TNI AL: Kasus Baku Hantam Anggota TNI dengan Pemobil Masih Lanjut!

Ngelmu.id – Polisi menyebut kasus perkelahian antara anggota TNI dan pemobil masih berlanjut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta juga mengamini hal itu.

“Kasus ini masih ditangani Polres Jakarta Timur. Perkembangan terakhir, betul kasusnya masih lanjut,” kata Gig seperti yang dilansir oleh Detik.

Saat ditanya tentang upaya mediasi, Gig mengaku belum mengetahuinya. Dia menyebut agar hal itu dicek langsung ke pihak kepolisian.

“Silakan cek ke Polres Jakarta Timur,” ucap Gig.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan bila kasus itu masih berlanjut. Dia juga mengaku belum tahu apakah akan ada mediasi terkait kasus itu atau tidak.

“Masih kita akan periksa saksi-saksi yang di lapangan. Sampai saat ini baru 1 orang yang melaporkan,” kata Sapta di kantornya.

“Belum tahu ada mediasi atau tidak ke depannya. Mediasi nanti tergantung pelapor. Selama ini pelapor belum menyampaikan apa-apa, jadi ya kita lakukan pemeriksaan terhadap pelapor,” imbuh Sapta.

Peristiwa ini diketahui dari sebuah video yang beredar melalui aplikasi pesan instan dan situs Youtube. Dalam video berdurasi 1 menit 3 detik itu, keduanya terlibat baku hantam di tengah jalan.

Mobil merah bernomor polisi B 1599 PVH yang dikendarai pria berkaus hitam berhenti di kanan jalan. Sementara anggota TNI AL masih duduk di atas motornya yang ada di sebelah kiri mobil.

Keduanya terlibat adu mulut yang berlangsung panas. Di tengah adu mulut, si pria mendorong prajurit TNI AL. Prajurit membalas dorongan itu dengan mendaratkan bogem mentah di pipi kiri si pria. Baku hantam pun terjadi. Warga yang menonton mencoba melerai, namun mereka tetap jual beli pukulan.

Bimantoro, pengemudi mobil yang baku hantam dengan anggota TNI karena membuang sampah sembarangan meminta maaf. Permintaan maaf itu ditujukannya pada TNI, khususnya TNI AL.

“Saya turut meminta maaf untuk semua institusi TNI yang dirugikan spesialnya untuk TNI AL,” kata Bimantoro di Polres Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017).

Bimantoro merasa bersalah atas perbuatannya. Dia juga menyampaikan permintaan maafnya pada anggota TNI AL, Lettu Satrio, yang terlibat baku hantam dengannya.

“Saya sudah melakukan tindakan yang kurang berkenan untuk institusi tersebut saya juga minta maaf untuk lubuk hati saya yang paling dalam saya mau minta maaf untuk semua bagian yang merasa tersinggung dan Bapak Satrio sendiri untuk kerugian sendiri saya minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk semua institusi TNI dan terlibat untuk kasus ini,” ucapnya.

Video adu jotos menyebar dengan cepat dan menjadi viral di sosial media. Sempat terdengar isu Bimantoro anak jenderal TNI. Namun isu ini diklarifikasi Kadispen TNI AL Laksma Gig Sipasulta.

“BS (26 th) cucu dr Mayor (purn) Fx T H. Sementara Lettu Satrio sendiri perwira di Marinir Cilandak. Dia juga anak purnawirawan perwira TNI. “Fitriandi putra dari Laksma TNI (Purn) S,” tutup Gig.

Sebelumnya, Lettu Satrio melaporkan Bimantoro ke Polsek Pulogadung setelah baku hantam dengan Bimantoro. Mereka berkelahi karena awalnya Bimantoro yang mengendarai mobil membuang sampah sembarangan dan mengenai istri Satrio.

Namun, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta mengatakan bila kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Dia mengatakan penyelesaian ini diambil karena antara Lettu Laut Satrio Fitriandi dengan pemobil adalah keluarga besar TNI AL.

“Saat ini kasus tersebut telah diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan mengingat kedua belah pihak adalah keluarga besar TNI,” kata Gig Jonias Mozes Sipasulta lewat keterangan tertulisnya.