Tuhan Tak Perlu Pembelaan: Moeldoko Pertanyakan Keberadaan dan Fungsi FPI

Diposting pada 674 views

Ngelmu.co – Moeldoko, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP)  baru-baru ini            mempertanyakan fungsi organisasi masyarakat yang bernama Front Pembela Islam di negeri kita. Menurut Moeldoko Islam dan Tuhan tidak perlu dibela.

Berawal dari  seorang peserta kuliah umum bertema  “Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini” yang menanyakan apakah faktor agama bisa mempengaruhi stabilitas negara Indonesia seperti terjadi di negara-negara Timur Tengah, Moeldoko akirnya mengeluarkan pernyataannya.

“Apakah agama berpengaruh terhadap stability? Iya. Sekarang ini banyaklah yang mengklaim paling benar dengan agamanya. Mereka sudah bisa mendefinisikan bahwa berkegiatan dengan mreka bisa masuk surga, orang lain masuk neraka,” ujar Moeldoko pada kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis lalu (17/10).

Moeldoko juga menambahkan bahwa  persoalan agama sangat mempengaruhi stabilitas negara. Oleh sebab itu ia meminta tidak ada lagi perdebatan minoritas dan mayoritas.

Ia juga menyebut salah satu kelompok saat mencontohkan aktifitas intoleransi. Moeldoko menyatakan dirinya adalah muslim dan tidak merasa agamanya perlu dibela oleh ormas itu.

“Mengapa harus ada apa itu Front Pembela Islam? Apa sih yang dibela? Ya maaf ya, aku langsung ngomong blak-blakan saja kan gitu. Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan,” imbuh  Moeldoko disambut tepuk tangan audiens kuliah umum.

Kemudian Moeldoko menuturkan bahwa akhir-akhir ini banyak orang yang mengaku ustadz dan habib.

Mantan Panglima TNI itu juga mendesak agar  tidaak ada lagi kelompok-kelompok yang mengusung intoleransi. Sebab hal tersebut hanya akan mengganggu stabilitas negara Indonesia.

Sementara itu, pada bulan Agustus 2019 lalu , Slamet Ma’arif selaku Juru bicara Front Pembela Islam mengatakan bahwa FPI tidak bertentangan dengan Pancasila.

Saat itu, Slamet heran dengan pemerintah yang menuding mereka bertentangan dengan Pancasila.

“Kami bingung, sisi mana yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sudah 21 tahun tidak ada masalah, bahkan kami NKRI harga mati. Setiap ada bencana kami juga hadir berkontribusi,” ujar Slamet kala itu.

Merespons pernyataan Moeldoko itu, Sekretaris Umum FPI Munarman enggan berkomentar banyak.  Munarman justru membagikan sejumlah tautan berita tentang kegiatan FPI di sejumlah daerah.

Antara lain, tautan berita tentang FPI yang mengirimkan relawan untuk berkontribusi membantu pemadaman kebakaran hutan dan kegiatan membersihkan saluran air.

“Itu salah satu fungsi FPI, Moeldoko perlu membaca dan perlu mendapat informasi di atas, biar enggak kudet,” ungkap Munarman seperti dilansir oleh CNN Indonesia.