Teriakan SARA, Hendropriyono Akan Dipolisikan PA 212 Terkait ‘WNI Keturunan Arab’

Diposting pada 553 views

Ngelmu.co – Pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud Hendropriyono yang mengingatkan Habib Rizieq Syihab (HRS) dan Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Arab lainnya agar tak menjadi provokator, berbuntut panjang. Sebab, berangkat dari ucapannya itu, PA 212 berencana akan melaporkan Hendro ke polisi, dengan tuduhan ujaran kebencian.

“Insya Allah, saya dan keturunan Arab yang lain akan melaporkan Hendropriyono yang telah melakukan ujaran kebencian, membuat provokator bernuansa SARA (Suku Ras Agama dan Antar golongan),” tutur Novel Bamukmin, Selasa (7/5), seperti dilansir dari Detik.

“Hari ini, kita dari korlabi masih mengoordinasikan dengan advokat Muslim, alumni 212 yang lain. Dan insya Allah akan kita laporkan ke Mabes Polri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Hendropriyono memang mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator.

“Saya peringatkan Rizieq (HRS), Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi, ‘kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu,” ujarnya, Senin (6/5).

Ia menilai, tidak sedikit warga keturunan Arab yang sangat dihormati masyarakat. Maka, Hendro merasa perlu mengingatkan sebagian warga keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi, apalagi sampai turun ke jalan.

“Kalau kenyataan di masyarakat kita itu sangat menghormati orang-orang Arab, mereka ‘kan juga warga negara Indonesia. Kalau di kampung-kampung kita masih bisa lihat orang Arab datang ke kampung-kampung pada cium tangan. Berarti posisinya mereka ‘kan berada pada tempat yang dimuliakan, mereka kemudian langsung atau tidak langsung terakui sebagai pemimpin informal, informal leader,” pungkasnya.

Dari ungkapannya itulah, Ketua PA 212 Slamet Ma’arif juga memberikan penilaian, jika pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Hendro seorang yang rasis dan tak paham sejarah.

“Bukti dia rasis dan enggak ngerti sejarah,” kata Slamet singkat.

Seolah tak diam, Hendro pun menanggapi langkah yang akan diambil oleh PA 212 yang akan melaporkan dirinya ke polisi.

“Tanggapan saya, kalau tidak mau diperingatkan oleh orang tua, saya ‘kan sudah tua, sudah 74 tahun, (kalau) tidak mau diperingatkan oleh orangtua, ya mudah-mudahan nanti diperingatkan oleh Tuhan, itu saja,” jawabnya kepada wartawan, Rabu (8/5).