Berita  

Video Menag Yaqut dengan Petinggi Arab Saudi Jadi Perbincangan, Ada Apa?

Video Menag Petinggi Arab

Ngelmu.co – Sejak Senin (22/11/2021) malam, video Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dengan petinggi Arab Saudi, menjadi bahan perbincangan.

Video berdurasi satu menit yang beredar di media sosial–Instagram dan Twitter–itu memperlihatkan penerjemah membantu Yaqut untuk berbincang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ngelmu.co (@ngelmu.co)

Netizen Bertanya

Potret itu pun membuat video mereka menjadi perbincangan, sekaligus membuat netizen bertanya.

“Katanya Menag santri, kenapa gak bisa bahasa Arab?,” tanya pengguna Instagram @abdurohman1418.

“Bukannya Menag jebolan pondok?,” timpal @abee.heroe.

Namun, pemilik akun @hafil0206, tetap kagum. Ia bilang, “Keren bisa bahasa Arab, meski cuma Assalamualaikum.”

“Para pejabat era sekarang memberi contoh, bahwa untuk jadi pejabat, tak perlu fasih bahasa asing,” tutur @hadiejr.

Sementara menurut @anshorhope19, video ini akan mendapat respons tersendiri.

“Pasti nanti yang paling toleran, ada yang komen, ‘Kan Menag bukannya punya Islam doang, woi. Jadi, biasa sajalah pakai translator juga’,” ujarnya menyindir.

Baca Juga:

Lain lagi dengan cara @fahri.afif10, menanggapi. “Katanya santri, katanya Gus, tapi enggak bisa bahasa Arab. 😂😂😂.”

“Ya, setidaknya Menteri Agama bisa angguk-angguk, senyum-senyum, sama ngucapin salam, sudah cukuplah. 🤭,” ucap @sei_schlauer.

Berbeda dengan penilaian pengguna Twitter @muhammad_husnil. Menurutnya, “Ndak perlu beginilah.”

“Gus Yaqut,” sambungnya, “bisa bahasa Arab, tapi untuk percakapan tingkat negara, tetap perlu diksi yang sesuai.”

“Diperlukan penerjemah,” kata Husnil. “Penerjemah ini Habib Ali Hasan Al-Bahar, pakar bahasa Arab. Hafal ribuan syair Arab klasik dan modern,” jelasnya.

“Beliau dosen penguji skripsi saya,” tutup Husnil.

Pemilik akun @adiyatnika, pun bicara. “Kalau saya pribadi enggak soal dia [Yaqut] enggak bisa bahasa Arab.”

“Daripada maksain ngomong pakai bahasa asing, ujung-ujungnya malah malu-maluin,” lanjutnya.

Beda lagi dengan pandangan @zarazettirazr. Ia juga mencoba mengambil sisi positif dari potret ini.

“Gapapa, sisi positifnya, buka lapangan kerja buat penerjemah,” tuturnya tertawa.

Puji Penerjemah

Di sisi lain, tidak sedikit juga netizen yang memuji Habib Ali Hasan sebagai penerjemah.

Pengguna Instagram @randa_ramadhan_chaniago, salah satunya. “Adem lihat bapak, pakai peci, bisa bahasa Arab, dan berwibawa. Good job kepada translator😍.”

“Terima kasih bapak, Anda memang berwibawa, multitalenta, terlihat dari cari berkomunikasi Anda sangat luar biasa. Bapak translator ❤️,” kata @collosus_rider.

“MasyaaAllah, translatornya keren 👍👏,” tulis @hfzadrn.

“Bapak translatornya cocok jadi Menag berikutnya. Aamiin 🤲,” doa @achyafadlin.

“Luar biasa cerdas dan berwibawa translatornya 🙌,” ujar @a.zavier.a.j.

Sekilas tentang Habib Ali Hasan

Selain akademisi, Habib Ali Hasan juga merupakan mubalig Indonesia, yang tidak perlu diragukan lagi keilmuan agamanya.

Pria yang akrab disapa Habib Bahar itu menempuh pendidikan kesarjanaan di Yordania.

Tepatnya di Universitas Mu’tah pada jenjang Strata 1, dan Universitas Yarmuk pada pendidikan magisternya.

Ia juga termasuk dari 200 mubalig yang menjadi rekomendasi Kemenag pada 2018.

Selain dewan pakar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Habib Bahar juga merupakan dosen tetap di Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia kerap mengisi kajian keagamaan di berbagai masjid, seperti Masjid Sunda Kelapa, Masjid Bayt Quran, dan Masjid Jendral Sudirman WTC Jakarta.