Survei Elektabilitas PKS Naik

Survei Elektabilitas: PAN Anjlok, PKS Naik

Diposting pada 1.773 views

Ngelmu.co – Sebagai sesama partai politik yang berada di luar pemerintahan, elektabilitas PAN, PD, dan PKS, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indometer, menunjukan hasil berbeda.

Direktur Eksekutif Survei Indometer, Leonard SB, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (16/10) kemarin, menyebut elektabilitas Partai Amanat Nasional, anjlok.

“(Dari 2,3 persen menjadi 1,1 persen) PAN makin anjlok, setelah pendirinya, Amien Rais, resmi keluar dan membentuk parpol baru, Partai Ummat,” jelasnya, seperti dilansir Republika.

Sementara elektabilitas Partai Demokrat, mengalami penurunan dari 3,9 persen, menjadi 3,2 persen.

Lebih lanjut, kata Leonard, Partai Keadilan Sejahtera, satu-satunya partai di luar pemerintahan, yang elektabilitasnya naik, dari 4,9 persen, menjadi 5,7 persen.

“Hampir semua parpol lainnya di kubu pemerintah, menurun elektabilitasnya,” ujarnya.

Baca Juga: Elektabilitas PKS Naik di Tengah Pandemi

Hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra, yang mengalami peningkatan.

PDIP, menjadi 31,6 persen, dari 26,8 persen. Gerindra, naik dari 14,1 persen, menjadi 14,4 persen.

Peringkat ketiga ditempati Golkar, yang turun dari 8,2 persen, menjadi 8,0 persen.

Disusul PKB, yang juga turun dari 5,4 persen, menjadi 5,1 persen.

Begitu pun NasDem, dari 4,2 persen, menjadi 3,6 persen, dan PPP, turun dari 2,1 persen, menjadi 1,9 persen.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang belum memiliki wakil di Senayan, bergerak naik dari 4,4 persen, menjadi 4,8 persen.

Selebihnya:
  • Perindo, dari 0,7 persen, menjadi 0,5 persen;
  • Hanura, dari 0,3 persen, menjadi 0,4 persen; dan
  • Berkarya, dari 0,4 persen, menjadi 0,3 persen.

PKPI, PBB, dan Garuda, masing-masing 0 persen, serta sisanya (22,2 persen/19,4 persen) tidak tahu/tidak menjawab.

Survei Indometer, dilakukan pada 25 September-5 Oktober 2020, melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden, dari seluruh provinsi yang dipilih acak, dari survei sebelumnya, sejak 2019.

Adapun margin of error, sebesar 2,98 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.