Tolak Kedatangan UAS

Tolak Kedatangan UAS, Masyarakat Indonesia di Jerman Jadi Sorotan

Diposting pada 6.958 views

Ngelmu.co – Sekelompok masyarakat Indonesia di Berlin, Jerman, tolak kedatangan UAS, dengan mengeluarkan surat pernyataan yang kemudian ditandatangani ramai-ramai.

Masyarakat Indonesia di Jerman Tolak Kedatangan UAS

Surat tersebut ditujukan ke Indonesische Weisheits- dan Kulturzentrum (IWKZ) Al-Falah, masjid dan pusat budaya Islam Indonesia yang telah berdiri lebih dari 20 tahun di Jerman.

Sementara IKWZ sendiri, merupakan pusat kegiatan sosial, pendidikan, serta dakwah bagi masyarakat Muslim Indonesia, yang berada di Berlin dan sekitarnya.

Berikut isi lengkap dari surat penolakan tersebut:

“Dengan Hormat,

Kami kelompok masyarakat Indonesia di Berlin, sebagai pendukung penuh dari prinsip: Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 45, mendapat informasi bahwa ada rencana kunjungan Bapak Abdul Somad ke Jerman.

Memperhatikan adanya kegaduhan di Indonesia akibat ceramah-ceramahnya sehingga sudah ada pengaduan kelompok masyarakat Indonesia ke Polisi, dan juga beberapa penolakan seperti yang terjadi di Universitas Gadjah Mada.

Kami kelompok masyarakat di Berlin, melalui surat pernyataan ini, mengeluarkan aspirasi dan menyatakan sikap kami dengan menolak kedatangan Bapak Abdul Somad ke Jerman.

Hal ini sangat penting untuk menghindari adanya penyebaran ujaran kebencian yang dapat mempengaruhi ketentraman, kedamaian, dan kerharmonisan kehidupan beragama antara masyarakat Indonesia di Jerman.

Sebagai bangsa Indonesia, kita semua harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila yang menghormati perbedaan dan pluralisme, kerukunan hidup antar pemeluk agama.

Demikian kami sampaikan surat ini agar mendapat respon positif dari saudara pengurus IWKZ di Berlin.

Hormat Kami,

Anggota GWJ Berlin
Kelompok Masyarakat Indonesia di Berlin”.

Jadi Sorotan

Namun, warganet justru menyoroti sekelompok masyarakat Indonesia, yang menolak kedatangan UAS, karena salah satu yang membagikan berita ini, nampak berfoto dengan salah satu partai politik.

Tolak Kedatangan UAS

Adalah akun Facebook Ronald Christian Adelius, yang pada laman media sosialnya, bahkan menuliskan jika dirinya bekerja di PDIP.

Ronald juga melampirkan ‘Surat Penolakan Kedatangan Ustadz Abdul Somad oleh Perwakilan Masyarakat Indonesia, di Berlin’, pada unggahannya.

“Ditandatangani di tempat Großgörschenstraße 2 10827 Berlin oleh 12 perwakilan dari beberapa elemen atau organisasi masyarakat di Berlin, atas nama pribadi, tanggal 14 Oktober 2019

Nama penandatangan/hadir:

Notulen Kesepakatan, Senin tanggal 14 Oktober 2019, hadir 12 perwakilan warga Berlin dari institusi masing-masing, atas nama pribadi dan menyusul yang tidak hadir;

  1. Bapak Nanang Soetarjono
  2. Bapak Soeripto Humardani
  3. Bapak Berlin Sumbajak
  4. Mbak Wahyu
  5. Mbak Yayuen
  6. Mbak Lanny
  7. Teh Wiwien
  8. Dayang Müller
  9. Thomas
  10. Dian
  11. Ronald
  12. Endji
  13. Wido
  14. Jumino Kristinanto
  15. Shanti Sungkono
  16. Sonya Sungkono
  17. Topan Topan Sikalangkabut
  18. Ayu Sangayu De Pradayadnya
  19. Vitria
  20. Mas Ook

Telah disepakati sebagai warga Indonesia Berlin yang menjunjung tinggi nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, untuk menolak kedatangan UAS (Ustadz Abdul Somad) dan melakukan khotbah, melihat sejarah UAS yang meresahkan kerukuan umat beragama di Indonesia.

Terlampir juga petisi online penolakan pada hari Rabu, 16 Oktober 2019, ditandatangi oleh 1.145 orang, sejak 15 Oktober 2019.

Daftar tanda tangan akan dikirim per pos. Surat tertulis official di-alamatkan per pos,” tulis Ronald.

Tanggapan Warganet

Berangkat dari postingan itu, warganet pun meminta penjelasan dari PDIP, benarkah jika Ronald adalah bagian dari partai tersebut.

Mereka juga menanyakan, apakah PDIP mengetahui terkait penolakan sebagian masyarakat Indonesia di Berlin, terhadap UAS.

Hudaya: Kalau @PDI_Perjuangan membiarkan, jangan heran kalau ada umat Islam Indonesia yang menuduh kalian biang kerok Islamophobia yang ada di negeri ini.

Santoe: Astaghfirullah, sampai segitunya. Bertindak intoleran dengan alasan toleransi.

Yudi Bachtiar: Kalau ternyata benar, semua ini didalangi oleh @PDI_Perjuangan. Saya tak merasa kaget.

Ichwan: Begitu bencikah mereka pada ceramah agama yang disampaikan oleh ulama kita? Apakah sikap ini Pancasilais? Terlaluuuu.

Hingga berita ini dirilis, pihak PDIP belum memberikan tanggapan, terkait pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh warganet.

Sementara UAS, sebelumnya dijadwalkan akan berceramah di Belgia, Belanda, Jerman, dan Inggris.

Di Jerman sendiri, UAS direncanakan untuk mengisi acara di Berlin, Ruhr, dan Frankfurt.

Diketahui, kedatangan UAS ke Frankfurt, sudah dibatalkan oleh pengurus Masjid Indonesia Frankfurt.

Namun, untuk kunjungan di Ruhr, yang dijadwalkan akan mengisi pengajian pada Ahad, 20 Oktober, pukul 08.30 waktu setempat, masih belum ada keterangan lebih lanjut, apakah acara juga dibatalkan atau tidak.