelitian itu, hingga terdapat kesimpulan.

15. Suharsimi Arikunto

Pengertian variabel adalah objek penelitian yang jadi perhatian pada suatu titik objek penelitian, di mana nantinya mendapatkan nilai dari kesimpulan suatu proses.

16. Sutrisno Hadi

Variasi dari objek penelitian, seperti tinggi badan manusia yang divariasikan dengan berat badan, pun usia yang dimiliki.

Sehingga menghasilkan nilai kuantitatif, dari suatu penelitian yang diterapkan secara nyata.

17. Tri Mutiara

Proses yang berjalan dengan baik, hingga mendapat perhatian dengan fokus pada pengaruh nilai. Variabel adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil penelitian.

Pengertian Variabel Sesuai Bidangnya

Pengertian variabel bisa berbeda antara satu dengan yang lain. Tergantung bidang apa yang didalami.

Berikut jenis variabel yang telah digolongkan ke dalam masing-masing bidang:

1. Variabel Sains

Pada ranah sains, variabel bisa diartikan sebagai objek penelitian dengan nilai dan nama di dalamnya.

2. Variabel Matematika

Biasanya, variabel dilambangkan sebagai sebuah simbol yang bernilai, hingga membuat setiap masalah pada matematika bisa dipecahkan dengan mudah. Biasanya, dapat dipelajari melalui bab aljabar.

3. Komputer

Variabel digambarkan oleh kata, abjad, serta karakter, di mana setiap bentuknya mewakili nilai yang tersimpan dalam memori komputer.

Baca Juga: Pengertian Pendidikan: Jenis, Tujuan, dan Fungsinya

Jenis Variabel

Jenis variabel secara garis besar terbagi menjadi empat, di antaranya:

1. Berdasarkan Sifat
a. Variabel Dinamis

Dapat berubah-ubah karakteristik serta keadaannya, hingga memungkinkan variabel itu dimanipulasi untuk memperoleh tujuan tertentu.

Adapun contoh variabel dinamis adalah kinerja pegawai, prestasi belajar, dan lain sebagainya.

b. Variabel Statis

Kebalikan dari variabel dinamis, jenis ini cenderung bernilai tetap dan tidak akan berubah, sebagaimana agama, jenis kelamin, tempat tinggal, dan lain-lain.

2. Berdasarkan Hubungan Antar Variabel
a. Variabel Bebas

Variabel bebas atau variabel indipenden merupakan jenis yang dipercaya bisa memberi pengaruh kepada variabel terikat.

Jenis ini dapat dimanipulasi, untuk melihat nilai yang dimilikinya bisa berubah atau tidak.

Dengan demikian, dapat disimpulkan jika variabel ini perubahannya tidak ditentukan oleh variabel lain.

Meskipun berubah sendiri atau peneliti yang harus mengubahnya dalam percobaan, maka hasilnya tidak akan berubah.

Contoh variabel bebas paling umum adalah waktu dan usia, di mana tak ada yang bisa mengubah laju lambatnya perputaran waktu, demi mempertahankan umur seseorang.

b. Variabel Terikat

Nilai yang bisa diukur dalam suatu penelitian, serta faktor apa yang dapat memengaruhinya.

Variabel jenis ini adalah hasil respons dari variabel independen, dan terikat, karena sangat bergantung kepada variabel bebas.

Dalam penelitian ilmiah, bahkan kedua jenis variabel ini, senantiasa muncul bersamaan.

Contoh, jika peneliti tertarik mengkaji soal bagaimana stres dapat berpengaruh pada detak jantung.

Dalam hal ini, stres bisa dikatakan sebagai variabel bebas, dan jantung adalah variabel terikat.

Sehingga pada penelitian tingkat stres manusia, bisa dimanipulasi guna mengukur perubahan yang terjadi pada detak jantung.

c. Variabel Kontrol

Dikenal juga dengan nama variabel konstan, nilainya harus terus dipertahankan selama penelitian.

Jenis ini bukan merupakan bagian dari percobaan, tetapi tetap penting, karena bisa mempengaruhi hasil penelitian.

Setiap percobaan, hampir tersusun atas beberapa variabel kontrol. Sehingga sangat penting bagi peneliti, untuk mempertahankan nilai variabel ini, kecuali untuk jenis variabel bebas.

Jika variabel ini berubah saat percobaan, maka kondisi itu bisa membatalkan korelasi yang terjadi antara variabel bebas dan terikat.

Maka sangat penting, untuk melakukan pengukuran, pencatatan, serta identifikasi terhadap variabel kontrol.

Sementara untuk contoh variabel kontrol adalah jumlah cahaya, durasi percobaan, hingga kelembapan konstan.

3. Berdasarkan Pengaruh Antar Variabel
a. Variabel Moderator

Dapat memengaruhi variabel lain, dengan melemahkan pun menguatkan hubungan pada variabel bebas dan terikat.

Anda bisa menemukan variabel ini dalam penelitian yang bersifat kuantitatif dan kualitatif.

b. Variabel Intervening

Bisa memberi pengaruh kepada variabel terikat dan variabel bebas. Namun, tidak dapat diukur.

Letak variabel intervening ada di antara kedua variabel tadi, meskipun dengan kondisi ini, perubahan yang ada pada variabel terikat, tidak akan mendapat pengaruh secara langsung.

