Pilu! Untuk Mendapatkan Air, Korban Gempa dan Tsunami Palu Harus Lakukan ini

Diposting pada 160 views

Ngelmu.co – Memilukan, pengungsi di Lapangan Watulemo, depan Kantor Wali Kota Palu, Sulteng masih susah dapat air mineral. Lebih memilukan, untuk mendapatkan air mineral, pengungsi harus menyerahkan KTP atau KK.

Kesulitan dan kondisi yang menyulitkan itu dikeluhkan pengungsi di Lapangan antara Balai Kota Palu dan rumah Wakil Wali Kota Sigit Purnomo bermacam- macan, dari air mineral sampai susu anak-anak.

“Masa kalau mau ambil air mineral saja harus menyetor KTP atau kartu KK,” cerita salah satu pengungsi, Hartini (45) di Lapangan Watulemo, Sabtu (6/10/2018), dikutip dari Tribunnews.

Hartini mengisahkan bahwa untuk meminta air mineral kemasan gelas dia diwajibkan menyetor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kalau tidak, maka tak akan mendapatkan air mineral kemasan gelas tersebut.

Baca juga: Semangat Relawan FPI Bantu Evakuasi Korban Gempa Palu

Jadi menyedihkan karena rumah Hartini di Kampung Petobo tertelan lumpur hingga 10 meter. Walaupun seperti itu keadaannya, namun Hartini tetap diwajibkan membawa KK dan KTP untuk syarat mengambil air.

“Rumah saya di Petobo dan semua orang tahu di kampung kami terkena tsunami lumpur dan tanah, rumah kami terkubur, masa masih minta KTP,” tutur Hartini.

Hartini menceritakan bahwa dirinya, empat anak, dan suami, Bernat (50) hanya bisa menyelamatkan pakaian di badan, akibat lumpur yang tiba-tiba keluar dari dalam tanah usai gempa yang telah menelan ratusan rumah warga.

Hartini mengungkapkan bahwa seharusnya petugas bisa berlaku adil atau melihat kondisi ini dengan kaca mata kemanusiaan, bukan cara atau sistem birokrasi berbelit-belit. Hartini berharap pemerintah atau petugas melihat pengungsi sebagai pengungsi bukan sebagai pengemis atau yang lainnya. Selain kesulitan untuk mendapat air mineral, para pengungsi juga berharap adanya bantuan berupa beras, popok bayi,obat-obatan, dan pakaian bisa disediakan.

Diceritakan juga oleh pengungsi bahwa selama para pengungsi di Lapangan Watulemo, mereka belum juga melihat wali kota, wakil wali kota dan Gubernur Sulteng mengunjungan pengungsi. Padahal kehadiran para pejabat daerah dan pemerintahan di Palu dan Sulteng itudiharapkan bisa mendengarkan keluhan para pengungsi usai bencana ini