UAS Rangga Mati Syahid

Unggah Foto Rangga yang Wafat Membela Ibunya, UAS Tulis Pesan Menyentuh

Diposting pada 336 views

Ngelmu.co – Rangga, merupakan anak berusia 10 tahun, meninggal karena membela sang ibu, yang hendak diperkosa oleh seorang residivis.

Kabar ini, beredar luas di media sosial, hingga Ustaz Abdul Somad (UAS), turut mengunggah potret pahlawan cilik itu.

Dalam unggahannya, Jumat (16/10), UAS, menulis pesan menyentuh.

Ia, menyebut Rangga, sebagai seorang syahid yang membela kehormatan keluarga.

“Ananda Rangga, dengan perbuatanmu, engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini, tentang arti menjaga kehormatan,” tulis @ustadzabdulsomad_official.

“Walau mesti dibayar dengan nyawa. Engkau hadap Allah, tanpa dosa, karena belum aqil baligh. Engkau mulia dengan derajat syahid,” sambungnya.

Baca Juga: Doa UAS, “Semoga Allah Mengangkat Derajat Mereka”

Berikut selengkapnya, pesan menyentuh yang UAS, tulis saat mengunggah potret Rangga:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid,’ (HR. at-Tirmidzi).

Ananda Rangga, dengan perbuatanmu, engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini, tentang arti menjaga kehormatan.

Walau mesti dibayar dengan nyawa. Engkau hadap Allah, tanpa dosa, karena belum aqil baligh. Engkau mulia dengan derajat syahid.

Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu.

Syahid berarti menyaksikan, karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga, sebelum kematian tiba.

Engkau merasakan sakaratul maut, hanya seperti cubitan lembut pada kulit yang halus.

Engkau terbebas dari azab kubur dan hisab.

Ruhmu, berada di paruh burung-burung berwarna hijau terbang kian kemari di dalam surga.

Bila engkau diberi Allah, kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagiannya untuk hamba Allah yang hina: Abdul Somad.”

 

View this post on Instagram

 

A post shared by UAS عبد الصمد (@ustadzabdulsomad_official) on

Upaya Rangga Menjaga Ibu

Nama Rangga, terus menjadi perbincangan. Berbagai pihak marah serta mengecam dengan pelaku.

Publik, juga terharu, dengan perjuangan Rangga, menyelamatkan sang ibu, saat hendak diperkosa oleh residivis, Jumat (9/10) malam lalu.

Residivis itu melukai Rangga, dengan parang.

Ibunya, sempat meminta Rangga, untuk lari menyelamatkan diri, tetapi ia lebih memilih tetap di sana, melawan pelaku.

Rangga, akhirnya meninggal, karena luka bacok di tubuhnya.

Jenazahnya, telah dimakamkan di TPU Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Ahad (11/10) malam.

Pelaku berinisial SA, pun sudah diamankan polisi.