dai tidak baik
Said Aqil Siradj

Said Aqil Contohkan Rizieq Sebagai Dai Tidak Baik

Diposting pada 116 views

Ngelmu.co – Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dirinya tidak sependapat dengan 200 nama dai atau mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama RI (Kemenag). Said Aqil menegaskan bahwa seharusnya Kemenag memberikan peringatan atau mengeluarkan daftar dai tidak baik.

“Terus terang saja saya kurang sependapat soal itu, dengan membatasi 200 itu sesungguhnya masih ada ratusan pendakwah lagi yang ceramahnya bagus-bagus, malah sebenarnya yang radikal itu sedikit, sebetulnya kan yang harus ditentukan yang tidak baik itu ini, ini, ini, jangan malah yang baik yang dikeluarkan dari pendakwah umat Islam,” kata Said Aqil, di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2018), seperti yang dikutip dari Detik.

Said Aqil menyatakan bahwa tidak tepat jika Kemenag mengeluarkan 200 nama dai yang direkomendasikan, sebab masih banyak penceramah yang berkualitas dan belum masuk ke daftar tersebut. Ia menilai harusnya yang dilakukan Kemenag adalah mengeluarkan larangan bagi dai tidak baik atau dai yang mengkritik Pancasila dan berdakwah tetapi berbicara kasar.

Pada kesempatan tersebut, Said Aqil menyebutkan bahwa dikeluarkannya daftar dai tidak baik bertujuan agar warga tidak mengundang penceramah yang tidak baik. Kemudian, Said Aqil pun mencontohkan Habib Rizieq sebagai dai tidak baik dan masyarakat tidak perlu mengundang Habib Rizieq untuk memberikan ceramah.

Baca juga: Peneliti LSI: Menag Rontokkan Citra Jokowi

“Yang tidak baik lah yang harus dikeluarkan misalkan Habib Rizieq, misalkan. Saya tidak sependapat intinya (soal 200 nama), harusnya adalah dikeluarkan warning jangan undang jika yang tidak baik berceramah, berdakwah seperti misal Habib Rizieq. Jangan mengorbankan ribuan penceramah yang bagus-bagus. Intinya kurang rapi, kurang jeli, dan kurang tepat lah. Kasih kriteria lah jangan undang misal yang masih mengkritik Pancasila, saat dakwah ngomong kotor, misuh misuh, caci maki, memfitnah, menghasut, provokasi, ujaran kebencian,” ucap Said Aqil, dikutip dari Detik.

Akan tetapi, Said Aqil mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kemenag merupakan wewenang Kemenag. Kemenag memiliki wewenang membuat 200 nama yang direkomendasikan. Said Aqil mengatakan bahwa meski tujuan Kemenag baik, tetapi kurang tepat.

“Tidak dilibatkan sama sekali (PBNU), tujuannya memang barangkali baik, tapi kurang tepat karena sekali lagi yang didaftar itu yang boleh, padahal ada ribuan yang boleh, harusnya warning yang diterbitkan pendakwah yang kurang baik,” tutur Said Aqil.

Baca juga: Ustadz Yusuf Mansur Tolak Masuk Daftar 200 Mubalig Kemenag

Diberitakan sebelumnya, Kemenag merekomendasikan 200 nama mubalig. Nama-nama tersebut dirilis karena Kemenag menyatakan bahwa pihaknya sering mendapatkan pertanyaan mengenai rekomendasi penceramah. Adapun kriteria mubalig yang direkomendasikan Kemenag tersebut adalah mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Di lain pihak, kuasa hukum Habib Rizieq Syihab, Sugito Atmo Parwiro, menyatakan bahwa tidak masuknya nama Habib Rizieq dalam daftar 200 mubalig yang dirilis Kemenag tidak mempengaruhi jemaah Front Pembela Islam (FPI). Menurut Sugito, umat Islam akan menilai sendiri, sementara pihaknya menghormati keputusan soal 200 nama itu.

“Itu kan versi Kementerian Agama. Saya kira nggak ada pengaruhnya, bagaimana pun nanti yang akan menilai umatnya yang lebih dominan,”kata Sugito, dilansir Detik.