Rekomendasi Ijtimak Ulama III Menohok Paslon 01

Diposting pada 307 views

Ngelmu.co – Tak bisa dipungkiri jika rekomendasi Ijtimak Ulama III yang diumumkan Rabu (1/5), sangat menohok untuk pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf. Sebab, Slamet Ma’arif yang merupakan Ketua Panitia acara tersebut, menyatakan jika pihaknya tidak mengundang Jokowi-Ma’ruf, karena kubu petahana diduga sudah melakukan kecurangan di Pemilu 2019.

“Bismillah, keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional III, tentang sikap dan rekomendasi terhadap kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses Pemilu 2019,” ujar Pimpinan Sidang Ijtimak Ulama, Ustaz Yusuf Martak, saat ditemui di lokasi, Rabu (1/5).

Ditemui di tempat lain, tak lama setelah acara usai, Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq mengatakan jika pihak yang senantiasa mengangkat tentang kecurangan tanpa melampirkan bukti, adalah sebenar-benarnya pelakon kecurangan.

“Penggunaan cara yang tidak konstitusional dan tidak rasional justru menurunkan derajat ulama. Ulama dikenal sebagai sosok yang memahami ilmu, menghormati kesepakatan, komitmen, dan juga menghargai nilai persaudaraan. Kita menolak orang yang terus menerus membuat narasi kecurangan. (Sebab) orang yang membuat narasi kecurangan tanpa menunjukkan data dan fakta sebenarnya dia telah berbuat curang,” tandas Maman, seperti dilansir dari BBC.

“Cara menakut-nakuti, mengerahkan people power, adalah cara yang tidak elegan, dan tak dituntun nilai agama kita. Jangan habiskan energi umat yang sudah merespons proses demokrasi dengan baik. Jangan mengklaim atas nama umat Islam dan jangan mengklaim atas nama kelompok masyarakat, mengeluarkan seruan yang kontraproduktif untuk nilai persaudaraan dan nilai-nilai Islam itu sendiri. Kita menghormati proses dan menunggu dengan sabar. Dan kita yakin umat Islam akan berkonsentrasi melakukan ibadah khusus di bulan Ramadhan,” imbuhnya.

Tetapi pemimkiran tersebut langsung dibantah oleh Panitia Pengarah Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir. Pihaknya menegaskan tidak sedang berupaya menggiring opini masyarakat, agar berpikir seolah-olah Pemilu 2019 diwarnai dengan kecurangan. Karena kenyataannya acara tersebut ada, justru untuk menciptakan ketenangan bagi umat yang sedang berada di tengah-tengah kecurangan.

“Justru para ulama datang ke sini untuk memberikan ketenangan kepada umat,” tuturnya, Rabu (1/5), Bogor-Jawa Barat.

Namun, meski hasilnya menyimpulkan terjadi kecurangan pada Pilpres 2019 yang dilakukan kubu 01 secara terstruktur, sistematis, dan masif, Slamet menegaskan jika pertemuan tersebut tidak ditunggangi oleh Prabowo dan timnya. Karena justru tujuan utama dari Ijtimak Ulama III adalah untuk menyelamatkan kepentingan umat.

Berikut lima rekomendasi hasil Ijtimak Ulama III, yang diinisiasi oleh sejumlah organisasi masyarakat Islam, yakni PA 212, GNPF Ulama, dan FP:

1. Menyimpulkan bahwa telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

2. Mendorong dan meminta BPN Prabowo-Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural, tentang terjadinya kejadian berbagai kecurangan, kejahatan yang terstruktur, sistematis, masif dalam proses pilpres 2019.

3. Mendesak KPU dan Bawaslu untuk memutuskan, membatalkan, atau mendiskualifikasi pasangan capres-cawapres 01.

4. Mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi perjuangan penegakan hukum dengan cara syar’i dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan, kejahatan, serta ketidakadilan. Termasuk perjuangan pembatalan/diskualifikasi capres-cawapres 01 yang ikut melakukan kecurangan dan kejahatan dalam Pilpres 2019.

5. Memutuskan bahwa melawan kecurangan serta kejahatan dan ketidakadilan, kecurangan merupakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, serta konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga keutuhan NKRI juga kedaulatan rakyat.

Keputusan tersebut ditetapkan di Bogor, 1 Mei 2019 (25 Sya’ban, 1940 Hijriah), di mana pimpinan sidang pleno Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III, antara lain:

  • KH Abdul Rasyid Abdullah Syafie
  • Ustaz Yusuf Muhammad Martak
  • Ustaz Zaitul Rasmin
  • Ustaz Slamet Maarif
  • KH Sobri Lubis
  • Ustaz Bachtiar Nashir