Berita  

Sebar Hoaks Tentang Jalan Tol, Tjahjo Kumolo Minta Maaf

Sebar Hoaks Tentang Jalan Tol, Tjahjo Kumolo Minta Maaf

Ngelmu.co – Politikus sekaligus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, Tjahjo Kumolo ketahuan mengunggah foto hoaks terkait jalan tol.

Sebarkan Informasi Hoaks

Foto tersebut ia unggah melalui akun Twitter miliknya @tjahjo_kumolo pada Sabtu, 9 Oktober 2021 kemarin.

Melalui unggahannya itu, tertulis narasi yang menjelaskan bahwa jalan tersebut terbaik di Indonesia yang terletak di Cisumadawu, Sumedang, Jawa Barat.

Narasi tersebut juga menjelaskan, bahwa tol tersebut menjadikan jarak tempuh antara Tegal-Bandung hanya 2 jam, dan Bandung-Semarang hanya 3 jam.

Sebar Hoaks Tentang Jalan Tol, Tjahjo Kumolo Minta Maaf

Penjelasan Kemenkominfo

Ternyata, informasi yang disebarkan oleh Tjahjo Kumolo itu adalah berita hoaks. Sebelumnya, hal ini juga pernah diberitakan melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) pada 2019 lalu.

Kemenkominfo melabeli foto itu masuk ke dalam ketegori disinformasi. Di mana jalan yang disebut sebagai jalan tol di Jawa Barat, meruapkan jalan biasa di Turki.

Berikut penjelasannya, “Akun dengan nama Emak-emak Cyber Army memposting sebuah foto dengan narasi “Penampakan tol Cisumdawu, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, 60 km, yang memangkas dan menerobos bukit”. Sebelumnya gambar tersebut diklaim sebagai jalanan yang ada di India,” kata Kemenkominfo.

“Setelah ditelusuri, ternyata klaim terhadap foto tersebut tidaklah benar. Gambar jalan tol tersebut bukanlah di India maupun di Indonesia, melainkan jalan raya D400 Mersin-Antalya di Turki,” demikian klarifikasi Kemenkominfo.

Postingan Dihapus dan Tanggapan Warganet

Namun, kini postingan yang dibagikan oleh Tjahjo Kumolo itu telah dihapus. Ia menyadari bahwa informasi yang dibagikannya itu merupakan hoaks.

“Mohon maaf postingan jalan tol di Jabar ternyata salah bukan di Jabar (saya dapat informasi salah) terima kasih perhatiaannya – tjahjokumolo” tulisnya pada Ahad, 10 Oktober 2021.

Baca Juga: Kini Berubah, Proyek Kereta Cepat Boleh Pakai Dana APBN, Apa Kata Warganet?

Menanggapi hal tersebut, banyak warganet yang tak menyangka, sekelas menteri bisa membagikan informasi yang keliru tanpa disaring lebih dulu. Berikut tanggapan mereka:

@sayids: “Jadi menteri harus jadi panutan jangan sebarkan sesuatu yang kau tidak tahu, sudah cukup bangsa dan negara ini hidup dalam hoaks, jangan ditambah pejabat negara yang dibayar oleh rakyat ikut sebarkan hoaks”

@NTriandana: “Kalau saya sih maafin pak. Tapi bapak sudah mengecewakan para buzzer yang telanjur kegirangan”

@SYARIFAHputrie: “Pak… Bapak… Harusnya setingkat Pak Tjahjo Kumolo tuh ya gak ngasal posting. HOAX yang Bapak sebar jadi memalukan… Mudah-mudahan gak ikut dipermalukan sama rakyat Turki!!”

@GendriViliano: “Sebagai pejabat tingkat langit tinggi, kenapa sampai gak tahu peta pembangunana Jawa Barat, yah? Sebab kasihan sama yang telah bersorak gembira yang akhirnya ngelus dada”

@umarngelo: “Udah lolos TWK belum sih, Pak? Pejabat menebar hoaks atau berkata bohong itu melanggar Pancasila”