Saat Rizal Ramli Mau Pesan Mobil Esemka yang Rencana Diluncurkan Oktober

Ngelmu.co, JAKARTA – Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait mobil Esemka. Dilihat Ngelmu.co melalui akun Twitter Rizal Ramli @RamliRizal, Sabtu (3/11/2018).

Dalam cuitan Rizal Ramli, ia mengaku bahwa ia ikut memperkenalkan mobil esemka bersama Jokowi pada tahun 2012. Terkait dengan akan dilaunchingnya mobil tersebut, mantan menteri keuangan di era Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengaku akan membeli mobil esemka jika mobil tersebut bukan mobil China yang ditempeli stiker Esemka.

Menurut Rizal Ramli, sebuah cita-cita mobil nasional sangat mungkin dicapai. Tak hanya itu, Rizal Ramli menilai bahwa Indonesia juga bisa membuat terobosan mobil listrik agar menjadi bangsa yang hebat.

“Saya ikut memperkenalkan mobil Esemka dgn Mas @jokowi di Metro TV akhir 2012. Seandainya betul Esemka akan dilaunch, tapi bukan sekedar tempelen merk mobil China, saya ingin pesan satu mobil Dgn pasar mobil 1,7 juta/tahun. Cita2 mobil nasional sangat mungkin dicapai.”

“Saya ikut banggakan Esemka dgn Mas @jokowi di Metro TV akhir 2012. Dgn pasar mobil 1,7 juta/tahun. Cita2 mobil nasional sangat mungkin dicapai. Wong Minimum Economics of Scale hanya 300.000 Unit. Harus ada teroboson, spt mobil listrik nasional. Kita bisa kok jadi bangsa hebat,” tulis Rizal Ramli.

Mobil Esemka adalah produk mobil hasil rakitan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Surakarta yang bekerja sama dengan institusi serta industri dalam negeri dan beberapa perusahaan lokal dan nasional.

Kemudian, Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyebut mobil Esemka yang pernah dirintis Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan pada Oktober. Namun hingga awal Bulan November 2018, rencana tersebut belum terealisasi.

 “Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran,” kata Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, Kamis (27/09/2018) saat itu.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ma’ruf Amin ketika memberikan tausiah di hadapan ratusan santri dan ulama Nahdlatul Ulama.“Nanti ke depan ada harapan tumbuh mobil nasional Nuris jadi tidak mustahil. Semua usaha juga dimulai dari kecil,” katanya.

Namun hingga awal bulan November, mobil yang pernah dipakai Presiden Joko Widodo sebagai kendaraan dinas saat menjadi Wali Kota Solo belum juga diperkenalkan kepada masyarakat.

Anggota Direktur Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyebut apa yang disampaikan Ma’ruf soal peluncuran mobil Esemka di bulan ini tak terbukti. Artinya Ma’ruf menyampaikan berita hoaks. Pun demikian dengan Jokowi yang tidak mau jujur soal mobil Esemka yang pernah dibanggakan saat Pilpres 2014 lalu.

Ferdinand menyatakan dengan melihat kondisi di atas, pasangan Jokowi-Ma’ruf tak patut diberi kepercayaan lantaran masalah mobil Esemka tak bisa bicara jujur. Politikus Partai Demokrat itu menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai Jokowi-Ma’ruf soal mobil Esemka.”Ini hampir bisa disimpulkan bahwa ini bukan lagi memberitakan kebohongan tetapi menciptakan sebuah ketidakjujuran,” ujarnya, Rabu (31/10/2018) dikutip CNN Indonesia.

Senada dengan Ferdinand, Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan dirinya sangsi terhadap Ma’ruf bakal menepati janji-janjinya jika terpilih menjadi Wakil Presiden. Sebab baru menjadi cawapresnya saja Ma’ruf sudah ingkar janji.

Mobil Esemka sempat dipromosikan Jokowi saat masih menjabat sebagai wali Kota Solo hingga menjadi Presiden. Presiden Jokowi akhirnya bersuara terkait perkembangan mobil Esemka melalui akun media sosialnya.

Presiden Jokowi mengatakan sejak menjadi Wali Kota Solo hingga kini menjadi presiden, dirinya kerap ditanyai soal perkembangan mobil Esemka. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, mobil Esemka adalah produk uji coba dari pelajar SMK di Surakarta yang dibantu oleh beberapa teknisi dari perusahaan besar.

Jokowi, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo, mendorong usaha tersebut, termasuk mendukung agar mobil Esemka bisa berlanjut ke tahap berikutnya. Di antaranya uji emisi dan mendapatkan status layak jalan.”Selanjutnya, setelah memenuhi sejumlah aspek, Esemka akan beralih menjadi properti industri yang tak terkait dengan pemerintah,” ujar Jokowi.

Calon presiden nomor urut 01 itu menyatakan, pemerintah hanya mendorong dan tidak ada kaitannya dengan kepentingan apapun pun. “Setelah jadi ya diserahkan kepada industri,” lanjut Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, Esemka sudah dikerjakan dan dikembangkan oleh industri, tanpa campur tangan pemerintah dalam proses produksinya.”Tentu bukan Presiden yang buat pabrik sendiri dan bikin mobil Esemka sendiri,” pungkas Jokowi.