4. Berdasarkan Statistik
a. Variabel Nominal

Berguna sebagai pembeda atas data individu, serta dijadikan sebuah kategori. Contohnya pekerjaan, jenis kelamin, dan lain-lain.

b. Variabel Ordinal

Biasanya ditulis dalam bentuk urutan pun peringkat, sebagaimana kerap diterapkan saat memberi penilaian kepada siswa.

Dalam variabel ini, perbedaan data satu dengan yang lain, bersifat unik. Sehingga tak dapat diukur dengan data lain.

Maka perbedaan data, tidak memiliki nilai apa pun, selain hanya penempatan urutan.

c. Variabel Interval

Jenis ini juga memiliki manfaat untuk mengurutkan data. Bedanya, lebih mengutamakan perbandingan nilai.

Misalnya seperti pengukuran suhu Celsius, Fahrenheit, dan juga Kelvin.

d. Variabel Ratio

Jenis variabel yang memiliki data nol mutlak. Artinya, angka nol di sini, memiliki nilai, dan bisa dijadikan sebagai wakil angka.

Misalnya penggunaan angka nol pada tulisan ‘tingkat polusi 0’. Hal ini bisa diartikan, penelitian itu mendapatkan hasil tidak ditemukan kadar polusi sama sekali.

Manfaat Variabel Penelitian

Sumber: cv-library.co.uk

Variabel berguna untuk menyiapkan alat serta metode sebaik mungkin, agar lebih ringkas ketika digunakan untuk mengumpulkan data, dan menganalisanya secara tepat.

Selain itu, variabel juga berperan penting dalam hipotesis yang menjadi dasar penelitian.

Sedangkan untuk ciri-ciri yang perlu diperhatikan pada setiap variabel—guna mendapat hasil penelitian terbaik—bisa didapatkan melalui pengukuran.

Variabel yang baik, harus teridentifikasi, serta didefinisikan secara jelas, agar para peneliti bisa mencegah kesalahan ketika pengumpulan data.

Contoh Variabel Bebas (Matematika)

Pada pelajaran matematika, terdapat variabel bebas dan terikat.

Pada umumnya, variabel itu akan digunakan pada sebuah persamaan.

Berikut contoh penggunaan variabel tersebut dalam persamaan:

y=7+4x

Diketahui, y, memiliki fungsi sebagai variabel terikat, karena besar nilainya, bergantung pada besaran nilai x.

Semakin besar nilai x, maka semakin besar pula nilai y.

Begitupun sebaliknya, semakin kecil nilai x, maka semakin kecil pula nilai y.

Maka variabel terikat yang ada dalam matematika, bisa diartikan sebagai nilai, yang angkanya dapat berubah-ubah.

Akibat adanya pengaruh perubahan nilai yang ada di sistem.

Sedangkan besarnya nilai x, akan berpengaruh pada nilai y.

Jadi, x, berperan sebagai jenis variabel bebas, atau bisa diartikan sebagai masukan, di mana nilainya dapat diambil bebas.

Contoh pengaplikasiannya, digunakan saat membuat analisis regresi di bidang ilmu statistik.

Di dalamnya, akan lebih membahas terkait hubungan sebab dan akibat, pada variabel satu dan lainnya.

Sementara, pada analisis regresi, dapat dikatakan jika sumbu x, berperan sebagai variabel bebas, sedangkan sumbu y, variabel terikat.

Contoh sederhana, tedapat pada penelitian pengaruh kadar garam (NaCl), terhadap kandungan senyawa jenis metabolit sekunder, pada daun pegagan.

Dalam penelitian itu, peran variabel bebas menjadi kadar pun konsentrasi dari NaCl, yang mana nantinya digunakan pada percobaan tersebut.

Sedangkan peran sebagai variabel terikat, kandungan senyawanya jenis metabolit sekunder.

Pembuatan grafik analisis penelitian yang ada, kadar NaCl, akan diletakkan ke sumbu x.

Sedangkan pada kandungan senyawa jenis metabolit sekunder, ada sumbu di y.

Berdasarkan regresi linier, Anda, juga bisa menyusun persamaan yakni:

y=a+bx

Contoh Variabel Terikat

Contoh berikutnya mengenai pengaruh kafein terhadap nafsu makan.

Pada penelitian ini, pengaruh kafein berperan sebagai variabel bebas.

Sedangkan nafsu makan, menjadi variabel terikat.

Kopi mengandung kafein, sehingga dapat digunakan untuk menekan selera makan.

Namun, saat efek kafein hilang, otomatis, orang yang sudah mengonsumsinya, akan kembali lapar.

Maka para peneliti, harus mengetahui kadar kafein yang tepat, agar efek menekan rasa lapar tak cepat hilang.

Solusinya adalah dengan mengonsumsi kopi mengandung kafein, tanpa tambahan gula.

Kesuksesannya akan ditandai dengan tidak munculnya rasa lapar, meski efek kafein telah habis.

Demikian penjelasan Ngelmu, kali ini soal pengertian variabel secara umum, menurut para ahlinya, lengkap dengan jenis, manfaat, hingga contohnya.

Semoga dapat dijadikan bahan informasi untuk Anda yang ingin mengerjakan tugas, pun sekadar memperdalam maksud variabel itu sendiri.