Wah, Relawan Ahok Disebut Ada yang Dukung Oposisi Karena Ma’ruf Amin

Ngelmu.co, JAKARTA – Relawan dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengaku kecewa dengan terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk Joko Widodo di Pilpres 2019. Karena kecewa, sebagian dari mereka bahkan ada yang berencana tak memilih di Pilpres atau golongan putih (golput).

Pendukung Ahok selama ini dikenal juga mendukung Jokowi. Selain kedekatan keduanya, Jokowi dan Ahok pernah berpasangan di Pilkada DKI 2012 dan menang.

Ketua Harapan Warga (Hawa) Rudi Sinaga mengatakan, sebagian besar anggota organisasi relawan Ahok itu kecewa dengan pilihan Jokowi itu.

“Sebagian besar kecewa, ada juga yang ingin golput dan sebagainya, bahkan ada yang bilang ingin beralih dukungan juga,” kata Rudi dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (11/8/2018).

Saat Ahok menjadi Gubernur dan terjerat kasus penodaan agama, Ma’ruf yang juga Ketua Umum MUI menjadi salah satu saksi yang memberatkan Ahok. Sempat ada insiden di ruang sidang saat Ahok menuding Ma’ruf Amin berbohong dalam kesaksiannya. Tudingan itu kemudian membuahkan kecaman pada Ahok.

Meski kecewa dan banyak yang berencana mengalihkan dukungan ke kubu oposisi, Rudi mengatakan masih ada juga pendukung Ahok yang tetap mendukung Jokowi terlepas dari pilihan cawapres.

Rudi sendiri bakal tetap mendukung Jokowi dan meyakinkan kepada anggotanya untuk tidak golput. Pasalnya, jelas Rudi, Ahok menginstruksikan kepada pendukungnya untuk mendukung Jokowi di Pemilu 2019.

“Saya berusaha memberi pengarahan kepada teman-teman. Pak Jokowi ingin meredam situasi yang ada dengan memilih Ma’ruf,” kata dia.

Senada, Eka Prasetya Sekretaris Jenderal Tolak Radikalisme (TOR) yang juga organisasi relawan Ahok, menyatakan bakal mendukung Pasangan Jokowi-Ma’ruf. 

Dia berkaca pada sosok Ahok yang tetap memaafkan meski sudah dizalimi dan dijebloskan ke dalam penjara. 

Eka juga yakin keputusan Jokowi memilih Ma’ruf sebagai cawapres adalah yang terbaik sehingga ia tetap memberikan dukungannya kepada mantan Wali Kota Solo itu.

“Kecewa sih ada sedikit, tapi aku yakin keputusan beliau merangkul ulama dia sudah pikirkan agar sesama muslim tidak terpecah lagi,” terang dia.