Soal Ganjar Pranowo dan Film Porno, Warganet Jawab Salahnya di Mana

Diposting pada 924 views

Ngelmu.co – Pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mengaku suka menonton film porno, saat berbincang dengan Deddy Corbuzier, terus menimbulkan kontroversi. Terlebih, ia bertanya, di mana salahnya, seorang pria dewasa melakukan hal tersebut.

Ganjar menyampaikan pengakuan itu, dalam video berdurasi 53 menit 24 detik, yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier, 3 Desember 2019 lalu.

“Saya pernah gak sengaja mencet, gak sengaja ngirim, (kemudian ada yang bertanya) ‘Pak Ganjar, ini kok Pak Ganjar nonton film porno?’,” tuturnya bercerita di menit ke 43:38.

“Eh, kalau saya nonton film porno itu salah saya di mana?” lanjut Ganjar membeberkan jawaban kepada staf-nya, yang disambut tawa Deddy.

Menurut ayah satu anak itu, ada ruang privat yang dimengerti dan tidak untuk disebarkan.

“Wong saya suka kok. Saya sudah dewasa, saya punya istri, yang gak boleh ‘kan saya kirim-kirim itu, di undang-undang ITE, gak boleh menyebar,” kata Ganjar.

“Saya mau cerita, ‘Pak Ganjar, gimana sih kok nonton film porno?’, gimana? Kadang-kadang saya mau nonton, wong saya dewasa, saya manusia sehat kok,” lanjutnya.

Sebagai pria dewasa yang sehat, terkadang, ia mengaku perlu menyaksikan tontonan demikian.

“Kecuali saya gak sehat. Kadang-kadang ‘kan sebagai seorang dewasa ‘kan perlu,” ujarnya.

“Itu sebenarnya ‘kan urusan manusia yang sangat manusiawi,” sambung Ganjar.

Tetapi bisa dipastikan, jika pernyataannya itu, memicu kontroversi.

Beberapa warganet yang menyayangkan pernyataan Ganjar, pun menjawab pertanyaan soal di mana letak kesalahan menyaksikan film porno.

Iman Nugroho: “Saya membaca berita ini dengan pertanyaan: 1. Film pornonya legal atau ilegal?

2. Kalau legal, dapat dari mana? 3. Kalau ilegal, artinya pejabat negara mengkonsumsi produk ilegal.”

Rahmat Hendrawan: HRS kena kasus chat porno, tapi ternyata fake, cebong sampe sekarang sibuk bully. Ganjar Pranowo ngaku suka nonton bokep, cebong diem aja.

Wahyudi: Salahnya, Mas Ganjar gak pernah ajarkan bahwa menonton hal semacam itu adalah dosa besar. Dalam Islam, jelas hal seperti itu dosa besar.

Irvan Andrian Nur: “Ada dua tipe pendosa, yang pertama, melakukan dosa diam-diam namun ngaku salah dan selalu minta ampunan.

Yang kedua sudah salah, ketahuan lagi, dan balik nanya emang saya salahnya di mana, ‘kan saya suka.”

Pepen Hudaya: Hampir semua pria dewasa mungkin pernah menontonnya, tapi bukan berarti kita umbar kepada publik aib tersebu.

Apalagi dilakukan oleh seorang pejabat publik yang harusnya menjaga warganya, menghindari hal tersebut. Tapi gaya pemimpin yang seperti ini, disukai para liberal dan komunis.”

Aiban: “Terkadang, aib itu bantuan Allah agar senantiasa tertutup, umat Islam mensyukuri hal itu.

Saya gak paham bila aib sudah ditutupi oleh-Nya, justru ada yang dengan senang hati membukanya, pemahaman yang rendah untuk hal-hal yang mendasar.”

Ariy: “Tidak salah sih Pak kalau untuk konsumsi pribadi. Itu ranah private. Tapi kalau sampai di blow-up media, itu jadi masalah.

Panjenengan pejabat publik yang (mungkin) jadi panutan masyarakat Jateng. Nuwun Sewu sakderengipun @ganjarpranowo.”

Baca Juga: Kerap Tanyakan Domisili Pengkritik, Ganjar Pranowo Disebut Sombong

Sementara, di waktu dan tempat berbeda, Buya Yahya pun pernah mendapatkan pertanyaan dari jemaah wanita.

Soal suaminya yang gemar menyaksikan film porno, dan meminta saran, bagaimana cara menasihati, agar kebiasaan buruk itu tak berlanjut.

Berikut penjelasan Buya, terkait hukum menonton film porno dalam Islam, lewat video berdurasi 6 menit 17 detik, yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV: