Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Sukmawati Soekarnoputri (kanan) usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (5/4). Ketua MUI menyatakan akan mendamaikan pihak-pihak yang tidak terima dengan puisi kontroversial Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. ANTARA FOTO/Budi/gp/aww/18.

Pesantren di Garut ini Tolak Kedatangan Ma’ruf Amin, Ada Apa?

Ngelmu.co, GARUT – Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin kembali ditolak di Garut. Kali ini disuarakan Pondok Pesantren Darussalam Wanaraja.

Ma’ruf rencananya datang ke Garut pada Minggu (02/12/2018). Di Garut ia akan mengunjungi sejumlah ponpes, gelar istigasah dan berziarah ke makam sesepuh NU di Garut.

Pimpinan Ponpes Darussalam KH Abdul Halim Musaddad yang mendelegasikan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Darussalam Cecep Solahudin sebagai juru bicara saat diwawancarai wartawan di kantornya, Jalan Raya Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (30/11/2018).

“Benar, kami menerima surat permohonan kedatangan KH Ma’ruf Amin sebagai mukhtasar PBNU. Hanya dengan sangat terpaksa sekali kami tidak bisa menerimanya,” ujar Cecep dikutip detik.com.

Dia mengatakan pihaknya membenarkan alasan penolakan kedatangan Ma’ruf karena seluruh elemen Ponpes Darussalam hendak menghadiri reuni 212 di Jakarta, pada Minggu (02/12/2018). Ma’ruf Amin datang di hari yang sama.

“Benar memang itu sudah diagendakan sebelumnya. Sebenarnya, pak kiai (Abdul Halim) sangat terhormat dengan rencana kedatangan beliau. Hanya saja kami memiliki agenda untuk mengikuti reuni 212,” kata Cecep.

Ponpes Darussalam sendiri menerima surat pemberitahuan kedatangan Ma’ruf dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Kamis (22/11). Lantaran berhalangan, pihak ponpes kemudian mengirimkan surat jawaban pada Kamis (29/11).