Keluarga Mbah Moen Meminta HRS Pimpin Doa

Simpang Siur Berita, Gus Wafi’: Keluarga Mbah Moen yang Minta HRS Pimpin Doa

Diposting pada 355 views

Ngelmu.co – Simpang siur berita terkait kehadiran Habib Rizieq Shihab (HRS), saat KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dimakamkan, membuat Gus Wafi’ Maimun angkat bicara. Ia mengatakan, benar adanya jika keluarga Mbah Moen yang minta HRS pimpin doa di pemakaman.

Gus Wafi’ yang merupakan putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu pun menjelaskan, selain keluarga Mbah Moen yang minta HRS pimpin doa, ia juga diminta untuk menjadi imam sholat.

“Kedatangan HRS memang atas permintaan keluarga Mbah Moen, yakni Gus Najih. HRS juga diminta menjadi imam sholat dan doa di pemakaman Mbah Moen,” tuturnya, seperti dilansir Detik, Jumat (9/8).

Seharusnya, kata Gus Wafi’, tak perlu ada yang meributkan soal pihak yang takziah ke pemakaman Mbah Moen. Sebab, takziah merupakan hal yang baik.

“Takziyah merupakan hal baik, rasa kemanusiaan, seharusnya tidak perlu diributkan,” lanjutnya.

Ucapan Terima Kasih

Melalui status WhatsApp-nya, Gus Wafi’ juga menyampaikan hal serupa, yakni ucapan terima kasih kepada HRS dan menantunya, Habib Hanif al Atthas.

“Saya al-Faqir Wafi bin Maimoen Zubari mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsira Jazakumullah Ahsanal Jaza’, ucapan terima kasih yang sangat tinggi kepada Habib Hanif al Atthas dan Habib Mummad Rizieq Syihab, yang telah memimpin pembacaan Talqin.

Dan Do’a untuk abah kami, Al maghfurlahu KH. Maimoen Zubair atas permintaan kakak kami, KH. M. Najih Maimoen.

Semoga beliau dijaga oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan bisa istiqamah untuk meneruskan perjuangan datuknya. Amiin,” tulis Gus Wafi’.

Sebelumnya, Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, juga menyebut HRS melakukan penyerobotan doa, karena tidak berkoordinasi dengan dirinya selaku shobibul bait (pihak yang berhajat).

Agus mengatakan, dirinya bersama pihak yang lain sudah mengatur rangkaian pemakaman Mbah Moen dari pemulasaran, sholat jenazah di Masjidil Haram, hingga pemakaman.

Menurutnya, HRS tiba-tiba memimpin pembacaan doa. Agus yang sebenarnya ada di lokasi dan sempat menggotong jenazah Mbah Moen menuju liang lahat, terpental karena pelayat begitu banyak. Sehingga ia mengikuti prosesi doa yang sudah berjalan.

Tanggapan FPI

Menanggapi hal tersebut, pengurus DPP FPI Slamet Ma’rif, berpendapat ada yang memelintir ketika HRS memimpin doa.

Momen itu terjadi setelah jenazah Mbah Moen disholatkan, untuk kemudian dimakamkan di Al Ma’la. Slamet menyebut, Habib Hanif Alathos memimpin talkin mayyit fil qobr.

“Dilanjutkan Habib Rizieq pimpin doa, dan mengajak jamaah bersaksi bahwa Mbah Moen min ahlil khair,” tuturnya, Kamis (8/8).

Namun, Slamet menegaskan, proses pembacaan talkin dan doa itu disaksikan langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Dubes Agus Maftuh.

Maka, ia pun menyesalkan adanya pihak-pihak yang memelintir informasi mengenai hal tersebut.

“Semua yang di tempat menyaksikan, termasuk menteri agama dan dubes lihat langsung, dan semua lengkap videonya, tapi orang-orang liberal mau melintir-melintir dan tak terima. Kasihan kalau kebencian sudah mendarah daging,” pungkasnya.