Novel Baswedan Laporkan Balik Dewi

Tak Tinggal Diam, Pihak Novel Baswedan Laporkan Balik Dewi Tanjung

Diposting pada 73 views

Ngelmu.co – Dituding membohongi Indonesia, soal kasus penyiraman air keras yang menimpanya tahun 2017 lalu, penyidik senior KPK itu pun tak tinggal diam. Pihak Novel Baswedan laporkan balik Dewi Tanjung, yang merupakan politikus PDIP.

Tudingan Dewi kepada Novel

Diketahui, Dewi, memang sering melaporkan orang ke kepolisian, mulai dari Eggi Sudjana, hingga Habib Rizieq Shihab.

Rabu (6/11) lalu, Caleg yang gagal melenggang ke Senayan itu, menyambangi Polda Metro Jaya, untuk melaporkan Novel atas dugaan penyebaran berita bohong.

Dewi mengaku, curiga dengan keadaan mata Novel yang rusak, tetapi kulit wajahnya baik-baik saja, tanpa luka bakar.

Tak ingin tinggal diam, Novel pun membantah semua tudingan itu, dan menilai laporan Dewi sebagai hal yang janggal.

Novel Baswedan Laporkan Balik Dewi

“Saya enggak ngerti mesti tanggapi apa. Aneh memang orang ini. Saya sih yakin, kalau yang bersangkutan (Dewi Tanjung) tahu, kalau itu benar terjadi. Bisa jadi yang bersangkutan mau ‘ngerjain’ polisi,” kata Novel, Kamis (7/11).

“Lah, nyuruh polisi bekerja atas hal yang dia tahu, itu enggak benar, apa namanya, dong?” sambungnya, seperti dilansir Kumparan.

Pihak Novel Baswedan Laporkan Balik Dewi Tanjung

Maka, pihaknya berencana melaporkan balik Dewi, atas tudingan-tudingan tersebut.

Pengacara Novel, Saor Siagian, pun mendukung kliennya untuk membuat laporan ke polisi, karena apa yang dilakukan Dewi, dinilai telah memasuki ranah pidana.

Novel Baswedan Laporkan Balik Dewi

“Kami sepakat, tim kuasa hukum, dan kemudian diminta pak Novel untuk juga segera melakukan tindakan hukum,” kata Saor, di Gedung Merah Putih KPK.

“Nah, oleh karena itu, kami akan lakukan pelaporan soal pidananya. Saya kira paling tidak, dia berbohong. Mungkin minggu depan akan kita lakukan pelaporan ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Laporan Politisi PDIP Dewi Tanjung atas Novel Baswedan Tak Bisa Dilanjutkan

Jika Dewi memang betul-betul ingin menjatuhkan Novel, kata Saor, mengapa ia tak langsung saja datang ke rumah sakit untuk membuktikan tudingannya.

Selain itu, sebelum berkoar-koar, lanjut Saor, sebaiknya Dewi menyambangi rumah Novel terlebih dulu.

“Tiba-tiba ada seorang warga, kemudian meragukan mengenai peristiwa. Nah, menurut saya dan Pak Novel, ini sangat serius,” ujarnya.

Kondisi Mata Novel

Saor pun menjelaskan, mata kanan Novel yang terlihat baik-baik saja, pada kenyataannya hampir rusak sempurna.

Sedangkan mata kiri Novel yang menonjol dan tersiram air keras, hanya berfungsi sekitar 30 persen.

“Sementara yang kiri (kanan, -red) itu yang kelihatannya normal, itu hampir sempurna rusak, yang bisa melihat itu sebelah kanan (kiri, -red), yang menonjol itu, dan kemampuannya barangkali hanya 30 persen, yang berpotensi apa namanya, akan blind atau buta,” jelas Saor.

“[Bahkan] saya tadi kalau saya ketemu dia, kalau baca HP itu, matanya harus didekatkan seperti ini (memeragakan cara Novel mendekatkan HP ke mata), gitu lho,” tutup Saor.

Baca Juga: Novel Diduga Rekayasa Kasus Air Keras, Jurnalis Ini Beberkan Faktanya

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Anggara menyebut, polisi tak bisa menindaklanjuti laporan Dewi, atas Novel Baswedan.

Hal ini sesuai yang tertera pada Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.

Sebagai korban, Novel tak dapat dituntut secara pidana atas kesaksian dan atau laporan yang akan, sedang, atau telah diberikannya.

“Terhadap hal ini, ICJR menilai bahwa laporan tersebut merupakan ancaman bagi Novel Baswedan sebagai korban dalam tindak pidana yang dirinya alami,” jelas Anggara, Jumat (8/11).

Ia juga meminta agar Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), segera turun tangan, karena laporan Dewi atas Novel, merupakan ancaman terhadap saksi atau korban.

Seperti tertuang di dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Sementara pihak Kepolisian, diingatkan Anggara, tentang tenggat waktu baru yang diberikan Presiden Jokowi kepada Kapolri, untuk mengusut tuntas kasus penyerangan Novel Baswedan, hingga awal Desember 2019.

“Terhadap hal itu, ICJR meminta agar seluruh jajaran Kepolisian fokus pada pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel,” pungkasnya.