TKN Anggap Gerakan Subuh Akbar Indonesia dan Putihkan TPS Berbahaya

Diposting pada 7.003 views

Ngelmu.co – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menganggap gerakan Subuh Akbar Indonesia (SAI) Putihkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpeluang ‘mengusik’ pelaksanaan Pemilu, Rabu (17/4) mendatang. Gerakan itu dinilai berlebihan, dan seolah-olah bisa menjadi akar dari adanya potensi pelanggaran serius di TPS.

“Kalau ada pernyataan atau gerakan yang menyudutkan penyelenggara pemilu di tingkat TPS, seolah-olah di situ berpotensi terjadi pelanggaran serius. Ini harus jadi perhatian kita semua,” ujar Wakil Ketua Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Juri Ardiantoro, di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Ahad (14/4).

Melansir CNN, Juri bahkan menilai jika gerakan SAI Putihkan TPS tersebut terlalu berlebihan, sehingga bisa menimbulkan bahaya bagi penyelenggara pemilu.

Menurut Juri, siapapun tidak boleh mengganggu proses pemungutan serta perhitungan suara. Ia juga menegaskan jika ada hal-hal yang harus diperhatikan dari aktivitas di sekitar TPS, agar tidak mengganggu pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan pemikiran tersebut, TKN meminta kepada semua pihak untuk percaya kepada penyelenggara pemilu. Tetapi ia juga mengingatkan kepada penyelenggara pemilu agar bisa mengatur dan mengelola pemungutan suara dengan baik, supaya pemilih yang datang dapat merasa aman dan nyaman.

Sebelumnya, Panitia Bersama Forum Umat Islam (FUI) menggagas SAI Putihkan TPS. Kemudian, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, juga berbagai ormas serta lembaga Islam lain di Jakarta, mendukung gagasan tersebut.

Sekjen FUI Ustaz Muhammad Al Khaththath mengatakan, akan ada 210 umat Islam yang menjaga setiap TPS di Jakarta. Dan sebelum mengawal TPS, umat Islam akan mendengarkan tausyiah serta melakukan salat Subuh berjemaah terlebih dulu.

“Yang kawal bukan cuma tiga saksi, tapi umat yang punya suara. Kita targetkan satu TPS, 210 orang, 10 panitia, dan 200 anggota jamaah yang ada di DPT,” ujar Ustaz Al Khaththath.