Sejarah Islam – Gemetar, Theodore Hertzel Zionis digertak Sultan Abdul Hamd Han

•SATU ABAD ABDUL HAMID HAN II•
Khalifah Tiga Benua Terakhir, Sang Pembela Palestina

Bertepatan dengan ‘Haul’ kelipatan 100 wafatnya beliau, kami sedikit mempersembahkan secuil video yg mendeskripsikan salah satu jasa besar sang sultan. Konspirasi Zionism yg beliau hadapi dan makna bendera Israel.

Sultan Abdul Hamid Han II (wafat 10 Februari 1918), adalah sultan ke-34 Kekhilafahn Utsmaniyyah. Beliau dilahirkan 22 Sept 1842. Di masa kanak kanak umur 8 tahun, beliau harus mereguk pahitnya ditinggalkan ibu kandung untuk selamanya. Mahir berbahasa Arab, Prancis, dan Persia. Selalu membawa kotak kecil kemanapun berada, kotak berisi Al Quran dan sajadah. Kemampuan tempur pun tak luput dari beliau. Gemar membaca, bahkan konon, menerjemahkan buku tentang pergulatan detektif Sherlock Holmes ke bahasa Turki untuk pertama kalinya. Beliau juga ahli dalam ilmu tukang dan ukir.

Sang Sultan naik ke tampuk kekhilafahan pada 31 Agustus 1876. Beliau ditengarai sebagai sultan yg amat hebat karena mampu bertahan di saat saat paling kritis dari Khilafah Utsmaniyyah. Gelar Ulu Hakan (Penguasa Agung) pun tersematkan pada nama beliau. 33 tahun lamanya beliau berkelit, menghadapi gempuran dari segala arah, bahkan pengkhianatan dan konspirasi dari dalam internal Khilafah. Belum lagi dengan gempuran dari Kaisar Rusia, kolonialisme yg merebak dari Inggris, Italia, Portugis, Spanyol, Prancis ke wilayah wilayah kekhilafahan. Hutang triliyunan emas menumpuk, lalu pemberontakan Arab, Armenia dan sekulerisme yg menjangkiti ummat. Tak cukup hanya di situ, media media barat dan dunia menohok khilafah ygmana efek serangan nya berkali lipat dahsyatnya dari serangan fisik.

Namun, sang sultan mampu memberikan secercah harapan dan menorehkan keteladanan dalam perjuangan menghadapi musuh Islam bagi generasi muslim hari ini.

Beliau berhasil membentuk unit intelijen khusus bernama Yildiz Istihbarat Teşkilati, menyatukan ummat dalam ikatan Islam dan membangun Hejaz Demiryolu, Kereta Hijaz yg menyambungkan Istanbul dengan Madinah. Membentang sepanjang 1327 km. Menyingkat perjalanan haji yg semula memakan waktu 4 bulanan menjadi 4 hari saja. Menyelamatkan Khilafah dari kebangkrutan pasca kekalahan perang melawan Rusia, dan Balkan. Memadamkan pemberontakan di Yunani. Memodernisasi dan meningkatkan militer khilafah. Mengcounter pemahaman destruktif sekulerisme dengan merintis ratusan Universitas Islam, dengan berbagai disiplin ilmu baik agama maupun sains. Dan puluhan pelajaran berharga lainnya.

Pada April 1909, akhirnya Allah takdirkan beliau dikudeta oleh generasi muda didikan sukeleris Barat. Hal itu terjadi setelah sebuah konspirasi tertujukan pada beliau. Peristiwa bom yang membunuh banyak kader Turki muda di Istanbul. Beliau diasingkan dan menjadi tahanan rumah hingga wafat.

Hari ini, 10 Februari 2018 adalah hari dimana beliau pergi meninggalkan ummat. 100 tahun tepat pasca wafatnya. Allah yarham wa manahana jailan jadidan mitslahu au khairan minhu li izzatil islam wal muslimin.

Sultan tak sedikitpun melewatkan pikir dan tenaga serta harta bahkan nyawanya untuk kepentingan Palestina dan ummat. Pertanyaannya, berapa menit dan berapa rupiah yg telah kita gunakan untuk ummat ? Ya Allah ampuni kami, Astaghfirullah.

#UluHakan

Film Source: TRT World Turki and Payitaht Abdülhamid
Narrator: Akbar Fachreza
Sync and Editor: Aaz jr Film Production https://www.facebook.com/aaz.jr/
References:
-DR Ali Ash Shallabi
-DR Yilmaz Oztuna
-Mudzakkarat Abdul Hamid
-Ismail Ahmad Yaği
-DR Raghib As sirjani
-DR Muhammad Harb

klik tautan berikut ini jika ingin melihat video nya

https://web.facebook.com/tvmoslem/videos/1577950348921419/