Subhanallah, Inikah Kode yang Allah Berikan Lewat Mushaf Alquran yang Tergeletak di Gempa Palu?

Diposting pada 1.265 views

 

Ada hikmah di setiap musibah. Tak terkecuali musibah gempa bumi di Palu, Sulteng.

Seorang aktivis kemanusiaan dari Jakarta, Soekiswo menuturkan pengalamannya di Palu dan menjadi saksi mata dari sebuah tanda itu.

“Ada pesan Allah yang nyata Surat Al-Baqoroh Ayat 58-59 di gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi,” kata dia pada Ahad (7/10/2018).

Melalui media sosial Facebook ia menuliskan, “Subhanallah…Allahu Akbar..La Hawla Wala Quwata illa Billah.

Kalimat ini yang bisa diucapkan ketika sahabat rlawan dari negeri jiran Malaysia Pak Cik Johan Arif beserta anaknya Muhammad Farhan Johan, menemukan Al Qur’an di salah satu masjid yang hancur akibat gempa,” kata dia dalam tulisan.

Kemudian para relawan itu, kisahnya, memfotonya tepatnya di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara.

“Yang ketika diteliti potongan ayat tersebut adalah surat Al Baqoroh ayat 58-59 :

وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْ ۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya :
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu.Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah,
“Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),” niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.” (58)

فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ

Artinya :
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik.(59),” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa hal itu bukanlah hoaks.

“Ini bukan hoaks, ini nyata, pesan tersebut seperti membenarkan bahwa memang sebelum gempa dan tsunami terjadi ada hal-hal yang dilakukan baik itu perbuatan atau ucapan yang membuat murka Allah,” kata dia.

“Lindungilah kami semua dari azab pedihmu Ya Allah,” pinta dia, menambahkan.