Motivator Tempeleng Siswa

Tersinggung, Motivator Tempeleng Siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang saat Seminar

Diposting pada 701 views

Ngelmu.co – Seorang motivator tempeleng siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang, saat mengisi seminar, Kamis (17/10) pagi. Pria itu bernama Agus Piranhamas (AP), dikenal sebagai guru, pakar internet, konsultan, hingga praktisi bisnis online.

Seorang Motivator Tempeleng Siswa

Menanggapi beredarnya video berdurasi 17 detik yang merekam tinda kekerasan tersebut, Polres Malang Kota bergerak cepat.

AP yang beralamat di Jalan Piranha, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kata Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, telah diperiksa.

“Benar, hasil penyelidikan pada rekaman video. Lokasi dugaan kekerasan terjadi di SMK Muhammadiyah 2 Malang, ketika itu digelar seminar,” tuturnya.

“Kami juga sudah mengidentifikasi pria yang diduga motivator dalam kegiatan tersebut,” sambung Dony, seperti dilansir Detik, Jumat (18/10).

Polres Malang Kota juga menjelaskan, pada pukul 10.00 WIB, AP menjelaskan materi, dan meminta seorang petugas menuliskan kata “Goblok” di slide.

Namun, yang tertulis justru “Goblog”, dengan menggunakan huruf “G” di akhir kata.

Kemudian, beberapa peserta menertawakan kesalahan penulisan tersebut. AP pun bertanya kepada peserta, siapa yang tertawa, tetapi tidak ada yang mengaku.

Kemungkinan, motivator tersebut merasa tersinggung, hingga memanggil anak pada baris ke satu dan kedua, untuk maju dan menghadap ke arah peserta lainnya.

Lalu AP menempeleng siswa-siswa itu. Suara tamparan pun terekam, dan terdengar cukup kencang.

Diketahui, seminar resmi digelar pihak sekolah, diikuti oleh pelajar kelas 10, 11, dan 12, untuk program studi (Prodi) Multimedia, jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Iya itu video di sekolah kami, kejadiannya tadi pagi,” kata Nur Cholis, Kepala Sekolah SMKN 2 Malang, Kamis (17/10) malam.

“Tapi yang bersangkutan sudah minta maaf, sudah selesai masalahnya,” imbuhnya.

Tetapi Nur Cholis tak menjelaskan lebih lanjut, mengapa siswanya sampai dipukuli.

“Tidak ada siswa yang nakal, dari keterangan yang kami dapatkan, ada 8 pelajar yang menjadi korban. Seperti yang viral, mereka mengaku dipukul,” pungkasnya.