Teriakan Anak STM Saat Adzan Berkumandang: “Tahan Dulu Woi! Kagak Belajar Ngaji Lu!

  • Bagikan

Ngelmu.co – Para pelajar peserta aksi demo di belakang Gedung DPR/MPR, Jakarta, berhenti berunjuk rasa sesaat ketika azan magrib berkumandang, Rabu (25/9/19) sore. Mereka yang semula melempari petugas keamanan dengan berbagai rupa macam barang, membuat keadaan jadi kondusif sementara waktu.

Seperti dilansir oleh CNNIndonesia.com, massa pelajar yang sebelumnya berteriak, lalu juga melempari gedung DPR RI dari luar dengan menggunakan batu, botol, hingga petasan pun berhenti kala suara azan berkumandang.

Tak ada lagi teriakan kemarahan dan hujatan bagi DPR dari mulut mereka.

Dimulai dari beberapa orang pelajar yang meneriaki Polisi yang bertugas:
“Tahan dulu Woi! Kagak belajar ngaji lu?”.

Teriakan itu dimaksudkan untuk menghormati panggilan sholat yang sedang dikumandangkan.

Tetapi, meski suasana mulai berangsur kondusif, massa pelajat belum meninggalkan kawasan aksi di dekat Stasiun Palmerah.

Tampak mereka duduk-duduk sembari mengambil jeda istirahat di pinggiran jalan selama azan magrib berlangsung.

Begitu pula polisi yang bertugas. Nampak kompak dengan pendemo, mereka pun tampak turut beristirahat. Tetap berseragam lengkap, mereka terlihat duduk santai bersandar.

Dilaporkan bahwa ratusan pelajar terlibat bentrok dengan aparat di belakang Gedung DPR Jakarta.

Bentrok bermula dari diawalinya aksi demo sekitar jam 14.30 WIB.

Tindakan massa pelajar yang melempari petugas, dibalas balik dengan tembakan gas air mata.

Tampak massa tak mengindahkan imbauan aparat yang memaksa mereka bubar. Justru massa pelajar ada yang sempat membakar sesuatu diarea pagar belakang Gedung DPR.

Dari investivigasi lapangan, didapat data bahwa massa pelajar datang dari Jakarta Utara danTangerang.

Datang ke lokasi berseragam putih abu-abu, putih biru, dan pramuka, jumlah mereka nampak semakin bertambah dari waktu-ke waktu.

Saat ditanya maksud kedatanganya, mereka menjawab ingin membantu kakak mahasiswa untuk berjuang menyuarakan aspirasi rakyat.

Berani berbuat, tapi masih juga menghormati adzan pabggilan sholat. Fenemona kombinasi yang uni dan menarik perhatian banyak pihak. Para pemuda yang didamba masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi mereka yang terhambat.

  • Bagikan