Sempat Disindir Amien Rais, TGB Malah akan Tancap Gas Dukung Penuh Jokowi-Maruf

Ngelmu.co, JAKARTA –  Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang menyebut masa kepemimpinannya akan selesai tidak kurang dalam sepekan ini.

Menurut dia, dukungan penuh kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan dilaksanakan usai purna tugas dari Gubernur NTB.

TGB akan mengakhiri jabatannya pada 17 September 2018 setelah dua periode memimpin NTB-1.

“Ke depan sekitar tiga hari lagi lah saya selesai. Ketika selesai saya akan ikut memperjuangkan calon pemimpin yang saya anggap terbaik, sesuai dengan visi misi, sesuai dengan kinerja yang dilakukan untuk membangun Indonesia,” kata TGB saat menghadiri malam dana untuk korban gempa NTB di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Sejak menyatakan dukungan ke Jokowi, TGB mengatakan tak pernah berpikir perihal bakal diplot di tim kampanye. Ia hanya meyakini dukungannya diharapkan membawa suara warga NTB kepada Jokowi yang merupakan calon petahana.

“Saya pikir kalau kita bertemu dalam satu visi satu keyakinan untuk memperjuangkan pemimpin yang baik, kita bekerja untuk itu,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, Amien Rais menyindir sikap Gubernur TGB yang mendukung Joko Widodo untuk meneruskan jabatannya sebagai Presiden RI hingga dua periode.

Sindiran itu diungkapkan Amien Rais dalam rekaman video berdurasi kurang dari satu menit di akun Instagram resminya, Minggu, 8 Juli 2018.

Dalam rekaman video itu, menurut Amien Rais, sikap TGB yang tiba-tiba menyatakan mendukung Jokowi, cukup membingungkan. Sebab, Amien mengklaim, posisi yang selama ini ditempati TGB merupakan jalan yang benar sesuai hidayah Allah.

Menurut Amien Rais, tak ada cara lain untuk mengembalikan TGB ke posisi yang dianggap Amien benar, selain mendoakan TGB kembali. Dan Amien Rais mengajak orang-orang yang sepaham dan satu posisi dengannya untuk tetap bertahan dan tak meniru TGB.

Berikut kutipan sindiran Amien Rais:

“Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Saudara-saudaraku, akhir-akhir ini, kita melihat sebagian umat, bahkan sebagian tokoh, membingungkan kita, karena berpindah posisi, dari posisi yang kita anggap sudah benar, sesuai dengan hidayah Allah, tiba-tiba pindah ke posisi lain yang membuat kita agak bertanya-tanya.

Nah untuk mereka, kita doakan mudah-mudahan mereka kembali ke jalan hidayah, jalan yang dibimbing oleh Allah. Sementara kita sendiri, kita bentengi agar kita tidak ikut-ikutan, dengan doa ayat 8 surat Ali ‘Imran.”