PKS dan FPI Dituding Tak Ikhlas Bantu Bencana karena Berseragam, Ini Jawaban Telaknya

Diposting pada 3.264 views

Ngelmu.co, PANDEGLANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Front Pembela Islam (FPI) selama ini selalu terdepan dalam menjadi relawan bencana, termasuk bencana alam Tsunami yang terjadi di Selat Sunda.

Namun seringkali kritik melayang terhadap dua elemen umat Islam ini. Utamanya pertanyaan yang muncul mengapa harus memakai atribut.

Padahal, jelas relawan yang berada di lokasi bencana, wajib dan harus memakai atribut yang jelas. Biarpun itu Ormas, Partai, Pencinta Alam, SAR, atau TNI. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Jika membantu dalam bentuk bantuan sembako, baju, pembalut, popok, susu. Ini juga harus jelas yang membantu siapa dan dari mana. Agar tahu, jika suatu waktu terdapat sesuatu, seperti barangnya kadaluarsa, membuat orang keracunan makanan, atau pembalutnya rusak saat masih di bungkusnya, susunya kadaluarsa, dan sebagainya.

Sementara, bagi Tim SAR-nya, juga harus jelas dari tim mana. Agar ketika terjadi sesuatu, misalkan hilang, meninggal, dsbnya. Akan cepat diketahui.

Hal-hal seperti inilah yang membuat atribut itu bisa jadi adalah wajib digunakan oleh relawan bencana dan bantuan untuk pengungsi. Tetapi bagi orang-orang yang cuma duduk manis di rumah, dan sekedar melihat tv dan membaca koran, mereka tentu tidak mengetahui hal-hal spesifik yang sangat penting tersebut.

Mereka tentu tidak akan tahu, bagaimana ada pengungsi yang keracunan karena dapat dari bantuan yang tidak jelas siapa yang memberikan. Atau bahkan menemukan seorang yang meninggal, dikira korban bencana tetapi relawan bencana yang tanpa atribut. Ini semakin menyulitkan penanganan bencana.

Sebagaimana diketahui, PKS Banten mengerahkan empat puluh relawan kepanduan untuk membantu korban bencana yang disebar di empat titik, yakni Labuan, Panimbang, Cigeulis dan Sumur.

Selain membantu kegiatan evakuasi korban, relawan PKS telah mendirikan beberapa posko bantuan, di antaranya posko di Panimbang yang jaraknya berdekatan dengan lokasi terdampak tsunami cukup parah. Empat posko itu berada ditempatkan di Labuan, Panimbang, Cigeulis dan Sumur.

Selain dari PKS Banten, relawan juga diberangkatkan dari DPW PKS Jawa Tengah. Selain belasan relawan yang diturunkan, bantuan logistik juga dikirimkan bersama para relawan. Bantuan logistik berupa obat obatan, makanan siap saji, dan alat tidur disalurkan karena menjadi kebutuhan utama korban.

Tim relawan dan bantuan logistik diberangkatkan dari kantor DPW PKS Jateng Senin, (25/12) malam. Selain rombongan dari DPW PKS Jateng, relawa dan bantuan logistik juga dikirimkan oleh DPD PKS Magelang secara terpisah.

Selain PKS, FPI juga turut membantu proses evakuasi pencarian korban terdampak tsunami di wilayah Banten. FPI mendirikan posko-posko untuk membantu korban terdampak tsunami. Di dalam posko tersebut, FPI menyediakan berbagai keperluan seperti makanan dan beberapa pakaian.

FPI menerjunkan sebanyak 500 laskar untuk membantu mengevakuasi korban dan membersihkan reruntuhan bangunan akibat tsunami yang menerjang wilayah Banteng, Lampung, dan sekitarnya pada Sabtu (22/12).