Respons Ceramah Gus Muwafiq, Warganet Naikkan Tagar #KamiBersamaRasulullahSAW

Diposting pada 2.280 views

Ngelmu.co – Merespons ceramah Gus Muwafiq (Ahmad Muwafiq), yang dianggap merendahkan, serta melecehkan pribadi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, warganet menaikkan tagar #KamiBersamaRasulullahSAW, hingga jadi trending di media sosial Twitter.

Meskipun telah menyampaikan permintaan maaf atas ceramahnya tersebut, warganet mengaku terluka dengan ucapan Gus Muwafiq.

Emje: “Di akhirat kelak, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’ Cinta Nabi, maka engkau akan bersamanya, di surga!

Cinta Muwafiq, engkau akan bersamanya, gak tahu entah di mana nanti berada. #KamiBersamaRasulullahSAW.”

Teuku Djohan: “Saya jarang ikut memainkan tagar di Twitter, tapi kali ini saya akan mainkan tagar.

Demi membela ke-Agungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang sudah direndahkan.”

Satria Piningit: Ada tagar #KamiBersamaGusMuwafik, dikiranya nanti di hari kiamat minta syafaatnya sama si Muwafiq kali.

Jay: “Niat itu sejalan dengan perbuatan, bila khilaf terucap tanpa niat, pasti dengan spontan ber-istighfar.

Tak perlu nunggu hari. Nah, lihat ekpresi tawa, senang, dan gembira Muwafiq, selepas ngeguyon dan merendahkan masa kecil Rasulullah. Apakah itu bukan niat?”

Baca Juga: Masih Belum Mau Minta Maaf, Sukmawati Disebut Siap Tanggung Jawab

Sementara dalam permohonan maafnya, Gus Muwafiq mengatakan:

“Demi Allah, tidak ada sedikitpun saya menghina Rasulullah. Ini bukan masalah keyakinan, ini tantangan.

Kita sering ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan milenial yang kadang kita sendiri sudah enggak tahu jawabannya.

Karena mereka sudah enggak percaya dengan jawaban-jawaban kita.

Untuk seluruh kaum Muslimin di Indonesia, apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Tidak ada maksud menghina, mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar lebih beradab terhadap Rasulullah.

Dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tapi beberapa orang menganggap ini kalimat yang cukup berat.

Kepada seluruh kaum Muslimin, saya mohon maaf,” ujarnya, seperti terekam dalam video yang diunggah kanal YouTube NU Online, 2 Desember 2019.