Pernyataan Ade Armando Perlu Ditanggapi atau Tidak, sih?

  • Bagikan
Kontroversi Ade Armando

Ngelmu.co – Sudah berapa kali pernyataan Ade Armando, menggaduhkan media sosial? Teranyar, “…dalam Al-Qur’an tidak ada perintah sholat lima waktu.”

Kini, yang menjadi pertanyaan adalah, sebenarnya perlu atau tidak menanggapi celoteh, Ade?

Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad, menilai bahwa, tak perlu meributkan pernyataan Ade.

“Beliau bukan ahli agama, jangan ditanggapi,” tuturnya, Rabu (3/11) kemarin.

Menurut Dadang, seluruh umat muslim telah mengetahui dasar perintah sholat lima waktu, maka tak perlu memusingkan pernyataan Ade.

“Karena beliau tidak mengerti agama. Semua orang Islam, sudah pada tahu [dasar perintah salat lima waktu],” tegasnya.

Sementara Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, menjelaskan perintah, nama, dan waktu pelaksanaan sholat.

Memang, ujarnya, tidak ada di dalam teks Al-Qur’an, tetapi jelas tertuang dalam hadis.

Meski demikian, Qur’an menyebut tiga waktu pelaksanaan sholat bagi umat muslim.

Ketika tergelincir matahari, gelap malam, dan fajar.

Tak sampai di situ, Mu’ti juga menjelaskan, bagaimana surah Al-Baqarah ayat 238, menyebut perintah mendirikan sholat.

“Ada satu ayat yang menyebut ‘shalat al-wustha’, tanpa disebutkan waktunya,” jelasnya.

“Khilafiah itu masih terus terjadi sampai saat ini, karena itu, sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan,” sambung Mu’ti.

Lakpesdam NU

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad, juga demikian.

Ia menilai, pernyataan Ade, hanya sekadar cara yang bersangkutan mencari perhatian. Tidak ada manfaatnya bagi umat muslim.

“Ini hanya ingin genit saja. Omongan yang enggak ada gunanya,” sentil Rumadi.

MUI

Telanjur gaduh. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, juga ikut bicara.

Ia mengkritik keras pernyataan Ade.

“Bagaimana enggak ada lima waktu [dalam Al-Qur’an]? Wong di Al-Qur’an ada,” tegasnya.

“Ini [Ade] enggak belajar, atau punya tendensi lain? Saya enggak tahu,” sambung Jaidi, Rabu (3/11) kemarin.

Namun, ia menekankan, bahwa Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, telah banyak menjelaskan tentang shlat lima waktu.

Salah satu termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 43, yang intinya menyerukan agar umat Islam, menegakkan sholat dan menunaikan zakat.

Jaidi juga mengatakan, Hadis Riwayat Bukhari 613, menyatakan bagaimana Nabi Muhammad, memerintahkan umat Islam untuk sholat. Sebagaimana beliau menjalankannya.

“Rasulullah juga mencontohkan pada umatnya, waktu Zuhur, sholat, waktu Asar, sholat, waktu Subuh, sholat, waktu Magrib, sholat waktu Isya, sholat,” tegas Jaidi.

Ustaz Udjae

Ustaz Udjae yang turut menyoroti pernyataan Ade, menjelaskan bagaimana semestinya menyikapi manusia macam ini.

“Sholat lima waktu itu di dalam Al-Qur’an, perintahnya ada,” jawabnya.

“Tapi tata caranya, ada di dalam hadis Nabi kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,” imbuhnya.

“Dan juga di dalam ijma, atau ulama menjelaskan,” sambungnya lagi.

Sehingga, lanjut Ustaz Udjae, sholat lima waktu adalah syariat yang umat Islam telah mengetahuinya. “Itu adalah kewajiban.”

Menurut Ustaz Udjae, perlu juga melihat pernyataan Ade, dengan jelas.

“Kalau perspektifnya ada perintah sholat [dari takbiratul ihram sampai salam] tidak ada di dalam Al-Qur’an, iya [benar],” ujarnya.

“Tapi kalau maksud dan tujuannya, tidak ada perintah sholat di dalam Al-Qur’an [sebagai kewajiban umat Islam, yakni sholat lima waktu khususnya], maka siapa pun itu yang mengaku Islam, murtad,” tegasnya.

Berikut pernyataan Ustaz Udjae, lebih lanjut:

Sebagai muslim, menyikapi persoalan itu, ini harus tahdzir. Kenapa?

Karena memang perkataannya, atau statement… statement Ade Armando, yang selama ini kita lihat, memang melecehkan daripada agama.

Maka oleh karena ketika tujuannya secara lahiriah tampak seperti itu, maka umat Islam wajib marah.

Tapi marah yang dalam pengertian, rasa cemburu kepada agamanya, ketika Islam ini dinodai, Islam ini dilecehkan.

Kendati demikian, juga bersabar menghadapi perkataan yang melecehkan agama, tentu boleh.

Tetapi bukan yang mendiamkan dan membiarkan. Tetap harus ada yang dilakukan.

Sabar oke, tapi dalam pengertian sabar bukan berarti diam untuk kemudian, ya, sudahlah biar saja, ia nyela saja, kita sabar.

Sabar dalam pengertian, kita harus memberikan, minimal pemahaman dan pengertian kepada umat, bahwa orang seperti ini nih salah.

Orang dalam kategori ini melecehkan daripada Al-Qur’an.

Saya berharap, dalam hal ini, pemerintah yang punya wewenang atau yang berkaitan dengan masalah ini, agar tidak mendiamkan.

Agar tidak bersikap acuh tak acuh, tapi harus ambil langkah-langkah, agar hal ini tidak berlarut-larut.

Harus ada yang namanya, istilahnya mungkin tindakan dari aparat.

Menyampaikan kepada dia, sehingga umat Islam ini tidak terpancing.

Pernyataan-pernyataan yang dinilai melecehkan agama, bisa memancing hal-hal yang tak diinginkan.

Itu wajib diingat, jangan sampai memunculkan reaksi negatif.

Jadi masalah kita, umat Islam ini jadi terpancing, ketika umat Islam terpancing, khawatir nanti bisa dikatakan radikal dan sebagainya.

Padahal, itu bisa dikatakan reaksi dari sebuah aksi, yang memberikan aksi ini adalah orang-orang macam Ade Armando ini.

Reaksi ini dari umat Islam, atau kita sebagai orang muslim, yang memang tidak mau agamanya dilecehkan seperti ini.

Makanya saya berharap, ada upaya membenahi orang seperti ini, agar tidak membuat rancu.

Keributan di tengah-tengah bangsa Indonesia, yang mayoritasnya umat Islam.

Baca Juga:

Bagaimana Ade, menyikapi kegaduhan yang muncul karena pernyataannya?

“Jangan ngamuk, jangan menguliahi saya panjang lebar, seolah saya tidak paham Islam.”

“Saya cuma minta Anda tunjukkan satu surat atau ayat Al-Qur’an yang secara spesifik memuat perintah agar umat Islam sholat lima waktu!”

  • Bagikan