Sulitnya Mencari Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf Amin

 

Sudah hampir satu bulan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendaftar sebagai capres-cawapres. Namun, hingga kini keduanya belum juga menunjuk ketua tim suksesnya. Terkesan alot dan sulit.

Belakangan ini, nama Erick Thohir mengemuka karena dianggap sukses menghelat Asian Games 2018 yang baru saja usai. Ma’uf Amin sendiri yang menyatakannya.

“Saya kira Erick Thohir merupakan… kalau nggak salah sudah ditetapkan apa ya. Nanti kan akan diumumkan,” kata Ma’ruf kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Rabu (5/9/2019). Ma’ruf menjawab pertanyaan siapa ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf.

Tapi selang sehari kemudian, berita tersebut tak lebih dari isapan jempol belaka. Nama Erick Thohir tak kunjung diumumkan. Menurut Moeldoko nama-nama yang muncul punya kesempatan yang sama. Dari Erick hingga pemilik Go-Jek, Nadien Makarim.

“Ya, semua punya kesempatan yang sama, peluang. Banyak anak muda yang diorbitkan ya, termasuk yang punya Go-Jek itu ya, Nadiem,” kata Moeldoko di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

Senada dengan itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa sosok yang nantinya jadi ketua. Dia meminta untuk menunggu pengumuman resmi.

“Tunggu pengumuman, yang jelas nama itu sudah ada, tinggal tunggu pengumumannya,” ujar Karding.

Sebelumnya, beberapa tokoh nasional yang ditawari jadi ketua TKN menolak. Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengaku pernah ditawari menjadi ketua tim kampanye nasional pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

“Memang ada yang pernah menghubungi saya pak Teten Masduki (Koordinator Staf Khusus Presiden dan bu Ruhaini (Staf Khusus Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin), katanya membawa pesan presiden ingin dijadikan Ketua Timses Nasional,” ungkap Din di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Din menolak tawaran tersebut karena tidak ingin terlibat dalam politik kekuasaan.

“Saya jelas tidak bersedia karena saya mantan Ketum Muhammadiyah, sekarang masih mempunyai jabatan sebagai ketua ranting. Saya harus menegakkan organisasi Muhammadiyah tidak terlibat politik kekuasaan,” kata Din.

Ada pula Wakil Presiden Jusuf Kalla.Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengungkapan bahwa Presiden Jokowi meminta Kalla untuk menjadi ketua tim sukses.

“Pak Jokowi itu mintanya (agar JK jadi) ketua tim sukses, tapi setelah berbicara dengan Bu Mega dan lain-lain, Pak JK memberitahukan bahwa secara teknis susah pemerintah siapa yang jalankan?” ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Juga ada nama Mahfud MD, kandidat kuat cawapres Jokowi yang di detik-detik terakhir tersingkir. Hal ini diungkapkan petinggi PDIP Eva Kusuma Sundari.

“Jadi ketika diminta untuk untuk menjadi ketua tim pemenangan, beliau nggak mau,” ungkap ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Ahad (19/8/2018) malam.

Siapakah nama yang akan disepakati? Kita tunggu saja.

Erwyn Kurniawan