Prabowo Unggul

‘Saat Elektabilitas Jokowi Mulai Ketahan Tidak Naik Alias Incumbent Mangkrak’

Ngelmu.co, JAKARTA – Pelan-pelan elektabilitas antara Joko Widodo dan Prabowo dalam survei tak terlalu jauh lima bulan jelang pemungutan suara Pilpres 2019.

Anggota tim sukses Prabowo-Sandi sekaligus Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan hasil survei Median membuktikan belum ada satupun capres yang unggul telak. Dengan survei ini menurutnya kompetisi pilpres masih panjang.

“Benarlah dugaan kami selama ini kalau elektabilitas pak Jokowi memang ketahan tidak naik-naik, alias incumbent ‘mangkrak’. Artinya incumbent itu ketika maju kembali kan yang dinilai oleh publik kinerjanya. Kinerja ini biasanya linear terpotret di elektabilitas,” kata Jansen dikutip VIVA pada Kamis (29/11/2018).

Dia menilai kinerja Jokowi sebagai capres petahana kurang baik. Ia membandingkan dengan kinerja Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ketika maju kembali sebagai capres petahana di Pilpres 2009. Kata dia, saat itu, elektabilitas SBY kuat karena stabil di kisaran melebihi 60 persen.

“Sehingga ada kalimat ketika itu, SBY dipasangkan dengan siapapun pasti akan menang dan terpilih kembali. Jadi, jangan dibilang kinerja Jokowi ini lebih baik dari SBY,” tutur Jansen yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu.

Kemudian, dengan selisih hanya 12,2 persen merujuk survei lembaga Media Nasioal (Median), ia optimis Prabowo bisa menyalip Jokowi.

Sisa kurang lebih lima bulan lagi salah satu alasannya. Selain itu, keyakinan Jansen karena masih ada tahapan debat capres yang diprediksi menjadi keunggulan Prabowo-Sandi.”Belum lagi nanti masuk di debat pilpres, kami yakin dengan visi misinya membangun Indonesia yang lebih baik dan besar, pak Prabowo akan memenangkan kompetisi ini,” sebut Jansen.

Lembaga survei Median merilis survei soal elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul, namun memiliki tren penurunan dibanding survei sebelumnya. Paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih berada di posisi elektabilitas 47,7 persen, sedangkan Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno berada di posisi 35,5 persen, sementara Undecided votters sebanyak 16,8 persen.

“Jokowi unggul sementara, tapi posisinya masih di bawah 50 persen. Sementara Prabowo tertinggal. Tapi jaraknnya ini bisa dikejar karena selisih hanya 12 persen, jadi saat ini Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen, Prabowo-Sandiaga 35,5 persen, ini selisih 12,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Resto Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Survei dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.