Muhadjir Effendy Keluarga Miskin

Soal ‘Lahir Keluarga Miskin Baru’, Warganet: Mari Kita Lihat Besan dari Pak Muhadjir

Diposting pada 347 views

Ngelmu.co – Pernyataan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, soal ‘lahir keluarga miskin baru’, mendapat beragam tanggapan dari publik. Sebagian besar menyayangkan pilihan kata itu keluar dari mulut seorang pejabat.

Salah satunya, seperti dikutip Ngelmu, dari akun Twitter, @syabanaa16, Rabu (5/8).

“Jadi kayak gini pola pikir salah satu menteri kita? Lebih menyalahkan jodoh orang lain,” tulisnya.

Nur Sya’bana, bukan satu-satunya yang menyoroti pernyataan Muhadjir.

Sebab, ribuan pengguna media sosial, sedang membicarakan hal ini.

Pemilik akun @bungsultana, pun jadi penasaran dengan sosok besan Muhadjir.

“Setalah saya baca, ternyata isinya sama dengan judul berita, maka mari kita lihat besan dari Pak Muhadjir, beberapa tahun ke depan, apakah dari golongan atas atau bawah,” cuitnya.

“Semoga sih bisa ambil dari keluarga miskin, biar bisa mengentaskan salah satu masalah di Indonesia,” sambungnya lagi.

Masih banyak lagi komentar dari warganet terkait ‘lahir keluarga miskin baru’, di antaranya:

Sebelumnya, Muhadjir, bicara soal keluarga miskin di Indonesia.

Menurutnya, masih tingginya jumlah keluarga miskin di Indonesia, tak lepas dari pernikahan sesama keluarga miskin.

“Sebagaimana kita ketahui bapak ibu sekalian, rumah tangga miskin di Indonesia, itu jumlahnya masih sangat tinggi, masih sekitar 76 juta rumah tangga miskin di Indonesia itu.”

Demikian kata Muhadjir, dalam pemaparannya di webinar Kowani, Selasa (4/8), seperti dilansir Detik.

Saat itu, ia sedang menjelaskan soal lingkaran siklus pembangunan manusia dan kebudayaan Indonesia.

Keluarga miskin, menjadi salah satu topik yang disinggung Muhadjir.

Ia menyebut, angka rumah tangga miskin di Indonesia, ada di sekitar 20 persen; dari keseluruhan.

Setelah itu, Muhadjir bicara, soal penyebab munculnya keluarga miskin baru ini.

Ia menegaskan, jika pemutusan mata rantai rumah tangga miskin di Indonesia, itu penting.

“Dan rumah tangga baru yang miskin itu rata-rata adalah juga dari keluarga rumah tangga miskin ini,” kata Muhadjir.

“Sesama keluarga miskin besanan, kemudian lahirlah keluarga miskin baru, sehingga ini perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin,” imbuhnya.

“Kenapa? Karena kemiskinan itu pada dasarnya basisnya adalah di dalam keluarga,” lanjutnya lagi.

Mantan Mendikbud itu—masih dalam kesempatan yang sama—bicara soal penurunan stunting di Indonesia, serta pemberian asupan gizi bermutu kepada ibu hamil.

Program tersebut, kata Muhadjir, adalah awal dari pembangunan manusia di 1.000 hari pertama kehidupan.

“Sebelum itu, harus dimulai dengan perencanaan keluarga, karena itu harus ada bimbingan rumah tangga calon pengantin, yang itu jadi program utama Kemenko PMK,” akuannya.

“Tapi karena kena COVID, sehingga terpaksa kita tunda,” jelas Muhadjir.

“Karena dengan membekali calon-calon pengantin baru, baik tentang kaitannya dengan kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, ekonomi keluarga, itu kita harapkan, rumah tangga baru akan siap menyongsong, menyiapkan generasi Indonesia yang maju,” lanjutnya.

“Generasi Indonesia yang unggul, seperti yang menjadi arahan Bapak Presiden,” pungkas Muhadjir.