meninggalkan Gerindra
Mardani Ali Sera

PKS Meninggalkan Gerindra dan Prabowo?

Ngelmu.co – Partai Keadilan Sejahtera mungkin saja meninggalkan Gerindra dan Prabowo Subianto dalam koalisi Pemilu 2019 mendatang. PKS bisa saja meninggalkan Gerindra dan Prabowo, kemudian menjalin koalisi dengan partai lain seperti PKB, atau PAN, dan mengusung capres-cawapres sendiri.

“Selalu ada kemungkinan,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, Minggu, 15 April 2019, seperti yang dilansir dari Viva.

Baca juga: PKS Bidik Posisi Cawapres Prabowo

Sejauh ini, PKS sudah mengajukan 9 nama kader mereka untuk dipilih sebagai calon wakil presiden kepada Gerindra dan Prabowo. Namun, Gerindra tidak bisa memastikan untuk memilih salah satu di antara mereka. Oleh karena itu, PKS menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan menjalin koalisi dengan partai lainnya. Mardani menyebutkan bahwa sifat politik yang tidak bisa statis, dinamis, oleh karena itu bisa jadi berubah.

kan tetapi, Mardani menegaskan bahwa partainya tetap berharap bisa menjalin kesepakatan dengan Gerindra dan tidak meninggalkan Gerindra. Kemudian mengusung capres-cawapres untuk berkompetisi secara sehat dengan calon petahana, Joko Widodo.

“Posisi PKS saat ini mengajukan 9 kader untuk capres/cawapres. Kami selalu ingin bersama Gerindra. Dan tetap yakin Gerindra akan buat keputusan bersama PKS,” tambah Mardani.

Baca juga: PKS Sambut Ajakan Koalisi Habib Rizieq

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman telah memberikan 9 nama kader PKS untuk dijadikan cawapres Prabowo. Gerindra dan Prabowo diminta untuk memilih satu dari sembilan nama tersebut agar mendapatkan dukungan dari PKS. Adapun sembilan nama tersebut antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

Sayangnya, Ketua Tim Pemenangan Pilpres Partai Gerindra, Sandiaga Uno, tidak menjamin partainya akan memilih salah satu dari mereka. Sandiaga mengatakan bahwa sembilan nama yang diajukan PKS itu merupakan sosok yang baik namun Gerindra masih pada tahap mengumpulkan nama-nama tersebut sehingga belum dapat memutuskan.