Politikus PDIP Tanggapi Susi yang Komentari Puan: Seperti Kacang Lupa Kulit

  • Bagikan
Politikus PDIP Sebut Susi Seperti Kacang Lupa Kulit
Foto: Gatra/Jongki Handianto/far

Ngelmu.co – Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi Susi Pudjiastuti, yang belum lama ini mengomentari berita tentang Puan Maharani.

Seperti diketahui, Susi, mengomentari Puan yang menandur padi bersama petani saat hujan turun.

Ia bilang, “Biasanya petani menanam padi tidak hujan-hujanan 🙏.”

Menurut Andreas, Menteri Kelautan dan Perikanan ke-7 RI itu bagai sosok yang lupa diri.

“Pak Jokowi turun ke sawah, hujan-hujan pakai payung, enggak dikomentari Bu Susi,” tuturnya.

“Jangan begitulah, Bu Susi, seperti kacang lupa kulit,” sambung Andreas, Jumat (12/11/2021) lalu, mengutip CNN Indonesia.

Pada Senin (15/11) kemarin, Susi pun menanggapi pernyataan Andreas.

Melalui akun Twitter resminya, @susipudjiastuti, ia hanya merespons dengan sebaris emotikon wajah mata berputar.

Pengguna Twitter @Asr_Aji, pun tertawa, karena menurutnya Susi pernah salah masuk partai.

“Ibu pernah salah masuk partai wkwk,” begitu cuitnya, yang kemudian mendapat balasan langsung dari Susi.

“Sampai dengan hari ini saya tidak berpartai,” jelasnya.

Pemilik akun @abdi_hab, pun mengomentari Andreas. “Hadeww, akting lagi.”

“Apa gak nyadar partainya raja kacang lupa kulit. Dipilih rakyat, tapi khianat ke rakyat,” kritiknya.

Sementara menurut @Nugstriamdans, “Bu Susi ini mewakili netizen yang takut kalau ngetwit ada tukang bakso bawa HT depan rumah.”

Baca Juga:

Terlepas dari pernyataan Andreas dan komentar warganet, Presiden Joko Widodo (Jokowi), memang pernah menyusuri persawahan di tengah hujan dan petir.

Tepatnya ketika meninjau lahan food estate di Desa Makata Keri, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Februari 2021.

Pada saat itu juga terlihat kerumunan warga, menanti Jokowi.

Mereka tampak berebut, ingin mendekat, saat rombongan mobil kepresidenan hendak menuju Waduk Napun Gete di Maumere.

Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Paspampres telah mencegah Jokowi, agar tidak pergi ke tengah sawah saat hujan.

Namun, Jokowi berkukuh. Ia ingin mengecek langsung pembangunan lumbung pangan dengan detail.

“Presiden tetap ingin melihat langsung pompa air itu, karena merupakan kunci untuk food estate di lokasi tersebut,” kata Bey.

“Presiden mau ke situ untuk memastikan pompa berfungsi,” imbuhnya, Rabu (24/2/2021).

Belum lama, giliran Ketua DPR RI Puan Maharani yang memutuskan untuk menanam padi, saat kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ia tampak berada di sawah, berdiri di tengah dua petani yang mengenakan jas hujan dan caping.

Di area Persawahan Sendangmulyo, Sleman itu, Puan ikut turun menandur padi, meski hujan deras mengguyur.

Namun, Susi menyampaikan pandangannya, bahwa biasanya, petani tidak menanam padi sembari hujan-hujanan.

Pengguna Twitter @yusuprhmn, juga bilang, “Di kampung itu kalau musim nanem padi, terus hujan, apalagi ada petir dan lain-lain, memang biasanya neduh di saung.”

“[Petani] Nyari tempat, bangunan, atau pohon yang lebih tinggi, supaya enggak kesamber petir,” ucapnya.

  • Bagikan