Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa ratusan sukarelawan pendukungnya saat menghadiri acara Silaturahim dan Deklarasi Relawan Prabowo-Sandi (Padi) se-Solo Raya

Survei Median, Elektabilitas Prabowo-Sandi Semakin Dekati Jokowi-Ma’ruf

Ngelmu.co, JAKARTA – Lima bulan jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, sejumlah lembaga survei merilis hasil terbaru elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Dan setelah sempat berada di angka 30 persen, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin mendekati pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Terbaru, lembaga survei Median merilis survei soal elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul, namun memiliki tren penurunan dibanding survei sebelumnya. Paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih berada di posisi elektabilitas 47,7 persen, sedangkan Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno berada di posisi 35,5 persen, sementara Undecided votters sebanyak 16,8 persen.

“Jokowi unggul sementara, tapi posisinya masih di bawah 50 persen. Sementara Prabowo tertinggal. Tapi jaraknnya ini bisa dikejar karena selisih hanya 12 persen, jadi saat ini Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen, Prabowo-Sandiaga 35,5 persen, ini selisih 12,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Resto Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Survei dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Jadi PR (pekerjaan rumah) Jokowi adalah suaranya harusnya bisa lebih baik dari ini. Dan ini adalah evaluasi Prabowo juga, ini sudah tiga kali dia ikut pilpres, jadi ini evaluasi dari kedua belah pihak,” imbuh dia.

Survei dilakukan dengan memberi pertanyaan kepada responden ‘jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, pasangan manakah yang anda pilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia?’. Pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandi dengan selisih 12 persen.

Selain itu, Rico mengatakan Jokowi-Ma’ruf masih unggul dalam pemilih kalangan Nahdatul Ulama (NU), sedangkan Prabowo – Sandi unggul di pemilih Muhammadiyah.

“Kalau kita lihat Jokowi di NU unggul 47,6 persen, Prabowo 36,4. Undecidednya 16 persen selisihnya 11,2 persen. Muhammadiyah itu mayoritas memilih Prabowo 62 persen, Jokowi 23 persen, secara persentase sepertinya Muhammadiyah memang lebih mutlak ketimbang besaran NU dalam mendukung Jokowi,” ujar dia.

Dia mengatakan figur seseorang di kalangan tersebut sangat berpengaruh oleh kedua paslon. Rico juga menilai tokoh Muhammadiyah disebutnya berhasil menggaet suara pemilih untuk mendukung Prabowo-Sandiaga.

“Yang jadi pertanyaan seberapa besar figur NU yang simpati ke Jokowi, melakukan, menggerakkan mesinnya ke basis NU untuk meyakinkan pemilih untuk memilih Jokowi. Kalau data ini dilihat, kalau tokoh-tokoh Muhamadiyah itu lebih berhasil meyakinkan grassrootnya sementara ini ketimbang tokoh NU,” jelasnya.

Selain unggul di NU, Jokowi-Ma’ruf juga unggul di beberapa ormas yaitu Pemuda Pancasila, Nahdathul Wathan, Persatuan Umat Budha, Persatuan Gereja Indonesia, dan juga Majelis Umat Kristen Indonesia.

Sedangkan untuk Prabowo-Sandi, mereka unggul di Muhammadiyah, Persatuan Islam, Forum Ummat Islam, Front Pembela Islam, organisasi pemuda (HMI, GMNI, KNPI, KAMMI).