Kenakan Jilbab, Menteri Puan Sebut Pemerintah Jokowi Berpihak Pada Umat

Ngelmu.co, JAKARTA – Seluruh hotel untuk jamaah haji Indonesia di Madinah pada 2018 berada di daerah Markaziah, atau di area dekat Masjid Nabawi.

Konsentrasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menyediakan fasilitas pemondokan dekat dengan Masjid Nabawi agar jemaah haji bisa lebih khusyuk beribadah.

Demikian disampaikan Menko PMK Puan Maharani saat meninjau fasilitas jamaah haji Indonesia di Madinah untuk memastikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Menteri Puan yang tampil dengan jilbab hitam mengawali kunjungannya di pemondokan Taiba Arac Suites dan disambut oleh General Manager Mahmoud Khalil. Hotel ini  memiliki daya tampung mencapai 3.300 jemaah haji.

“Pemerintah terus melayani umat, calon jemaah haji Indonesia dengan sebaik-baiknya. Saya melihat langsung pemondokan yang disiapkan di Madinah, fasilitasnya sangat bagus dan persis di depan Masjid Nabawi,” ujar Puan yang didampingi Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, seperti dikutip dari RMOL.co pada Selasa (24/4/2018).

Puan dan rombongan pun meninjau Kantor Kesehatan Haji Indonesia untuk memastikan sarana dan prasarana kesehatan jemaah haji Indonesia memadai. Ia meminta untuk musim haji selanjutnya kantor kesehatan disediakan lebih dekat dari pemondokan.

“Saya minta fasilitas kesehatan Indonesia siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Siapkan dokter-dokter spesialis dari Indonesia”, sebut Menko PMK.

Mengakhiri hari pertama peninjauan fasilitas haji 2018, Menko PMK memimpin langsung rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono, Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Aly, Perwakilan Kantor Kesehatan Haji, Staf Teknis Urusan Haji, serta jajaran Ketua Tim Penyediaan Layanan Jemaah Haji Indonesia dan Staf KJRI Jeddah, untuk memastikan kesiapan pemerintah melayani jemaah haji Indonesia.

Salah satu yang menjadi pembahasan penting adalah antrean panjang saat di imigrasi Arab Saudi. Puan tidak ingin jemaah haji Indonesia kelelahan karena lama perjalanan dari Tanah Air dan panjangnya antrean imigrasi. Karena itu, harus diupayakan permintaan pelayanan imigrasi khusus ke pemerintah Arab Saudi sehingga calon jamaah haji Indonesia tak kelelahan sebelum menunaikan ibadahnya

“Ditjen Haji Kementerian Agama bersama BPKH harus melakukan kajian kemungkinan pembangunan fasilitas hotel untuk jemaah dari Indonesia. Dengan jumlah jemaah haji 221.000 orang per tahun, misalnya bisa dibangun beberapa hotel yang dapat menampung 25.000 jemaah. Diluar musim haji, hotel tersebut bisa ditawarkan kepada penyelenggara umrah,” demikian Puan.