Survei Median: Mayoritas Masyarakat Ingin Ganti Jokowi di Pilpres 2019

 

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil surveinya. Mayoritas masyarakat menginginkan Joko Widodo diganti oleh  pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Sebanyak 46,4 persen responden ingin Jokowi diganti tokoh lain,” kata Direktur Riset Median Sudarto ketika merilis hasil survei elektabilitas kandidat calon presiden di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018 sebagaimana ditulis Tempo.

Disebut mayoritas karena jumlah tersebut lebih banyak daripada responden yang menginginkan Jokowi memimpin kembali, yakni sebesar 45,22 persen. Ada 8,41 persen responden yang memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu.

Menurut Sudarto, ini menjadi peringatan bagi Jokowi. “Warning kuning kemerahan untuk Jokowi, karena ada sedikit lebih banyak orang yang ingin jokowi diganti.”

Sudarto memamparkan, apabila pada pilpres mendatang hanya ada dua pasangan calon saja, maka peluang bekas gubernur DKI Jakarta itu untuk kembali menang akan semakin kecil. Alasannya, dia memprediksikan para pemilih yang sudah tak mau lagi dipimpin Jokowi akan terkanalisasi untuk mendukung lawan Jokowi.

Elektabilitas Jokowi dalam survei ini memang masih menjadi yang tertinggi dengan 36,2 persen. Namun, menurut dia, tingginya elektabilitas Jokowi itu karena hingga saat ini masyarakat masih dihadapkan dengan banyak pilihan tokoh. “Masyarakat masih belum menemukan figur yang cocok melawan Jokowi, sehingga suara tersebar di banyak tokoh,” ujar dia.

Sudarto yakin peta elektabilitas itu bakal berubah drastis apabila pendaftaran capres cawapres telah dibuka dan lawan Jokowi sudah pasti. “Sekarang itu pesannya jelas, ‘saya ingin mengganti Jokowi’, tapi messenger-nya belum jelas nih,” ujar dia.

Median melakukan survei dengan sampel 1.200 responden yang memiliki hak pilih. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling serta proporsional atas populasi di provinsi dan gender. Adapun kontrol kualitas dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Sejauh ini, nama penantang Jokowi masih belum mengerucut. Ada Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan dan lainnnya. Sementara Prabowo Subianto sudah mendapat mandat resmi dari Gerindra untuk maju sebagai capres namun belum mendeklarasikan diri.